5 Fakta Stok Oksigen untuk Penderita Covid-19 Menipis

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 1 Juli 2021 12:00
5 Fakta Stok Oksigen untuk Penderita Covid-19 Menipis
Fakta terkait tabung oksigen bagi pasien Covid-19 yang dinilai langka saat kasus positif melonjak

Dream - Sempat beredar kabar ketersedian tabung oksigen di Tanah Air tidak mencukupi untuk penanganan pasien Covid-19. Namun kabar tersebut langsung dibantah oleh Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin.

Menurut Budi Sadikin, Kemenkes telah meminta komitmen dari para suplier oksigen untuk mengalihkan kapasitas oksigen industri ke oksigen medis.

" Kita memiliki kapasitas produksi di Indonesia sebagian besar untuk oksigen industri, 75 persen untuk oksigen industri. Hanya 25 persen untuk oksigen medis," ungkap Menkes di YouTube Kementerian Kesehatan RI, Jumat, 25 Juni 2021.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut fakta terkait tabung oksigen bagi pasien Covid-19 yang dinilai langka saat kasus positif melonjak:

 

 

1 dari 6 halaman

1. Ada 4 Pabrik Oksigen di Pulau Jawa

Menkes Budi menjelaskan, ada empat pabrik yang memproduksi oksigen di Pulau Jawa. Emapt di antaranya berada di Jawa Barat, empat di Jawa Timur dan satu di Jawa Tengah.

Budi kemudian meluruskan informasi yang beredar, Jawa Tengah sempat kekurangan oksigen. Menurut dia, hal itu terjadi bukan karena stok oksigen terbatas, melainkan pabrik yang memproduksi mengalami kendala teknis.

" Sebenarnya itu memang pas ada kondisi pabriknya sempat berhenti karena aliran listrik yang terganggu sebentar. Tapi karena memang mesinnya butuh waktu untuk startup kembali sehingga memerlukan waktu," jelasnya dikutip dari Liputan6.com, Rabu 1 Juli 2021.

Menkes Budi memastikan, saat ini, pabrik oksigen di Jawa Tengah sudah beroperasi normal. Budi mengaku telah berkoordinasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk memastikan suplai listrik ke pabrik tersebut stabil.

Selain menjaga aliran listrik, Budi mengaku telah menyiapkan opsi lain mengantisipasi kekurangan oksigen di Jawa Tengah yakni dengan mengangkut oksigen dari pabrik yang berada di Jawa Tengah maupun Jawa Timur menggunakan truk.

 

2 dari 6 halaman

2. Jumlah Pasokan Tabung Oksigen Terjamin

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjamin ketersediaan tabung oksigen saat terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 di Ibu Kota pada beberapa pekan terakhir.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menjamin ketersediaan pasokan tabung oksigen medis di rumah sakit.

" Kita sudah berkordinasi dengan Dinas PPKUKM dengan para suplier dan produsen oksigen. Pada intinya oksigen diproduksi dalam jumlah cukup," kata Widyastuti saat meninjau vaksinasi Covid-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu, 26 Juni 2021.

Lebih lanjut Widyastuti menuturkan, pihaknya telah berkomunikasi dengan pemasok tabung oksigen terkait bantuan pendistribusian jika diperlukan.

" Kami selalu berkomunikasi kalau ada kendala dari arah suplier karena ada keterbatasan armada atau SDM kami siap membantu untuk bisa sampai ke rumah sakit," ujar Widyastuti.

3 dari 6 halaman

3. Stok Tabung di Pasar Pramuka Masih Aman

Ketua Himpunan Pedagang Farmasi Pasar Pramuka, Edy Haryanto mengatakan, stok tabung oksigen medis di Pasar Pramuka, Jakarta Timur masih aman untuk memenuhi tingginya permintaan yang mengalami kenaikan 15 persen dibanding saat normal.

" Masih aman persediaannya," kata Edy Haryanto di Jakarta, dikutip dari Liputan6.com.

Edy mengatakan, tingginya permintaan tabung oksigen medis yang terjadi secara bersamaan membuat pedagang tidak menyiapkan stok di tokonya sehingga seolah-olah persediaan menipis.

" Mungkin karena permintaan juga berbarengan jadi pas di toko kan tidak banyak, tapi enggak ada masalah," ujar Edy.

Edy mengatakan, untuk harga jual tabung oksigen medis di Pasar Pramuka saat ini sedikit mengalami kenaikan meski tidak menyebutkan angkanya.

4 dari 6 halaman

4. Kendala Pada Armada Supplier Oksigen

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, permasalahan pasokan tabung oksigen untuk penanganan pasien Covid-19 terkendala karena kekurangan armada dan petugas yang mengantarkan ke rumah sakit.

" Teman-teman distributor punya pasokan oksigen yang cukup, namun terkendala kekurangan armada dan orang untuk mengantarkan ke RSUD-RSUD kita, seiring meningkatnya permintaan," ujar Anies dikutip dari akun Instagram @aniesbaswedan di Jakarta, Senin 28 Juni 2021.

Guna menangani kendala itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengoptimalkan sumber daya manusia untuk membantu distribusi dan mengantarkan tabung oksigen ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) agar mencukupi kebutuhan bagi pasien.

Anies mengungkapkan, Jakarta membutuhkan dukungan dari semua unsur termasuk persoalan pasokan tabung oksigen yang saat ini kebutuhannya meningkat hingga 2-3 kali lipat dari biasanya.

Untuk memastikan pasokan oksigen tidak terkendala, Pemprov DKI Jakarta berkoordinasi dengan para distributor oksigen di Ibu Kota pada Jumat lalu.

" Dan alhamdulillah, langsung dieksekusi jajaran dari Satpol PP, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Bina Marga hingga Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta ikut membantu memastikan distribusi oksigen lancar ke RS-RS kita," ujar Anies.

5 dari 6 halaman

5. Polri Turun Tangan

Menindaklanjuti informasi kelangkaan yang terjadi di sejumlah daerah, Polri mengecek ketersediaan tabung oksigen untuk pasien Covid-19 guna mengantisipasi kecurangan oleh oknum tertentu.

" Nanti kami lihat apakah karena banyak yang pakai dibandingkan dengan stok," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono dikutip dari Liputan6.com, Rabu 1 Juli 2021.

Belum lama ini dikabarkan ketersediaan tabung oksigen di pasaran mulai langka, salah satunya di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, yang dikenal sentra farmasi Ibu Kota.

Kelangkaan tersebut dilaporkan terjadi sejak beberapa hari terakhir, di mana angka kasus Covid-19 tengah meningkat tajam. Dan salah satu kendala yang menyebabkan kelangkaan adalah permasalahan distribusi.

" Polri akan mengecek segala kemungkinan penyebab kelangkaan tabung oksigen apakah untuk pasien Covid-19 atau karena penyebab lainnya. Semua kemungkinan harus dilihat," papar Argo.

6 dari 6 halaman

6. Faskes Jadi Prioritas

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memprioritaskan produksi dan distribusi gas oksigen untuk kebutuhan medis, khususnya bagi penanganan pasien Covid-19.

“ Suplai oksigen dari industri aman dengan kemampuan pasok sebesar 850 ton per hari, sementara kebutuhan oksigen untuk penanganan Covid-19 sekitar 800 ton per hari. Kami juga mendahulukan kebutuhan pasokan oksigen untuk medis,” ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dikutip dari Liputan6.com, Rabu 1 Juli 2021.

Ia menggarisbawahi produksi dan distribusi gas oksigen diprioritaskan untuk kebutuhan rumah sakit dan fasilitas kesehatan dalam menangani lonjakan kasus Covid-19. Gas oksigen untuk kebutuhan industri disalurkan setelah kebutuhan untuk rumah sakit serta fasilitas kesehatan terpenuhi.

" Kami mencoba agar kebutuhan tabung oksigen untuk perawatan pasien Covid-19 bisa terpenuhi," kata Menperin.

Beri Komentar