Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Raja Abdullah Bin Abdulaziz
Dream - Arab Saudi tengah berduka. Raja Abdulllah bin Abdulaziz meninggal dunia dalam usia 90 tahun pukul 1 dinihari.
Pangeran Salman bin Abdulaziz rencananya akan menggantikan posisi Raja Abdullah. Selama ini, sebagian tugas raja memang sudah dijalankan Pangeran Salman.
Pada akhir Desember lalu, Abdullah mengaku telah menjalani pemeriksaan kesehatan di rumah sakit. Dia pernah tampil ke muka publik dengan menggunakan kursi roda dan tabung oksigen. Sebelumnya, Raja Abdullah pernah menjalani operasi pada akhir 2012.
Mengikuti tradisi muslim, jenazah Raja Abdullah akan dikuburkan paling lambat 12 jam sejak kematiannya. Lokasi makam raja menjadi tempat istirahat bagi sang Raja.
Sosok Abdullah selama ini memang sangat dekat dengan negara adikuasa Amerika Serikat terutama dalam upayanya memerangi Al Qaeda. Abdullah juga menjadi sosok penting dalam memoderinisasi lingkungan kerajaan yang masih ultrakonservatif.
Dalam hal kekayaan, mengutip laman CBSnews.com, Jumat, 23 Januari 2015, Abdullah termasuk salah satu raja sekaligus kepala dunia terkaya di dunia. Dilaporkan, kekayaan pribadi Raja Abdullah mencapai US$ 20 miliar, setara Rp 249,27 triliun.
Sebagai mitra dekat, Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama menyampaikan ucapan duka sekaligus simpati warga AS bagi mendiang Raja Abdullah.
"Saya selalu menghargai cara pandang Raja Abdullah dan menghargai kemitraan kami yang murni dan hangat," ujarnya.
Abdullah lahir di Riyadh pada 1924 dan merupakan salah satu penerus dari pendiri kerajaan Saudi, Raja Abdul-Aziz Al Saud. Seperti putra Abdulaziz lainnya, Abdullah hanya mengenyam pendidikan dasar.
Diangkat menjadi raja pada 1982, Raja Abdullah menjadi pengganti saudaranya, Raja Fahd. Keputusan ini sempat mendapat tentangan dari saudara Fahd, Pangeran Sultan yang menginginkan jabatan tersebut.
Sejak berkuasa, Kerajaan Saudi yang lebih modern memang tampak terlihat. Baginya mengembangkan sumber daya manusia terlatih dan membuka pekerjaan bagi kalangan perempuan menjadi hal penting.
Di bawah kepemimpinannya, Abdulllah menunjukan dukungan yang besar pada dunia pendidikan dengan membangun universitas lokal dan beasiswa mahasiswa Saudi ke luar negeri.
Abdullah pun menandai era modernisasi kerajaaannya dengan mengangkat perempuan dalam Dewan Syariah. Langkah ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan kerajaan Saudi.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari