Jokowi Beli Dua Sapi 'Lembu Suro' Boyolali untuk Kurban

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 7 Agustus 2019 14:10
Jokowi Beli Dua Sapi 'Lembu Suro' Boyolali untuk Kurban
Bobotnya mencapai 1,3 ton per ekor.

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memesan dua ekor sapi ukuran jumbo sebagai hewan kurban di Hari Idul Adha 1440 Hijriah. Dua sapi tersebut dibeli dari peternak di Dukuh Pilangsari, Desa Potronayan, Kecamatan Nogosari, Boyolali, Jawa Tengah.

Peternak penggemukan sapi `Lembu Suro`, Andi Saputro, mengatakan, ada utusan Presiden Jokowi yang sempat ke peternakannya untuk mencari sapi kurban.

Setelah melihat-lihat, dua utusan itu memilih dua ekor sapi ukuran jumbo. Dua sapi tersebut akan menjadi hewan kurban di dua masjid di Surakarta, Jawa Tengah.

" Dua ekor sapi kurban pesanan dari Pak Jokowi itu, akan dikirim satu ekor di Masjid Agung Solo, dan satu ekor lainnya untuk dikurbankan di Masjid Al Wustho barat, Pura Mangkunegaran, Solo," ujar Andi, dikutip dari Merdeka.com, Rabu 7 Agustus 2019.

1 dari 5 halaman

Harganya

Andi mengatakan, dua sapi pilihan Jokowi tersebut berbobot 1,3 ton dan 1,1 ton.

" Dua ekor sapi pesanan Pak Jokowi, yakni jenis simental dengan ukuran berat jumbo, 1,3 ton per ekornya dengan harga Rp100 juta, sedangkan satu lainnya 1,1 ton di bawah Rp100 juta per ekor," kata Andi.

Menurut Andi, usaha penggemukan sapi miliknya awalnya bermodal empat sapi. Hingga saat ini, dia memiliki 132 ekor sapi yang terbagi di dua peternakan di Boyolali.

Harga hewan sapi yang termurah dijual sekitar Rp22 juta dan termahal sekitar Rp100 juta per ekor jenis simental dan limosin.

" Saya bangga dan senang dapat melayani pesanan untuk hewan kurban dari Presiden Jokowi. Usaha peternakan penggemukan sapi Lembu Suro Desa Potronayan ini bisa menjadi terkenal dan banyak pesanan," kata dia.

Sumber: Merdeka.com/Raynaldo Ghiffari Lubabah

2 dari 5 halaman

Jokowi Kurban Sapi 1 Ton di Kantor PP Muhammadiyah

Dream - Presiden Joko Widodo berkunjung ke kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Menteng, Jakarta, pagi ini. Dalam kunjungan itu, Jokowi menyerahkan dua ekor sapi kurban.

Dikutip dari merdeka.com, Jokowi tiba di Gedung Dakwah Muhammadiyah sekitar pukul 08.43 WIB. Dia mengenakan kemeja batik dan kopiah hitam.

Sapi Jokowi© merdeka.com

Sapi kurban Jokowi (Foto: Merdeka.com)

Kehadiran Jokowi disambut oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nasir. Bersama Jokowi, turut hadir beberapa pejabat seperti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, dan Koordinator Staf Khusus Presiden, Teten Masduki.

Jokowi kurban sapi© merdeka.com

Ukuran sapi Jokowi begitu besar (Foto: Merdeka.com)

Mensesneg, Pratikno, mengatakan satu sapi yang dikurbankan Jokowi memiliki bobot yang sangat besar.

" Satu ton lebih, tapi lebihnya saya lupa," kata Pratikno.

3 dari 5 halaman

Sebentar Lagi Idul Adha, Lebih Baik Kurban atau Akikah Dulu?

Dream - Kurang dari sebulan, kita akan menyambut Hari Raya Idul Adha. Bersamaan dengan hari raya ini, terdapat anjuran untuk melaksanakan kurban.

Amalan setiap hari raya Kurban ini dihukumi sunah. Pelaksanaannya yaitu dengan menyembelih seekor kambing untuk satu orang atau seekor sapi untuk tujuh orang.

Syariat kurban dilaksanakan mulai tanggal 10 hingga 13 Zulhijah. Orang berkurban berhak atas sepertiga daging kurbannya dan sisanya dibagikan kepada orang lain.

Terdapat pemahaman di masyarakat yang mengutamakan akikah dengan kurban. Bahkan sampai ada anggapan kurban tidak akan sah jika akikah belum dilaksanakan.

Lantas, mana yang harus didahulukan antara kurban dan akikah jika waktu yang terdekat adalah Idul Adha?

 

4 dari 5 halaman

Perbedaan Kurban dengan Akikah

Dikutip dari NU Online, terdapat persamaan antara akikah dengan kurban. Dua amalan ibadah ini sama-sama berhukum sunah, dan sama-sama menyembelih hewan.

Perbedaannya terletak pada waktu pelaksanaannya. Kurban dilaksanakan dalam waktu terbatas yaitu pada bulan Zulhijah saja, sedangkan akikah pada saat ada bayi lahir dan dianjurkan pada hari ketujuh.

Akikah merupakan hak seorang anak kepada atas orangtuanya. Sehingga, anjuran ibadah ini sangat ditekankan kepada orangtua bayi dengan kelapangan rizki untuk sekadar berbagi kebahagiaan.

Para ulama memberikan kelonggaran pelaksanaan akikah yaitu ketika bayi berusia tujuh hari hingga sudah akil baligh. Apabila tidak ada rezeki yang cukup, orangtua bisa menunda akikah hingga anaknya baligh.

Apabila sudah baligh namun orangtua belum juga mampu, maka sunah akikah dibebankan kepada anaknya. Si anak bisa melakukan akikah sendiri atau bisa meninggalkannya.

5 dari 5 halaman

Lebih Baik Kurban Dulu

Sementara terkait mana yang lebih dulu dilaksanakan antara kurban dan akikah saat Idul Adha, maka yang didahulukan adalah kurban. Ini mengingat waktu pelaksanaan kurban yang terbatas.

Sementara jika ingin melaksanakan keduanya dalam satu waktu, Syeikh An Nawawi Al Bantani dalam kitab Tausyikh menjelaskan hal itu tidak bisa dilakukan. Dia mengutip pendapat dari Ibnu Hajar.

" Ibnu Hajar berkata, 'Seandainya ada seseorang menginginkan dengan satu kambing untuk kurban dan akikah, maka hal ini tidak cukup."

Berbeda dengan pandangan Imam Ar Ramli yang membolehkan dua niat dalam satu amalan menyembelih hewan yaitu niat kurban dan akikah. Konsekuensinya terletak pada pembagian dagingnya.

Daging kurban lebih baik dibagikan dalam bentuk belum diolah atau masih mentah. Sementara akikah dibagikan dalam kondisi siap santap.

Sumber: NU Online

Beri Komentar