Reaksi Rachel Vennya Jika Ditetapkan Tersangka Kasus Kabur Karantina

Reporter : Nur Ulfa
Senin, 1 November 2021 18:21
Reaksi Rachel Vennya Jika Ditetapkan Tersangka Kasus Kabur Karantina
Dari pemeriksaan sebelumnya, polisi menemukan unsur adanya pidana pada kasus Rachel Vennya.

Dream - Rachel Vennya kembali diperiksa di Polda Metro Jaya, Senin, 1 November 2021 terkait kasus karantina yang tidak ia jalani usai dari Amerika Serikat.

Dari pemeriksaan sebelumnya, polisi menemukan unsur adanya pidana pada kasus Rachel Vennya.

" Hasilnya (gelar perkara kasus kabur karantina yang dilakukan Rachel Vennya) adalah dari lidik naik ke sidik," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

Sedangkan menurut Indra Raharja, kuasa hukum Rachel, memastikan kalau mantan istri Niko Al Hakim tersebut akan menerima semua hasil pemeriksaan. Termasuk dengan statusnya yang akan naik sebagai tersangka.

" Artinya sebagaimana yang sudah Rachel sampaikan, dia taat, patuh, dan siap mengikuti proses hukum," tutur Indra.

Diketahui sebelumnya, Rachel Vennya, Salim Nauderer dan manajernya, Maulida Khairunnisa sudah menjalani pemeriksaan pertama pada 21 Oktober 2021. Hingga kini polisi belum menetapkan Rachel sebagai tersangka.

Sumber: Liputan6.com

1 dari 4 halaman

Kasus Dugaan Rachel Vennya Kabur dari Karantina Naik ke Penyidikan, Sudah Ada Tersangka?

Dream - Polda Metro Jaya menyatakan kasus dugaan kaburnya Rachel Vennya dari karantina telah naik ke penyidikan. Meski demikian, penyidik masih memerlukan pemeriksaan kembali untuk Rachel.

" Ke depan, kita sedang siapkan administrasi untuk memanggil lagi yang bersangkutan untuk kita mintai keterangan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Yusri Yunus.

Menurut Yusri, ditemukan adanya pelanggaran pidana dalam kasus Rachel. Temuan ini didapat dari hasil gelar perkara yang dijalankan pada Rabu, 27 Oktober 2021.

" Gelar perkara hasilnya adalah dari penyelidikan menjadi penyidikan," kata dia.

Atas kasus ini, Rachel diduga melanggar aturan karantina yang tertuang dalam Undang-undang Kekarantinaan Kesehatan dan UU Wabah Penyakit. Di dua UU tersebut, pelanggaran karantina digolongkan sebagai pidana.

" Ancaman 1 tahun penjara," kata Yusri, dikutip dari Liputan.com.

 

2 dari 4 halaman

Alasan Rachel Vennya Ubah Warna Mobil B 139 RFS dari Putih ke Hitam

Dream - Rachel Vennya mengakui mobil Toyota Alphard dengan nomor kendaraan B 139 RFS aslinya memang warna putih, sesuai yang tertera di Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Soal foto yang beredar mobil yang digunakan itu berwarna hitam, itu karena Rachel melapisi mobilnya dengan stiker.

" Warna tersebut sudah diakui Rachel dan diubah menjadi hitam dove dengan cara dilapisi bodynya dengan stiker hitam dove," kata Kasubdit Gakkun Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Yuwono, Selasa 26 Oktober 2021.

Rachel sengaja menutupi body mobilnya dengan warna hitam karena saat membeli mobil tersebut yang tersedia hanya warna putih. Selain itu juga, Rachel ingin warna asli dari mobil tersebut tetap bagus.

" Alasan menggunakan stiker, karena saat membeli mobil tersebut hanya ada warna putih metalic, sedangkan RV sedang mencari warna hitam. Kendaraan putih itu dilapisi stiker agar cat terjaga dengan bagus," tutur Argo.

Meski sudah mengakui kesalahannya, Rachel Vennya dikenakan tilang dengan Pasal 288 Ayat 1 UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

" Pidana paling lama 2 bulan atau denda paling banyak 500 ribu rupiah," ujarnya.

Mobil Rachel Vennya juga disita sementara untuk dijadikan barang bukti.

" Dilakukan penyitaan berupa 1 unit Toyota Alphard B 139 RFS," ungkap dia.

Setelah Rachel mengikuti sidang pada 10 November 2021, polisi baru mengembalikan mobil tersebut.

3 dari 4 halaman

Rachel Vennya Datang Pagi-Pagi, Polisi: Mungkin Hindari Media

Dream - Rachel Vennya memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan penggunaan pelat nomor kendaraan B 139 RFS pada mobil Alphard hitam miliknya. Jadwal pemeriksaan memang pukul sepuluh pagi, namun Rachel sudah tiba pukul tujuh.

" Sudah diperiksa kurang lebih dua jam, dia datangnya pagi-pagi," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Argo Wiyono, saat dihubungi, Selasa 26 Oktober 2021.

Menurut Argo, Rachel datang pagi untuk menghindari awak media. " Mungkin menghindari (media) makanya datang pagi," imbuh dia.

Meski demikian, polisi tak mempermasalahkan kedatangan Rachel yang lebih pagi dari jadwal pemeriksaan, asalkan sudah melakukan konfirmasi kepada penyidik.

" Kalau datang mendahului di luar jam itu sebetulnya kan tinggal komunikasi. Yang penting menghadiri pemeriksaan," tutur dia.

Saat menghadiri pemeriksaan terkait kasus karantina, Rachel menggunakan mobil dengan pelat B 139 RFS. Kode RFS biasanya dipakai untuk mobil pejabat. Selain itu, dalam database pelat tersebut tercantum dipakai oleh mobil Alphard warna putih yang juga milik Rachel, namun nyatanya dipasang di mobil warna hitam.

4 dari 4 halaman

Kuasa Hukum Ungkap Kondisi Rachel Vennya Usai Diterpa Cobaan Bertubi-tubi

Dream - Cobaan beruntun dihadapi Rachel Vennya sepekan kemarin. Setelah menjalani pemeriksaan dugaan kasus pelanggaran protokol kesehatan, Rachel harus menghadapi tudingan terkait penggunaan plat nomor khusus RFS yang terpasang di mobil miliknya.

Tak lama kemudian, akun instagram Rachel juga tak lagi terlihat di platform sosial media miliknya. Padahal akun tersebut sering digunakannya untuk mempromosikan beragam produk endorsement.   

Terkait cobaan bertubi-tubi yag dihadapi Rachel, Indra Rahajar kuasa hukum Rachel memastikan kliennya dalam keadaan baik-baik saja.

" Alhamdulillah (kondisi Rachel Vennya) saat ini baik-baik saja," kata Indra Rahajar kepada awak media.

Indra tak bisa berkomentar banyak lagi mengenai kasus yang menjerat mantan istri Niko Al Hakim tersebut.

Ia hanya mengatakan soal kondisi Rachel Vennya saja yang dalam keadaan sehat.

Beri Komentar