BRI Liga 1: Semangat Kapten Persib Rintis Bisnis Busana Muslim Kala PPKM

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 6 Agustus 2021 17:33
BRI Liga 1: Semangat Kapten Persib Rintis Bisnis Busana Muslim Kala PPKM
Supardi mengaku sempat mengalami kejenuhan lantaran vakumnya pertandingan selama pandemi.

Dream - Liga sepak bola paling dinantikan di Indonesia, BRI Liga 1 akan kembali bergulir. Laga ini juga sudah dinantikan Supardi Nasir, Kapten Persib Bandung, yang selama ini menghadapi tantangan dari Pembelakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Jadwal merumputnya benar-benar hilang akibat vakumnya pertandingan.

Untuk mengusir kejenuhan akibat tak bisa berlaga, Supardi mengisi hari-harinya dengan aktivitas produktif. Bersama istrinya, Supardi membuka usaha busana Muslim di Pekanbaru, Riau.

Membuka usaha di tengah pandemi disadari Supardi tidaklah mudah. Meski begitu, dia memilih tidak menyerah dan mencoba beradaptasi dengan kondisi yang sedang terjadi.

" Tetap jalan, Alhamdulillah, bukan berarti saya tidak bersyukur tapi situasi, karena PPKM juga kan jadi lebih sedikit keluar dan dibatasi juga," ujar Supardi.

Supardi mengatakan dampak pandemi pasti dialami semua daerah. Hampir tidak ada daerah yang tidak memberlakukan penyekatan untuk mengatasi Covid-19.

" Tapi saya rasa itu jadi cara biar enggak terlalu lama (pandemi)," kata dia.

1 dari 1 halaman

Fokus ke BRI Liga 1

Meski usahanya berjalan cukup baik, Supardi mengaku belum memikirkan untuk membuka bisnis lain. Dia masih ingin fokus pada gelaran BRI Liga 1 yang rencananya akan kembali bergulir mulai 20 Agustus 2021 nanti.

" Sampai saat ini belum ada, saya masih fokus pemain. Nama usahanya masih SN, di satu sisi saya enggak bisa ke yang lain," kata dia.

Selama PPKM, Supardi lebih banyak menjalani latihan mandiri. Dia mengatakan pelatih rutin mengirim materi latihan dalam format video.

" Ya latihan mandiri. Di samping latihan mandiri saya istirahat, enggak ada kegiatan lain karena saya harus menjaga," kata dia.

Meski demikian, Supardi tidak menampik adanya kekhawatiran ketika menjalankan latihan mandiri. Terlebih situasi di Pekanbaru tidak jauh berbeda dengan di Bandung.

" Misalnya saya terbiasa kalau ada waktu bisa joging, keliling di luar rumah, tapi sekarang enggak bisa lakukan itu," kata dia, dikutip dari Bola.com.

Beri Komentar