Tidurkan Bayi Sebaiknya di Tempat Terang atau Gelap? Yuk Cari Tahu

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 24 Januari 2023 08:48
Tidurkan Bayi Sebaiknya di Tempat Terang atau Gelap? Yuk Cari Tahu
Ada bayi yang bisa tidur hanya di tempat gelap, atau sebaliknya.

Dream - Kebiasaan tidur seseorang sangat dipengaruhi rutinitasnya saat bayi. Ada yang biasa tidur di kamar terang, tapi ada juga yang lebih suka tidur di tempat gelap.

Bagaimana dengan si kecil? Mungkin ayah bunda bingung ingin menidurkannya di kamar yang gelap atau terang. Sebelum menentukan, ketahui dulu fakta-fakat berikut ini dikutip dari KlikDokter.com

Studi dari The National Center for Biology Information (NCBI) di Amerika Serikat menemukan bahwa tidur dengan lampu yang menyala dapat memperpendek durasi pelepasan hormon melatonin sekitar 90 menit.

Disebutkan pula bahwa paparan terhadap lampu sepanjang waktu tidur dapat menekan produksi melatonin hingga 50%. Melatonin merupakan hormon yang mengatur siklus bangun dan tidur.

1 dari 6 halaman

Hormon melatonin memiliki peran yang penting, bahkan terhadap anak-anak. Sebab, dengan siklus bangun dan tidur yang baik, anak-anak dapat terhindar dari berbagai masalah kesehatan.

Dengan memiliki tidur yang cukup, tumbuh kembang anak dapat berlangsung dengan baik. Selain berkaitan dengan pertumbuhan fisik, tidur juga memengaruhi kemampuan daya ingat anak. Hal itu dikarenakan saat tidur, bagian otak hipokampus dan lobus anterior medial-temporal anak sangat aktif.

Nah, salah satu kiat untuk mendukung tercapainya tujuan ini adalah dengan meredupkan cahaya ketika tidur. Ruangan tidak perlu gelap sempurna. Hanya saja, lampu sebaiknya diatur menjadi lebih redup. Penjelasan selengkapnya baca di sini.

2 dari 6 halaman

Bayi Makan Telur Setengah Matang, Amankah?

Dream - Hidangan telur setengah matang biasanya jadi menu favorit saat sarapan. Cukup ditaburi garam dan lada, telur pun bisa langsung disantap dan langsung bikin kenyang.

Bagi orang dewasa, makan telur setengah matang terkadang memicu masalah pencernaan. Pasalnya, telur setengah matang ini masih mengandung bakteri yang bisa menimbulkan keluhan seperti muntah diare.

Bagaimana jika diberikan pada anak balita atau bayi, amankah? Telur setengah matang tidak dianjurkan untuk berikan pada balita apalagi bayi. Dikutip dari KlikDokter.com, hal itu karena mengonsumsi telur yang belum matang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit dari bakteri bawaan makanan yang disebut Salmonella.

Bakteri ini bisa menyerang siapa saja, tapi risikonya akan lebih besar terjangkit pada balita, lansia, atau orang yang sistem kekebalan tubuhnya rendah, seperti ibu hamil dan orang sakit.

Dalam banyak kasus, tidak diperlukan perawatan medis khusus saat terjangkit Salmonella. Gejalanya pun akan hilang dengan sendirinya dalam waktu sekitar satu minggu. Pada beberapa kasus, dibutuhkan antibiotik untuk mengurangi risiko komplikasi.

 

3 dari 6 halaman

Menu telur untuk balita

Tidak masalah jika memang ingin memberikan menu telur untuk si kecil, tapi pastikan memasaknya hingga benar-benar matang agar bakterinya mati. Panas yang digunakan saat memasak mampu membunuh bakteri sehingga aman dikonsumsi balita.

4 Cara Periksa Telur yang Busuk Tanpa Membukanya© MEN

Bisa dengan diorak arik, rebus, dadar atau dicampur dengan menu lain. Berikan balita berbagai variasi olahan menu dengan cara memasak telur yang beragam, mengingat nutrisi yang terkandung di dalamnya sangat bermanfaat.

4 dari 6 halaman

Balita Suka Mengemut Makanan, Bisa Jadi Ini Sebabnya

Dream - Anak-anak saat disediakan atau disuapi makanan tak selalu langsung menyantapnya. Ada yang hanya menyentuh, melihat atau hanya memasukkannya ke mulut, tak dikunyah dan mendiamkannya.

Kondisi tersebut biasanya kita sebut dengan mengemut makanan. Anak membiarkan makanan yang dimakan dalam mulut dalam waktu lama hingga berantakan. Ia tak tampak ingin mengunya atau memuntahkannya. Bagi orangtua, ini tentunya sangat bikin khawatir.

Balita Suka Mengemut Makanan, Bisa Jadi Ini Sebabnya© Dream

Beberapa anak memiliki kecenderungan mengemut makanan. Apa sebabnya? Ternyata ada berbagai alasan mengapa anak mengemut makanan. Alison Oniboni, MS, CCC-SLP, ahli patologi bahasa wicara mengatakan bahwa balita masih mengembangkan kekuatan fisik dan keterampilan koordinasi yang diperlukan untuk mengunyah dan menelan yang efektif.

" Makanan apa pun yang tertinggal di mulut atau dimuntahkan secara tidak sengaja kemungkinan besar disebabkan oleh otot-otot mulut yang masih berkembang dalam hal kekuatan dan koordinasi, sama seperti kelompok otot lainnya," kata Oniboni, dikutip dari PopSugar.

 

5 dari 6 halaman

Kondisi Kepekaan Sensorik

Penyebab lainnya adalah beberapa balita mungkin gagal menelan semua makanan mereka adalah karena kondisi kepekaan sensoriknya. " Ada kemungkinan makanan dimuntahkan atau tertahan di mulut karena preferensi rasa atau tekstur," ujar Oniboni.

© Dream

Banyak orangtua yang penasaran kapan anak bisa menelan makanannya dengan sempurna tidak mengemut atau memuntahkan. Rupanya, pada usia 2 tahun, anak-anak harus memiliki semua keterampilan motorik oral untuk makan lebih banyak seperti orang dewasa.

 

6 dari 6 halaman

Lakukan Latihan

" Saat usia 2 tahun anak harus bisa mengunyah dan menelan, menggunakan peralatan, dan minum dari cangkir terbuka dan sedotan tanpa kesulitan," kata Christine Miroddi, MA, CCC-SLP, pendiri Foodology Feeding Therapy.

Bila di usia 2 tahun anak masih mengalami kesulitan makanan mungkin dibutuhkan waktu lebih lama untuk mengembangkan kemampuan oral motoriknya. Bisa dilatih dengan meniup gelembung, menggunakan sedotan atau mengunyah makanan beragam tekstur.

Bisa juga berkonsultasi dengan dokter anak agar bisa dianalisis lebih detail. Pasalnya, beberapa kasus kesulitan makan pada anak dibutuhkan intervensi khusus berupa terapi.

Beri Komentar