Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengimbau masyarakat untuk menyembelih hewan kurban di rumah potong. Gugus Tugas kita tengah menyiapkan ketentuan mengenai pemotongan hewan kurban tersebut.
" Jika melakukan pemotongan hewan di masjid, maka ada aturan yang harus dipersiapkan masyarakat. Kalau memang harus dilakukan di masjid, maka harus ada protokol kesehatan yang harus dipatuhi, Pemerintah sedang mempersiapkan terjemahannya," ujar Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Lilik Kurniawan, dikutip dari Merdeka.com.
Lilik mengatakan ada empat aturan yang harus dipatuhi masyarakat terkait pemotongan hewan di masjid. Pertama yaitu Standar Operasional Prosedur (SOP) berdasarkan protokol kesehatan.
Kedua, protokol kesehatan harus disosialisasikan kepada semua pihak. Baik kepada pengurus masjid, panitia kurban, hingga masyarakat terutama yang melakukan kurban.
Aturan ketiga, kesehatan orang yang datang ke tempat pemotongan harus dipastikan. Pengurus masjid diharuskan mengukur suhu tubuh masyarakat yang masuk ke tempat penyembelihan.
" Selain itu, masyarakat harus tetap menggunakan masker dan mencuci tangan," kata Lilik.
Sedangkan aturan keempat, masjid harus dilengkapi peralatan kesehatan yang cukup. Seperti termometer, fasilitas cuci tangan dengan air mengalir.
" Seluruh (aturan tersebut) akan kami sampaikan juga kepada semua pengurus masjid. Kemudian melalui semua provinsi di daerah-daerah yang dilakukan oleh Gugus Tugas di daerah masing-masing untuk menginformasikan hal tersebut," kata dia.
Mengenai pelaksanaan Sholat Idul Adha, pihaknya menunggu arahan dari Majelis Ulama Indonesia.
Advertisement

4 Ciri yang Menunjukkan Anda Termasuk Orang Tua yang Menyenangkan

Es Terooos! Betulkah Terlalu Banyak Minum Es Menyebabkan Batuk dan Pilek? Ini Penjelasan Ilmiahnya!


Kenapa Sebagian Orang Susah Bernyanyi Meski Sudah Berlatih Keras?

Musim Hujan Tiba, Kenali Bahaya Mikroplastik dari Makanan, Minuman, dan Udara

PMI Dirikan Tenda Darurat, Siswa SMPN 4 Boleng di NTT Tetap Bisa Belajar Pascagempa

Sebelum Gunting Kuku Ditemukan, Bagaimana Manusia Purba Mengatasi Kuku Panjang?