Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Aksi pembunuhan seorang pria menggegerkan masalah Jember, Jawa Timur. Pelaku bernama Iwan mengumumkan aksinya menghabisi penjaga malam SPBU Jambearum, Kecamatan Puger bernama Tumin, melalui pengeras suara masjid.
Iwan mengumumkan aksi pembunuhan itu sesaat sebelum sholat Subuh dimulai. Dia bahkan sempat melentunkan azan sholat di dini hari tersebut.
" Ketika subuh tadi, Iwan ini tiba-tiba azan di masjid. Lalu selawatan kemudian mengumumkan bahwa Pak Tumin baru saja meninggal dan sayalah yang membunuh," ujar Elis Suprihatin, tetangga depan rumah korban, dilaporkan Merdeka.com, Rabu, 9 Oktober 2019.
Sambil mengakui perbuatan sadisnya, Iwan tak lupa mendoakan Tumin. Dia meminta maaf telah kepada warga karena telah membunuh Tumin.
" Terus dia bilang begini: semoga segala dosa Pak Tumin diampuni oleh Allah SWT dan aku Iwan minta maaf kepada semua saudaraku di desa ini," kata Elis menirukan Iwan.
Aksi Iwan rupanya masih berlanjut setelah sholat subuh. " Dia menabuh gendang milik masjid, sambil teriak-teriak, nggak jelas. Kayak orang gila itu," ujar dia.
Setelah itu, Iwan pun pergi ke Polsek Puger untuk menyerahkan diri.
" Setelah sholat subuh, pelaku datang ke polsek. Kemudian, anggota SPKT bersama Unit Reskrim Polsek Puger langsung menuju ke TKP," ujar AKP Ribut Sugiarto.
Di TKP yakni SPBU Jambearum, polisi menemukan jenazah korban bersimbah darah. Diduga karena luka yang parah, korban langsung meninggal seketika di lokasi.
" Ada lima luka bacok yang kita temukan," ucap Ribut.
Polisi langsung membawa jenazah roban ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Balung guna menjalani otopsi. " Kita masih mendalami motif pelaku melakukan aksi tersebut," kata Ribut.
Sumber: Merdeka.com
Dream - Satu keluarga di Kampung Gegeneng, Desa Sukadalem, Serang, Banten, menjadi korban pembunuhan. Ayah dan anak di keluarga itu meninggal dunia, sementara sang ibu dalam kondisi kritis.
" Yang masih kritis itu ibu di RSUD Cilegon," ujar Kasatreskrim Polres Serang Kota, AKP Ivan Adhitira, dikutip dari Merdeka.com, Selasa 13 Agustus 2019.
Korban meninggal dunia itu Rustadi dan anaknya yang masih berusia empat tahun. Sementara istri Rustadi, Sadiah, masih menjalani perawatan di rumah sakit karena menderita luka tusuk di punggung.
Peristiwa sadis itu diduga terjadi sekitar pukul 00.00-05.00 WIB. Korban ditemukan sudah bersimbah darah oleh temannya pada pukul 07.30 WIB. Hingga kini, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
" Tim identifikasi masih melakukan olah TKP dan meminta keterangan keluarga korban apakah ada barang yang hilang," kata Ivan.
Dream - Polisian telah menangkap HS, tersangka pembunuhan satu keluarga di Jalan Bojong Nangka 2, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat. HS mengaku nekat membunuh Diperum Nainggolan, istri dan dua anaknya karena sakit hati.
Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Wahyu Hadiningrat, mengatakan, HS memiliki hubungan keluarga dengan korban, diminta untuk mengelola usaha indekostnya.
" Beberapa waktu lalu pengelolaannya adalah pelaku ini dan kemudian ketika pelaku main ke rumahnya, sering dihina oleh korban, itu pengakuannya," kata Wahyu di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat 16 NOvember 2018.
Wahyu menjelaskan, karena sakit hati, HS menyusun rencana untuk menghabisi nyawa Diperum Nainggolan. Pada Senin 12 November 2018 malam, HS bertamu dengan Diperum Nainggolan seperti biasa.
Ketika itu, HS langsung menghabisi nyawa korban dengan linggis. " Jadi begini, kalau hasil otopsi itu secara rinci belum keluar. Tapi kami bisa sampaikan bahwa berdasarkan olah TKP, korban yang dibunuh dengan menggunakan linggis itu adalah suami istri. Tapi yang di anaknya itu tidak ada luka dari linggis," ujar dia.
Saat terjadi pembunuhan kepada orangtuanya, sang anak bangun dan menanyakan apa yang terjadi. Kedua anak malang itu akhirnya turut dibunuh.
" Karena saat kejadian anak itu bangun mengetahui. Dan sempat bertanya, ada apa om dengan orang tua saya'," kata Wahyu.
Akibat perbuatannya, HS terancam hukuman mati. " Pasal yang diterapkan adalah Pasal 365 ayat 3 kemudian 340 dan 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati," ujar Wahyu.