Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Dream – Masa depan seseorang tak ada yang bisa menebak. Roda kehidupan pun selalu berputar. Sama seperti kisah seorang Makeup Artis (MUA) hits asal Malaysia ini. Dulunya ia hidup serba kekurangan bahkan tinggal disebuah rumah triplek. Namun kini ia masuk dalam jajaran sosialita.
Dialah Nabila Zulyadaini atau akrab disapa Bellaz seorang MUA terkenal di Malaysia. Ia disebut-sebut memiliki wajah yang unik perpaduan antara Turki dan Melayu. Tak hanya itu, Bellaz juga memiliki produk kecantikan sendiri bernama BellazbeautyHQ.
Tak heran jika ia hidup dalam kemewahan berlimpah. Berbagai barang branded dengan harga fantastis pun bisa ia dapatkan dengan mudah. Namun, Bellaz tak pernah melupakan bagaimana perjuangannya hingga bisa berada di titik ini.
Kini, Bellaz masuk dalam jajaran sosialitas di Malaysia. Ia juga telah memiliki rumah super mewah dan berbagai barang seharga fantastis. (Foto: Instagram/ muabellaz)
Hak Cipta © DREAM.CO.IDAdvertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?