Foto: Brightside.me
Dream - Selama ini kita mungkin tidak peduli dengan warna-warna-warna benda di sekeliling kita. Tak banyak di antara kita yang bertanya mengapa ban mobil kebanyakan berwarna hitam, atau tisu toilet melulu putih?
Bila melihat kelir yang berbeda, pasti kita cepat menyadarinya. Misalnya warna ban kendaraan menjadi putih --ada ban sepeda yang tidak hitam, atau warna tisu menjadi hitam.
Tapi tahukah kalian, pemilihan warna pada benda-benda yang sering tidak kita pikirkan itu tidak dipilih secara asal-asalan. Ada maksud di balik setiap warna yang dipilih untuk benda-benda tersebut.
Berikut ini penjelasan dipilihnya warna pada benda tertentu, sebagaimana dilansir laman brightside.me:
Fire hydrants atau keran pemadam umumnya populer dengan warna merah. Warna ini dipilih agar keran pemadam terlihat mencolok dan mudah dilihat oleh orang di sekitarnya.
Namun saat ini, keran pemadam miliki warna yang berbeda-beda. Selain untuk mempermudah mengetahui berapa galon per menit (GPM) yang dapat mereka hasilkan, warna yang berbeda-beda tersebut juga menandakan dari mana sumber air untuk keran pemadam itu berasal.

Warna kuning tersambung dengan sistem pengairan publik sedangkan ungu menandakan bahwa keran tersambung dengan kolam atau danau.
Hampir semua pesawat komersial berwarna putih. Mengapa demikian? Alasan utamanya karena warna putih dapat memantulkan sinar matahari sehingga bagian dalam pesawat tidak akan terasa panas.

Alasan ke dua, cat putih akan lebih mudah mendeteksi kerusakan, retak, dan kebocoran. Dan tentu dengan warna putih maskapai bisa lebih menghemat serta tidak perlu memberikan perawatan lebih lebih untuknya.
Pada awal kemunculan, ban kendaraan berwarna putih. Karena karet yang menjadi bahan dasar pembuat ban memang berwarna putih.
Akan tetapi ban berwarna putih tidak bisa bertahan lama karena mudah aus, sulit dikendalikan dan pecah, saat terkena sinar ultraviolet. Untuk mengatasinya pabrik pun menambahkan karbon yang akhirnya membuat warna ban berubah menjadi hitam.

Pada awal kemunculannya, lampu lalu lintas hanya memiliki dua warna, yakni merah dan putih. Namun banyak pengendara yang mengalami kendala lantaran sulit untuk mengindetifikasi warna tersebut, terutama warna putih.

Oleh karena itu, lampu lalu lintas kemudian diganti menjadi merah, kuning, dan hijau. Kuning dipilih karena warna tersebut memiliki panjang gelombang yang lebih pendek dari merah tetapi lebih panjang dari hijau. Perbedaan panjang gelombang tersebut yang membuat merah paling kelihatan dari jauh.
Bentuk dan warna zebra cross ditentukan sejak tahun 1940-an. Pemerintah Inggris ingin menemukan warna apa yang sebaiknya digunakan untuk mencegah kecelakaan pengguna kendaraan dan pejalan kaki.

Pada awalnya mereka menggunakan logam, tetapi para pengendara tidak bisa melihatnya. Akhirnya pemerintah memutuskan untuk mewarnai jalan dengan warna putih yang paling kontras dengan warna aspal.
Warna kuning untuk bus sekolah dipilih karena alasan keamanan. Warna kuning dan hitam yang kontras pada bus sekolah membantu mereka agar mudah diperhatikan oleh siswa, terutama di pagi hari ketika mereka dijemput.

Dua warna ini juga membantu pengemudi lain memperhatikan bus sekolah pada jam-jam yang lebih gelap.
Warna putih berasal dari proses pengolahan bahan baku utama tisu toilet. Tisu toilet yang terbuat dari serat selulosa yang berasal dari pohon, dicampurkan air hingga membentuk bubur kayu.
Bubur kayu ini lantas diolah bersama hidrogen peroksida atau klorin yang membuat warna tisu toilet kian memutih. Proses pemutihan ini juga bertujuan untuk menghilangkan zat lignin dan melembutkan tisu.
Tak hanya itu, proses pemutihan juga sanggup memutihkan warna cokelat dari lem yang mengikat tisu.
