Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Dream - Rasa sedih, marah, bingung dan campur aduk, pasti dirasakan orangtua saat mendengar anaknya divonis autisme. Hal ini juga dialami Dian Sastrowardoyo, saat ia tahu putra pertamanya, Shailendra Naryama Sastraguna Sutowo, memiliki spektrum autisme.
Tentunya tidak mudah menghadapi anak dengan autisme yang sangat sulit berkomunikasi. Saat ditanya apakah ingin menyerah serta kesulitan apa yang dirasakan membesarkan anak dengan autisme, ia berkaca-kaca.
(Foto: Deki Prayoga/Dream)
Menurut Dian, ia mulai curiga dengan kondisi sang putra saat berusia 6 bulan. Saat usia 6 bulan, Sheilandra sudah disekolahkan. Dian menyadari, bahwa sang anak tidak tertarik pada pelajaran yang diberikan. Selain itu, Sheilandra juga tidak suka bermain dengan teman-temannya. (Foto: Deki Prayoga/dream.co.id)
Hak Cipta © DREAM.CO.ID