(Foto: Shutterstock)
Dream - Saat mandi, sebagian besar dari kita tentu akan melepas pakaian. Dengan begitu, aurat menjadi tampak namun kita aman dari pandangan orang lain karena berada di ruang tertutup.
Ketika berada di kamar mandi, aurat kita pun hanya terlihat oleh mata kita sendiri.
Para ulama sendiri menetapkan hukum membuka aurat di kamar mandi berupa mubah atau boleh. Dengan alasan, terbukanya aurat hanya untuk kebutuhan tertentu seperti buang hajat, istinja' dan mandi.
Ketentuan ini dijelaskan dalam Kitab Kasysyaful Qina.
" Boleh membuka aurat karena ada kebutuhan seperti hendak buang hajat, istinja', dan mandi, dan tidak haram bagi seseorang melihat aurat dirinya sendiri jika membuka aurat dibolehkan, seperti hendak berobat dan lain sebagainya."
Meski aman dari pandangan orang, membuka aurat belum tentu aman dari penglihatan jin. Agar aman, maka dianjurkan membaca doa ini sebelum mandi.
بِسْمِ اللَّهِ الذي لا إِلهَ إلاَّ هُوَ
Bismillahil ladzi la ilaha illa huwa
Artinya,
" Dengan menyebut nama Allah yang tiada Tuhan selain Dia."
Sumber: Bincang Syariah
Dream – Saat kondisi junub, perempuan dan laki-laki muslim dilarang menjalankan ibadah wajib. Seperti mengerjakan sholat, memegang Alquran, berdiam diri di dalam masjid dan lain sebagainya.
Junub merupakan sebuah kondisi tubuh yang hadas besar disebabkan oleh hubungan badan (jimak), ataupun setelah seorang perempuan haid atau nifas.
Sehingga, ketika tubuh dalam keadaan hadas besar, umat Muslim wajib melakukan mandi junub (mandi wajib) supaya bisa menjalankan ibadah sholat, dan ibadah wajib lainnya.

Sumber: Shutterstock.com
Setelah bersetubuh dengan pasangan, umat muslim diwajibkan untuk melakukan mandi junub supaya boleh melakukan ibadah wajib.
Nah sebelum melaksanakan mandi junub, sebaiknya melafalkan niat mandi junub terlebih dahulu.
Berikut niat mandi junub usai bersetubuh:
“ BISMILLAHIRAHMANIRAHIM, NAWAITUL GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL ABKARI MINAL JINABATI FARDLO LILLAHI TA’ALA.”
Artinya: Dengan menyebut asma Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari jinabah (bersetubuh), wajib karena Allah Ta’ala.
Perempuan akan mengalami proses menstruasi atau hadi setiap bulannya. Jika masa haid sudah selesai, ia wajib menjalankan mandi junub dengan melafalkan niat mandi junub seperti di bawah ini:
“ BISMILLAHIRAHMANIRAHIM, NAWAITUL GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL ABKARI MINAL HAIDI FARDLO LILLAHI TA’ALA.”
Artinya: Dengan menyebut asma Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari haid, fardlu karena Allah Ta’ala.

Sumber: Pixabay.com
Selain haid dan jimak, setelah nifas atau melahirkan, kamu juga wajib mandi junub. Tata cara mandi junub usai nifas sama dengan mandi junub usai haid. Bedanya pada niat mandi junub yang dibaca.
Berikut niat mandi junub usai nifas bagi perempuan:
“ BISMILLAHIRAHMANIRAHIM, NAWAITUL GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL ABKARI MINAN NIFASI FARDLO LILLAHI TA’ALA.”
Artinya: Dengan menyebut asma Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari nifas, fardlu karena Allah Ta’ala.