Indonesia Batal Haji, Malaysia Malah Dapat Tambahan Kuota, Cek Faktanya!

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 4 Juni 2021 17:57
Indonesia Batal Haji, Malaysia Malah Dapat Tambahan Kuota, Cek Faktanya!
Pemerintah telah membatalkan keberangkatan jemaah haji tahun ini. Berembus isu Malaysia malah dapat kuota tambahan dari Saudi.

Dream - Keputusan Pemerintah membatalkan keberangkatan jemaah haji tahun ini kembali memicu beragam tanggapan. Meski banyak yang memahami, ada juga pihak yang mengkritisi.

Bahkan tersebar narasi yang menyatakan negara tetangga, Malaysia, justru mendapat tambahan kuota haji dari Kerajaan Arab Saudi. Narasi itu digaungkan bersamaan dengan desakan agar Pemerintah kembali meloby Saudi.

Isu ini diungkapkan Menteri Komunikasi dan Informatika era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Tifatul Sembiring. Lewat Twitternya, politisi PKS ini berkomentar atas keputusan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang membatalkan keberangkatan jemaah haji.

Dia meminta Gus Yaqut kembali membujuk Saudi. Namun, Tifatul juga menyinggung tambahan kuota yang didapat Malaysia.

" Coba lobby diplomasi dg Saudi dulu, pak Menteri. Memang kuota dibatasi, ajak bicara mrk. Kasihan yg sudah antri 10 tahun dsb. Rukun Islam ke 5 ini. Malaysia malah dapat quota tambahan, kok bisa...," demikian cuitan Tifatul.

Tetapi, apakah benar Malaysia mendapatkan tambahan kuota haji? Jika benar, apakah untuk musim haji tahun ini?

 

1 dari 4 halaman

Kenyataannya...

Pada awal Maret 2021, Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin, mengungkapkan negaranya memang mendapat tambahan kuota haji dari Saudi sebanyak 10 ribu. Tetapi, tambahan tersebut baru bisa digunakan ketika musim haji sudah normal atau pandemi telah berakhir.

Muhyiddin menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di Istana Al Yamamah di Riyadh, Saudi. Kepastian itu dia dapat setelah berbincang langsung dengan Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohamed bin Salman.

" Ini kabar bagus. Satu-satunya hal yang kita kami harapkan yaitu kuota penuh (untuk jemaah haji Malaysia) akan dipenuhi oleh Arab Saudi, tidak hanya untuk Malaysia tapi juga negara-negara lain," kata Muhyiddin, dilaporkan New Straits Times.

Muhyiddin juga menjelaskan Saudi akan menggelar ibadah haji tahun ini dengan jumlah jemaah yang sedikit. Dia memahami jika tahun lalu Saudi hanya membolehkan jemaah dari dalam negeri melaksanakan haji, baik warga Saudi maupun ekspatriat.

" Ketika saya di Mekah dan Madinah, saya melihat begitu ketatnya otoritas dalam mengelola jemaah dengan tujuan menekan penyebaran virus, jadi saya mengerti begitu kondisi ini," kata dia.

2 dari 4 halaman

Indonesia Disebut Batal Kirim Jemaah Haji karena Utang ke Saudi, Ini Kata Menag

Dream - Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, mengatakan bahwa berita yang menyebut batalnya pengiriman jemaah haji 2021 gara-gara Indonesia punya utang akomodasi ke Arab Saudi adalah hoaks. Dia menegaskan Indonesia sama sekali tak punya utang.

" Indonesia ini tidak punya utang atau tagihan yang belum dibayar terkait haji, jadi info itu 100 persen hoaks atau berita sampah semata, tidak usah dipercaya," ujar Gus Yaqut dalam konferensi pers di Gedung Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis 3 Juni 2021.

Menurut Gus Yaqut, calon jemaah haji 1441 H/2020 M baik reguler maupun khusus yang sudah melakukan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) akan menjadi calon jemaah haji tahun 1443 H/2022 M. Kemenag juga membuka opsi jemaah dapat meminta kembali BPIH tersebut namun bukan dana setoran awal.

" Jadi bisa diambil kembali dan atau bisa tetap di BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji) untuk kita perhitungkan nanti jika ada pemberangkatan ibadah haji," kata Gus Yaqut.

3 dari 4 halaman

Disimpan di Bank-bank Syariah

Kepala BPKH, Anggito Abimanyu, mengatakan, untuk tahun 2020 tercatat 196.865 jemaah haji reguler melakukan penulasan biaya haji. " Dana yang terkumpul semuanya, baik setoran awal dan setoran lunas adalah Rp7,05 triliun," kata Anggito.

Untuk haji khusus 2020, terdapat 15.084 jemaah yang melakukan pelunasan. Dari kuota khusus ini, BPKH mencatat dana yang terkumpul mencapai US$120,67 juta (setara Rp1,72 triliun).

" Tahun itu pula ada 569 jemaah yang membatalkan, jadi hanya 0,29 persen. Kemudian haji khusus yang membatalkan 162, jadi hanya 1 persen," terang Anggito.

Selanjutnya, Anggito menjelaskan seluruh dana tersebut saat ini disimpan serta diinvestasikan di bank-bank syariah dengan prinsip syariah yang aman. " Perlu kami tegaskan bahwa seluruh dana yang kami kelola aman," ucap dia.

4 dari 4 halaman

Masyarakat Diminta Tak Khawatir

Pada kesempatan tersebut pula, Ketua Komisi VIII DPR, Yandri Susanto, menegaskan berita yang menyebut Indonesia masih punya utang ke Saudi terkait haji, baik penginapan, katering dan sebagainya adalah bohong.

" Dana haji sangat aman, aman, aman, dan aman," kata dia.

Dia pun meminta masyarakat tidak khawatir. Yandri juga menjelaskan pembatalan haji tahun ini murni karena pertimbangan masih terjadinya pandemi Covid-19 dan belum ada keputusan pasti dari Saudi.

" Tidak perlu risau, tidak perlu gundah gulana karena pembatalan haji ini intinya uang yang bapak ibu setorkan itu sangat aman," kata dia.

Beri Komentar