Kasihan, Sang Juara Azan 6 Tahun Dikerangkeng di Sawah

Reporter : Puri Yuanita
Senin, 18 April 2016 13:02
Kasihan, Sang Juara Azan 6 Tahun Dikerangkeng di Sawah
"Kadang kalau azan anak saya ketika dalam pasungan suka mengikuti azan," tutur sang ibu.

Dream - Nasib tak beruntung dialami Dadan Danil. Pria warga Kampung Selakaso Desa Selawangi Kecamatan Sariwangi ini dikerangkeng di tengah sawah oleh orangtuanya sejak enam tahun yang lalu.

Dadan terpaksa dibelenggu dalam kurungan besi lantaran mengalami gangguan jiwa dan sering mengamuk. Menurut sang ayah, Solihin (60 tahun), anaknya mengalami gangguan jiwa bukan bawaan sejak lahir.

Dadan dulu pernah berjualan bakso gerobak di Karawang. Usahanya berjalan sukses. Namun, 6 tahun silam, pria berusia 34 tahun itu mendadak mengeluh pusing dan sakit kepala. Ia pun pulang ke kampung halamannya.

Setelah berada di rumah, Dadan sering mengamuk. Rumah dirusak, bahkan menyerang warga. Karena itu, dengan terpaksa Solihin mengurung Dadan di tengah sawah. Solihin tak pernah mencoba memeriksakan kondisi anaknya ke dokter lantaran tak memiliki biaya.

Namun pada 15 April 2016 lalu, atas inisiatif masyarakat Desa Selawangi dan UPTD Puskesmas Sariwangi, Dadan dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Jawa Barat, Cisarua, Bandung.

Ibunda Dadan, Uum (59 tahun) menceritakan, di masa kecilnya, Dadan pernah membanggakan orangtua. Dia pernah meraih juara lomba azan. Ia pun merupakan anak yang rajin berolahraga.

" Kadang kalau azan anak saya ketika dalam pasungan suka mengikuti azan," tutur Uum seperti dikutip dari Radartasikmalaya.com.

Uum senang anaknya bisa dibawa ke RSJ Bandung. " Mudah-mudahan setelah dibawa ke rumah sakit dan dirawat di sana sembuh," katanya.

Dari hasil pemeriksaan, Dadan mengalami gangguan jiwa akibat berbagai macam faktor. Seperti psikologis, ekonomi, dan lingkungan. " Sementara faktor turunan tidak ada," terang Kepala UPTD Puskesmas Kecamatan Sariwangi, H Duani SKep.

1 dari 4 halaman

Begini Kondisi Setan Saat Azan Berkumandang

Begini Kondisi Setan Saat Azan Berkumandang © Dream

Dream - Setan adalah musuh nyata manusia yang akan selalu menggoda kepada jalan yang sesat. Mereka akan melakukan berbagai cara agar keturunan Nabi Adam As bersamanya ke neraka pada hari kiamat kelak.

Setiap saat setan senantiasa melakukan siasat untuk menggoda manusia. Waktunya dihabiskan untuk membuat manusia melupakan Allah SWT. Namun ada waktu dimana setan berhenti menggoda bahkan lari tidak berdaya.

Yakni saat muazin mengumandangkan azan. Ternyata azan bukan perkara sederhana bagi setan. Mereka akan mengalami kondisi buruk ketika panggilan salat ini diserukan. Seperti apa kondisi setan saat azan berkumandang?

Azan merupakan panggilan Allah untuk para hamba melaksanakan Ibadah salat lima waktu. Ini adalah panggilan umum yang akan Allah perdengarkan kepada siapa yang Dia kehendaki dari makhluk-Nya, termasuk dari golongan setan.

Saat azan dikumandangkan, setan melarikan diri bahkan sampai terbirit-birit menghindari diri dari mendengarkan azan. Mereka begitu takut mendengar seruan tersebut.

" Apabila panggilan salat (azan) dikumandangkan maka setan akan lari sambil kentut hingga dia tidak mendengarkan adzan lagi" (HR. Al Bukhari dan Muslim)

" Apabila panggilan salat dikumandangkan, maka setan akan lari terbirit-birit sambil terkentut-kentut hingga ia tak lagi mendengar (suara) azan tersebut..." [HR. Darimi No.1178].

Lalu mengapa setan begitu ketakutan ketika mendengar azan. Seruan azan berisi kalimat tauhid dan syiar-syiar Islam. Azan adalah suara keras yang berisi dzikrullah 'Azza wa Jalla dan hal itu menyakitkan bagi setan. Ulasan selengkapnya klik di sini.

Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi 

Baca Juga: Disangka Teroris Ancam Bandara, Ternyata Tunawisma Sedang... Asik Bermain Ski, Wanita Ini Tidak Sadar di Belakangnya Ada.. Keren! Gumpalan Awan Hujan dari Udara Mabuk Saat Berkendara, Dihukum Memandikan Jenazah Mabuk Saat Berkendara, Dihukum Memandikan Jenazah

2 dari 4 halaman

Muazin Ubah Azan Subuh `Lebih Baik Salat daripada Facebookan`

Muazin Ubah Azan Subuh `Lebih Baik Salat daripada Facebookan` © Dream

Dream - Seorang muazin di Mesir, Mahmoud al Moghazi mungkin berniat membuat inovasi. Tetapi, inovasi tersebut malah berujung polemik.

Penyebabnya, dia mungkin jengkel dengan umat Islam yang terlalu sibuk dengan media sosial Facebook. Alhasil, dia mengganti lirik pada azan Subuh dari 'Salat lebih baik daripada tidur' menjadi 'Salat lebih baik menghabiskan waktu dengan bermain Facebook'.

Sejumlah jemaah Masjid Sayed Ghazi, masjid tempat al Moghazi mengumandangkan azan, mengeluhkan tingkah muazin itu. Dia dinonaktifkan sementara sebagai muazin dan menunggu hasil penyidikan.

Pada siaran televisi di Minggu malam, ada beberapa jemaah yang sampai menyebut al Moghazi telah sesat. Mereka menuding muazin itu terlalu berimajinasi.

Menanggapi keluhan tersebut, el Moghazi justru melayangkan ancaman. Dia akan menggelar mogok makan sebagai protes atas tuduhan yang diterimanya dan telah mengajukan banding kepada Presiden Abdul Fatah al Sisi.

(Ism, Sumber: bbc.com)

3 dari 4 halaman

Alasan Ilmiah Kumandangkan Azan Ketika Bayi Lahir

Alasan Ilmiah Kumandangkan Azan Ketika Bayi Lahir © Dream

Dream - Kelahiran anak merupakan peristiwa penting yang sangat dinantikan setiap pasangan orangtua. Setelah lahir, biasanya sang ayah akan langsung mengumandangkan Azan dan Iqamah ke telinga anaknya yang baru lahir.

Azan dikumandangkan pada telinga bagian kanan, sedangkan Iqamah dikumandangkan pada telinga kiri. Hal ini sesuai dengan sunnah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, dengan harapan anak itu tumbuh dalam kesalehan dan ketaatan kepada Allah.

Namun, mengumandangkan Azan dan Iqamah tidak hanya sebatas menjalankan anjuran Rasulullah. Lebih dari itu, kegiatan ini ternyata berdampak medis yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Penasaran? Selengkapnya klik di sini.

Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi

Ayo berbagi traffic di sini!

4 dari 4 halaman

Dengar Azan, Raja Baru Saudi Tinggalkan Presiden Obama

Dengar Azan, Raja Baru Saudi Tinggalkan Presiden Obama © Dream

Dream - Raja baru Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz langsung membuat heboh jagat maya. Mendengar suara azan ashar, Raja Salman dikabarkan langsung meninggalkan tamu kehormatan, Presiden Amerika Serikat (AS), Barrack Obama, yang baru saja tiba di Bandara.

Aksi ini terungkap dalam sebuah video yang kini ramai beredar di media sosial.

Cerita ini bermula ketika Raja Salman menyambut Obama di lapangan terbang Bandara King Khalid International Airport, Riyadh, pada Selasa sore, 27 Januari 2015.

Usai beberapa saat menyambut kedatangan Obama, Raja Salman dan rombongan diketahui mendengar suara azan ashar di kawasan Bandara. Mendengar panggilan salat tersebut, Raja Salman tanpa basa-basi langsung meminta maaf dan pamit pada presiden Negeri Adikuasa ini.

Mengutip laporan sabq.org, Rabu, 28 Januari 2015, usai berjabat tangan kepada Obama, Raja Salman tampak bergegas untuk segera menjalankan ibadah salat ashar.

Tak pelak aksi Raja Salman ini langsung mengundang beragam reaksi dan pujian dari banyak orang termasuk para sheikh dan selebritas.

Obama memang tengah melakukan kunjungan kenegaraan ke Arab Saudi untuk menggelar pertemuan tingkat tinggi. Dalam kesempatan ini pula, Obama ingin menghaturkan secara langsung ungkapan bela sungkawa atas kematian Raja Abdullah bin Abdulaziz. 

Baca Juga : 

[VIDEO] Detik-Detik Saat Raja Saudi Tinggalkan Presiden Obama

Mengenal Sosok Raja Baru Saudi

Raja Saudi Modern Berpundi Rp 250 Trilliun

Beri Komentar