Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
Dream - Kabar duka kembali datang dari salah satu atlet kebanggaan Indonesia, Verawaty Fajrin. Mantan atlet bulu tangkis ini menghembuskan napas terakhirnya pada Minggu, 21 November 2021.
Verawaty diketahui mengidap kanker paru-paru. Ia juga telah menjalani kemoterapi dan perlahan kondisinya pun membaik. Namun, ia tak lagi dapat bertahan dan meninggal dunia pada usia 64 tahun.
Semasa hidup, Verawaty telah menyumbang banyak medali untuk Indonesia. Ia bahkan disebut sebagai salah satu legenda bulu tangkis.
Seperti apa profil dan prestasi dari Verawaty Fajrin tersebut? Berikut ulasannya.
Pada nomor tunggal putri, Verawaty berhasil keluar sebagai juara SEA Games 1981 dan Indonesia Terbuka 1982 serta juara dunia IBF 1980. Sedangkan, pada nomor ganda campuran Verawaty bersama Bobby Ertanto menjuarai Malaysia Terbuka 1986. Kemudian bersama Eddy Hartono, ia menjuarai World Cup 1986, Malaysia Terbuka 1988, Indonesia Terbuka 1989, Belanda Terbuka 1989 dan SEA Games 1989.
Hak Cipta Foto: Instagram/rosianatendeanAdvertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi

