Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
Dream - Rasa sedih, marah, bingung dan campur aduk, pasti dirasakan orangtua saat mendengar anaknya divonis autisme. Hal ini juga dialami Dian Sastrowardoyo, saat ia tahu putra pertamanya, Shailendra Naryama Sastraguna Sutowo, memiliki spektrum autisme.
Tentunya tidak mudah menghadapi anak dengan autisme yang sangat sulit berkomunikasi. Saat ditanya apakah ingin menyerah serta kesulitan apa yang dirasakan membesarkan anak dengan autisme, ia berkaca-kaca.
(Foto: Deki Prayoga/Dream)
Sang putra sangat jarang melakukan kontak mata dan lebih terfokus pada apa yang dia kerjakan. Dian menyadari ada yang berbeda dengan pertumbuhan sang anak. Kemudian, saat Sheilandra berumur 8 bulan, Dian dan sang suami pergi ke dokter tumbuh kembang anak termasuk ke psikolog. Dari situ pemeriksaan terus berlanjut. (Foto: Deki Prayoga/dream.co.id)
Hak Cipta © DREAM.CO.IDAdvertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi

