Heboh Longsor di Kemang Pratama, Ini Tanggapan Lurah

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 10 Februari 2020 10:03
Heboh Longsor di Kemang Pratama, Ini Tanggapan Lurah
Menghancurkan pagar pembatas antara perumahan dan perkampungan.

Dream - Sebuah pesan berantai di aplikasi WhatsApp beredar cepat. Pesan tersebut berisi informasi longsor di daerah Kampung Markan Rawa Roko, Kelurahan Bojong Rawa Lumbu, Rawa Lumbu, Kota Bekasi.

Lurah Bojong Rawalumbu, Budian mengatakan, longsor tersebut terjadi pada 2 Januari 2020 lalu dan menghancurkan pagar pembatas antara Perumahan Kemang Pratama dan perkampungan warga.

" Itu kejadian yang tahun baru hujan deras itu. Saya sudah survei juga ke lokasi juga," kata Budian saat dihubungi Dream, Jumat, 7 Februari 2020.

Budian mengaku, sudah mengirim mengirimkan dokumentasi dan nota dinas ke Camat Rawalumbu untuk ditindaklanjuti ke Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi.

 

1 dari 5 halaman

Rumah Dalam Kondisi Aman

Korban longsor di Kemang Pratama, Kota Bekasi (Foto: Istimewa)© Istimewa

Korban longsor di Kemang Pratama, Kota Bekasi (Foto: Istimewa)

Meski demikian, kata dia, rumah yang berada di atas longsoran tersebut masih dalam kondisi aman. Hanya saja, warga khawatir kalau hujan deras akan terjadi longsor yang lebih parah.

" Kalau rumah-rumah yang rusak nggak ada. Hanya tembok longsor, yang penting agar segera diperbaiki agar tidak sampai longsor kembali. Karena di atas itu kan ada rumah," kata dia.

Menurutnya, tim DBMSDA juga sudah datang ke lokasi untuk survei. Budian mengatakan, ada beberapa rumah yang berada di dekat lokasi longsor.

2 dari 5 halaman

Kehujanan Pantau Longsor Bogor, Jokowi Pakai Jas Hujan Plastik Rp10.000

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau lokasi longsor di Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya Bogor, Jawa Barat. Dalam kunjungan itu, Jokowi sempat basah-basahan karena tidak adanya payung.

Dilaporkan laman Setkab, seorang warga berinisiatif memberi presiden jas hujan berwarna hijau yang diserahkan Pasukan pengamanan presiden (paspampres) kepada Jokowi. Jas hujan plastik itu biasanya dijual di pinggir jalan dengan harga Rp 10.000.

Untuk beberapa saat Jokowi mengenakan jas hujan pemberian warga untuk meninjau lokasi bencana longsor.

Sementara itu, sneakers yang digunakan mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun dipenuhi lumpur. Sebab, jalan di sekitar lokasi cukup berlumpur dan licin. 

Jokowi melepas jas hujan pemberian warga saat hujan sudah mereda.

Sebelumnya diberitakan, kunjungan Jokowi ke desa Harkat Jaya terbilang mendadak. Kunjungan itu dilakukan saat Jokowi menjalani perjalanan ke Lebak, Banten. Jokowi membagikan acara kunjungan tersebut di Instagram pribadinya.

Jokowi mengatakan, mampir ke Sukajaya untuk memantau pembukaan akses jalan agar permukiman warga tak terisolir.

" Saya menyambangi Desa Harkat Jaya untuk melihat langsung pekerjaan pembukaan akses jalan yang tertimbun longsor, penanganan warga terdampak bencana, serta proses distribusi bantuan," tulis Jokowi di Instagram pribadinya @jokowi, Selasa, 7 Januari 2020.

Dalam foto yang dia unggah, tampak hujan menyambut kedatangan Jokowi. Dia harus menutupi kepalanya dengan tas.

3 dari 5 halaman

Jokowi Tinjau Akses Jalan

Saat Presiden Jokowi Hujan-hujanan Tinjau Kecamatan Sukajaya© MEN

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, mengatakan, Jokowi mengunjungi Kantor Desa Harkat Jaya yang menjadi lokasi pos bantuan bagi warga terdampak banjir dan longsor. Di sana, Jokowi memberikan paket bantuan.

Dalam perjalanan menuju Kantor Desa Harkat Jaya tampak beberapa ruas jalan yang baru dibuka karena tertutup akibat longsor. Dilaporkan Setkab, Jokowi sempat meninjau proses pembukaan akses jalan yang tertimbun longsor dan berlokasi tidak seberapa jauh dari kantor desa.

Usai meninjau lokasi tersebut, Jokowi melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, untuk memastikan penanganan bagi para warga terdampak banjir di sana juga berjalan dengan baik.

Sehari sebelumnya, dalam sidang kabinet paripurna, Jokowi telah menginstruksikan jajaran terkait untuk turun langsung ke lapangan dalam melakukan penanganan banjir yang terjadi di beberapa wilayah. " Seluruh kementerian yang berkaitan dengan banjir benar-benar terus terjun ke bawah," kata dia.

4 dari 5 halaman

Ingatkan Kepala Daerah Bahaya Bencana, Jokowi: `Tak Usah Saya Ulang-Ulang`

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mengingatkan kepala daerah agar waspada dan mengantisiapi datangnya bencana.

“ Ada persiapan, ada perencanaan, ada persiapan evakuasi,” kata Jokowi, di laman Setkab, Senin, 6 Januari 2019.

Jokowi juga meminta kepada TNI/Polri, Basarnas, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar secepatnya bisa membantu ke lapangan.

“ Agar perintah tidak usah saya ulang-ulang lagi,” kata dia.

Mengenai jumlah korban banjir di sejumlah wilayah, Jokowi memerintahkan seluruh kementerian agar terjun dan membantu masyarakat.

“ Baik yang berkaitan dengan kesehatan berarti Menteri kesehatan, yang berkaitan dengan bantuan-bantuan, berarti Menteri Sosial. Yang berkaitan dengan bantuan-bantuan, mungkin juga di Kementerian BUMN yang bisa menggerakkan BUMN, agar bergerak. Meskipun saya lihat semuanya sudah bergerak tapi ini saya ingatkan lagi,” ucap dia.

5 dari 5 halaman

Jokowi Takkan Tawar-menawar dengan China Soal Natuna

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan tidak ingin ada tawar menawar dengan China mengenai kedaulatan Indonesia di Laut Natuna. Jokowi menegaskan hal itu di depan para menteri Kabinet Indonesia Maju.

" Tidak ada yang namanya tawar-menawar mengenai kedaulatan, mengenai teritorial negara kita," kata Jokowi, Senin, 6 Januari 2019.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi menegaskan penolakan China terhadap wilayah Natuna.

" Indonesia tidak pernah akan mengakui nine dash line, klaim sepihak yang dilakukan oleh Tiongkok yang tidak memiliki alasan hukum yang diakui oleh hukum internasional, terutama UNCLOS 1982," kata Retno.

Retno mengatakan, kapal-kapal milik nelayan China telah melakukan pelanggaran di wilayah Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia sesuai UNCLOS 1982.

" Tiongkok merupakan salah satu party dari UNCLOS 1982. Oleh karena itu, merupakan kewajiban bagi Tiongkok untuk menghormati implementasi dari UNCLOS 1982," ucap dia.

Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham

Beri Komentar