Imam Besar Al Azhar Kecam Larangan Berpuasa di Tiongkok

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 22 Juni 2015 09:30
Imam Besar Al Azhar Kecam Larangan Berpuasa di Tiongkok
Syeikh Ahmed Al Tayeb menyatakan pihaknya menolak larangan tersebut, didukung oleh sejumlah komunitas internasional.

Dream - Imam Besar Al Azhar, Syeikh Ahmed Al Tayeb mengecam pelarangan menjalankan puasa oleh Pemerintah Tiongkok bagi Muslim Xinjiang. Pernyataan tersebut secara resmi dikeluarkan pada Jumat, 19 Juni 2015.

" Al Azhar dan Imam Besar Ahmed Al Tayeb mengutuk Pemerintah Tiongkok yang melarang Muslim berpuasa dan menerapkan ritual keagamaannya sepanjang Ramadan di beberapa daerah di Xinjiang," ujar juru bicara Masjid Al Azhar, dikutip Dream.co.id dari arabnews.com, Senin, 22 Juni 2015.

Dalam pernyataan tersebut, Tayeb juga mengecam segala bentuk tindakan diskriminasi yang selama ini dijalankan pemerintah Tiongkok. Pernyataan tersebut mendapat dukungan dari komunitas internasional, termasuk Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) dan kelompok aktivis Hak Asasi Manusia (HAM).

" Al Azhar menolak segala bentuk praktik tekanan terhadap Muslim Uighur di Tiongkok yang membatasi hak-hak beribadah dan kebebasan pribadi mereka," bunyi kecaman tersebut.

Praktik pembatasan hak beribadah termasuk puasa ketika Ramadan kepada Muslim Xinjiang kerap dilakukan oleh pemerintah Tiongkok. Kebijakan itu dibuat dengan alasan untuk mencegah terorisme.

Kelompok pembela Muslim Uighur mengatakan pembatasan hak ini telah memicu ketegangan. Ratusan orang tewas dalam bentrokan yang terjadi antara Muslim dengan petugas keamanan beberapa tahun terakhir.

 

Beri Komentar