Alasan Hakim Tak Kebiri Herry Wirawan Meski Terbukti Rudapaksa Belasan Santriwatinya

Reporter : Sugiono
Selasa, 15 Februari 2022 15:49
Alasan Hakim Tak Kebiri Herry Wirawan Meski Terbukti Rudapaksa Belasan Santriwatinya
Lolos dari hukuman mati, terdakwa kasus rudapaksa 13 santriwati tersebut hanya dijatuhi hukuman seumur hidup.

Dream - Herry Wirawan selamat dari hukuman mati dan kebiri kimia. Terdakwa kasus rudapaksa 13 santriwati tersebut hanya dijatuhi hukuman seumur hidup.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Bandung punya alasan tak menjatuhkan vonis kebiri kimia. Menurut hakim, hukuman kebiri kimia tidak memungkinkan diterapkan mengingat Herry dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

" Apabila terdakwa dipidana mati atau dipidana penjara seumur hidup, maka tindakan kebiri kimia tidak memungkinkan untuk dilaksanakan," kata Ketua Majelis Hakim, Yohanes Purnomo, dikutip dari merdeka.com, Selasa 15 Februari 2022.

1 dari 3 halaman

Berdasarkan undang-undang, kebiri kimia dilakukan setelah terpidana menjalani pidana pokok. Menurut Pasal 67 KUHP, seseorang tidak memungkinkan dilaksanakan pidana lain apabila sudah dipidana mati atau dipidana penjara seumur hidup.

Sebelumnya, jaksa menuntut Herry dihukum mati dan kebiri. Herry juga dituntut membayar denda Rp 500 juta dan restitusi kepada korban Rp 330 juta. Yayasan milik Herry dibubarkan, semua asetnya dijual untuk diberikan kepada korban.

Dalam sidang putusan, hakim menyatakan Herry terbukti secara sah bersalah telah melakukan pemerkosaan terhadap 13 santriwati berdasarkan fakta-fakta persidangan. Herry tidak merasa keberatan atas keterangan para korban itu.

2 dari 3 halaman

Hakim pun memutuskan Herry dihukum penjara seumur hidup untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Hakim menilai tidak ada hal yang meringankan hukuman terhadap Herry Wirawan.

" Mengadili, menjatuhkan pidana kepada terdakwa (Herry Wirawan), dengan pidana penjara seumur hidup," kata hakim.

3 dari 3 halaman

Majelis hakim membacakan faktor yang memberatkan Herry, di antaranya tidak memberikan contoh sebagai pendidik dan merusak, mengganggu perkembangan anak, dan membuat trauma korban.

Herry juga dinilai mencemarkan nama pondok pesantren dan membuat orang tua khawatir menitipkan anak ke pondok pesantren. " Tidak ada keadaan yang meringankan," tambah hakim.

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More