Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
SU Alias Mita, Pelaku Dugaan Penipuan Setelah Menikah Dengan Sesama Jenis. (Foto: Lombok Post)
Dream - Masih ingat dengan kasus pengantin pria tertipu dengan mempelai wanita yang baru dinikahinya di Lombok Barat (Lobar), Nusa Tenggara Barat?
Kasusnya kini viral setelah korban melaporkan pelaku ke polisi. Dari pemeriksaan, fakta-fakta baru yang mengejutkan pun terungkap.
Sebelumnya, MU, 31 tahun, warga Kecamatan Kediri, melaporkan SU alias Mita, laki-laki 25 tahun asal Ampenan, atas kasus penipuan.
MU melaporkan SU karena merasa ditipu sebab tidak tahu jika istri yang dinikahinya itu ternyata seorang lelaki tulen.
Namun dalam pengakuan di depan polisi, SU bilang bahwa suaminya itu sudah tahu bahwa dia adalah laki-laki. SU bahkan tahu sebelum menikah.
"Dia tahu saya laki-laki, dia tahu saya tidak punya payudara. Dia tahu saya punya (alat kelamin laki-laki)," kata SU di hadapan penyidik.
SU kemudian bicara blak-blakan mengenai perkenalannya dengan MU. Mereka berkenalan melalui aplikasi media sosial. Tetapi itu baru pengakuan tersangka.
MU awalnya memang tidak tahu kalau SU adalah laki-laki. Setelah kenalan, MU dan SU berpacaran sejak Februari lalu.
Singkat cerita, MU beberapa kali mengajak SU untuk menikah. Namun SU selalu menolak. SU ingin perkenalan yang lebih lama agar saling memahami satu sama lain.
“Pernah saya bilang mau putus, tapi dia bilang mau bunuh diri,” kata SU.
Meski sudah sering telponan dan chattingan, MU masih belum sadar bahwa SU adalah seorang laki-laki.
MU bahkan tetap tidak menyadarinya ketika mereka bertemu untuk pertama kalinya saat akan menikah.
"Dia memang tidak tahu saya laki-laki, tapi saat pertama saya ke rumahnya, dia paksa saya berhubungan,” kata SU.
SU mengatakan mereka sebenarnya sudah tiga kali berhubungan intim sebelum akad nikah dilaksanakan.
"Setelah menikah, kami juga berhubungan intim sekali. Jadi totalnya empat kali," aku SU.
Dari situlah, akhirnya identitas SU yang berjenis kelamin laki-laki terbongkar. Sehingga pada suatu malam MU akhirnya meminta cerai.
“Dia ajak saya pulang dengan baik-baik. Bukan kabur. Saya berada di rumah MU satu minggu,” kata SU.
Sementara menurut keterangan Kasatreskrim Polres Lobar AKP Dhafid Shiddiq, pelapor mengakui ia dan SU memang pernah berhubungan intim.
"Mereka memang sempat berhubungan intim empat kali. Mohon maaf lewat dubur. Pengakuan terlapor, karena yang bersangkutan mengaku sedang datang bulan," ujar Shiddiq.
Shiddiq mengatakan MU dan Mita melangsungkan pernikahan di Desa Gelogor, Kecamatan Kediri. Mereka dinikahkan oleh kepala dusun tanpa wali nikah.
Menurut laporan, SU mengaku hidup sebatang kara dan nikah siri dengan MU. Mengenai identitas di KTP, pihak kepolisian menduga SU telah melakukan pemalsuan.
“Dia pinjam KTP seseorang atas nama Mita lalu diganti fotonya kemudian difotokopi. Sehingga saat pernikahan dia menggunakan KTP palsu,” beber Shiddiq.
Kasatreskrim mengatakan jika terlapor terbukti melakukan penipuan, maka ancaman hukumannya empat tahun penjara.
Sumber: Lombok Post
Advertisement

Memahami Apa Itu MSCI dan Dampak Klasifikasi Indonesia Sebagai Standalone Market

Danantara Itu Apa Sih? Kenali Superholding dan Negara yang Sudah Duluan Mencobanya


Shopee 11.11 Big sale Hadir dengan Beragam Keseruan, Ini 5 Cara Menikmatinya

Benarkah Otot Bisa Berubah Menjadi Lemak Jika Berhenti Olahraga? Ini Penjelasan Ahli

Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Apa Penyebabnya? Bukan Sekadar Soal Pasokan Energi

Rajin Olahraga Sejak Kecil Bisa Bikin Tubuh Lebih Hemat Energi Saat Dewasa, Studi Ungkap Alasannya