Alasan Eks Jubir KPK Febri Diansyah Mau Jadi Pengacara Putri Candrawathy, Istri Ferdy Sambo

Reporter : Nabila Hanum
Rabu, 28 September 2022 12:35
Alasan Eks Jubir KPK Febri Diansyah Mau Jadi Pengacara Putri Candrawathy, Istri Ferdy Sambo
"Ya, saya memang diminta bergabung di tim kuasa hukum perkara tersebut sejak beberapa minggu lalu," kata Febri.

Dream - Mantan juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah, mengaku telah menjadi salah satu tim kuasa hukum istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

" Ya, saya memang diminta bergabung di tim kuasa hukum perkara tersebut sejak beberapa minggu lalu," kata Febri saat dikonfirmasi, Rabu 28 September 2022.

Febri Diansyah menyanggupi bergabung menjadi tim kuasa hukum Putri Candrawathi usai mempelajari perkara dan bertemu langsung dengan istri mantan Kadiv Propam Polri itu. Dia berjanji akan menangani kasus yang menjerat Putri secara objektif.

1 dari 6 halaman

" Saya akan dampingi seca objektif. Jadi, sebagai advokat saya akan dampingi perkara Bu Putri secara objektif dan faktual," katanya.

Selain Febri, dalam undangan jumpa pers mengenai kasus Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi yang beredar juga ada nama Rasamala Aritonang yang merupakan mantan pegawai KPK, turut bergabung menjadi tim kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

" Jadi, sebagai Advokat saya akan dampingi perkara Bu Putri secara objektif dan faktual. Informasi lebih lanjut nanti akan disampaikan pada konferensi pers sore ini," ujarnya.

Sumber: liputan6.com

2 dari 6 halaman

Ferdy Sambo Sempat Kasih Uang ke Bripka RR Usai Penembakan, tapi Diambil Lagi

Dream - Ferdy Sambo disebut sempat memberikan uang kepada Bripka RR alias Ricky Rizal. Uang diberikan setelah penembakan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat.

" Ini kan (uang) setelah skenario Sambo menyampaikan bahwa ini ada uang," kata Kuasa Hukum Bripka RR, Erman Umar.

Peristiwa ini terungkap dalam BAP Bripka RR. Dalam BAP itu, Sambo disebut memberikan uang dengan dalih berterima kasih sudah menjaga istrinya, Putri Candrawathi.

" Kalimatnya dalam BAP (Berita Acara Pemeriksaan Bripka RR) yang saya baca itu 'Karena Kalian Sudah Menjaga Ibu'. 'Nih ada uang' tetapi kalimatnya bukan ini. Dalam BAP yang saya baca itu karena dia sudah menjaga ibu, bukan karena masalah (pembunuhan berencana)," kata Umar.

3 dari 6 halaman

Namun demikian, Umar tidak menutup kemungkinan apabila keterangan yang disampaikan Bripka RR terkait pemberian uang itu disanggah dalam BAP Ferdy Sambo.

" Tapi itu bisa saja (berbeda). Itu Sambo bisa seperti itu, pasti beda-beda itu dalam BAP," terangnya.

Meski begitu, Erman memastikan uang tersebut tidak diterima oleh Bripka RR. Karena ketika disodorkan, uang tersebut langsung diambil kembali oleh Ferdy Sambo dan baru akan diberikan apabila kasus dihentikan.

" Tapi sudah diambil lagi sama Pak Sambo karena seolah-olah untuk perkembangan kasusnya lihat nanti. Untuk SP3 atau apalah (uang itu). Tapi disebut juga Pak Sambo kan enggak ngakuin. Waktu rekonstruksi seingat saya agak beda," ujarnya.

Sumber: liputan6.com

4 dari 6 halaman

Pengacara Bharada E Tuding Ferdy Sambo Janjikan Uang Setelah Penembakan Brigadir J

Dream - Pengacara Bharada E, Deolipa Yumara, mengungkap kliennya pernah dijanjikan uang oleh Irjen Ferdy Sambo jika menjalankan perintah menembak Brigadir J. Fakta berupa janji itu disampaikan Ferdy usai peristiwa penembakan.

" Misalnya ada iming-iming uang, iming-iming uang setelah terjadinya peristiwa pidana. Bukan sebelumnya," ujar Deolipa, dikutip dari Liputan6 SCTV dari akun Youtubenya, Rabu 10 Agustus 2022.

Deolipa mengatakan janji uang yang disampaikan setelah penembakan dilakukan ternyata tak pernah direalisasikan.

" Uangnya tidak dikasih, dijanjikan saja," tambahnya.

Menurut Deolipa Polisi kemungkinan sudah mengungkap fakta skenario yang dirancang Ferdy Sambo dalam kasus penembakan Brigadir J. Namun, dia meyakini masih banyak fakta yang belum terungkap.

Dia berharap, proses penyelidikan mampu membuka tabir gelap motif dan fakta lain di balik kasus ini.

" Ceritanya belum lengkap. Baru Ferdy Sambo jadi tersangka, masih banyak lagi," ucapnya.

5 dari 6 halaman

Sebelumnya, Irjen Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigaidr J. 

Penetapan Ferdy Sambo sebagai tersangka setelah tim khusus (timsus) Polri melakukan pemeriksaan maraton sejak kasus kematian Brigadir J mencuat ke publik pertengahan 11 Juli 2022 lalu.

Dari hasil penyelidikan Timsus Polri, dipastikan tidak ada peristiwa baku tembak antara Brigadir J dan Bharada E. Fakta yang terungkap adanya rekayasa dilakukan Ferdy Sambo.

6 dari 6 halaman

Mantan Kadiv Propam itu merencanakan dan membuat peristiwa seolah terjadi tembak menembak di rumah dinasnya.

Selain itu, Ferdy Sambo juga memerintahkan Bharada E menembak Brigadir J. Penembakan menggunakan senjata Brigadir Ricky Rizal (RR).

Bharada E berperan mengeksekusi Brigadir J sesuai perintah Ferdy Sambo. Sedangkan Brigadir RR turut membantu dan menyaksikan penembakan Brigadir J.

Kedua ajudan Ferdy Sambo itu sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka kematian Brigadir J. Bharada E ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J dan dijerat pasal 338 KUHP junto 55 dan 56.

Sementara Brigadir RR, dipersangkakan Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP tentang pembunuhan berencana. Keduanya saat ini ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

Beri Komentar