© MEN
Dream - Ada malam yang dianggap paling baik dibanding malam lainnya. Malam ini penuh berkah dan ampunan, yang disebut dengan 'lailatul qadar' di saat Ramadan.
Namun tidak ada yang tahu kapan tepatnya malam itu turun dan siapa yang bisa merasakan kehadirannya? Jawabannya, hanya Allah Swt yang tahu.
Saking mulianya, kehadirannya pun selalu ditunggu umat muslim. Karena tidak ada yang mengetahui secara pasti kedatangannya. Kita pun dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, terutama di malam 10 hari terakhir Ramadan. Seperti halnya Rasulullah Saw yang meningkatkan ibadahnya.
Dalam sebuah riwayat, ‘Aisyah bertanya kepada Rasulullah tentang malam lailatul qadar, dan Rasulullah Saw menganjurkan sebuah doa berikut ini.
يارسول اللَّه إن علمتُ ليلة القدر ما أقول فيها؟ قال: قُولي: اللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فاعْفُ عَنِّي
" Aisyah pernah berkata, ‘Wahai Rasulullah, andaikan aku mengetahui lailatul qadar, apa yang bagus aku baca?’ Rasulullah menjawab, ‘Bacalah Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni’ (Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku)." (HR: al-Tirmidzi, al-Nasai, Ibnu Majah), dikutip dari Islami.co.
Berdasarkan hadis tersebut, kita dianjurkan memperbanyak baca doa:
" Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni’"
Artinya: Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku.
Karena kita tidak mengetahui kepan waktu persis lailatul qadar, doa di atas boleh dibaca setiap hari selama bulan Ramadan.
Berikut jadwal imsak 20 Ramadan atau Jumat 22 April 2022 untuk kota Jakarta dan 4 kota lainnya.




Jadwal imsak di seluruh kota Indonesia juga bisa diakses di laman Kementerian Agama.

Advertisement


Buang bin Muhammad Ali alias Ali Wallace, Asisten Alfred Russel Wallace yang Terlupakan

Beda Tenis, Padel, dan Squash: Mengenal Tiga Olahraga Raket yang Sering Tertukar

Apa Makna SPL pada Parfum? Ini yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli


Sembelit pada Balita: Penyebab dan Cara Mengatasinya secara Alami

Konsep Moral Ambition dari Rutger Bregman: Ketika Ambisi Tidak Lagi Diukur dari Jabatan dan Kekayaan