Mabuk Saat Berkendara, Dihukum Memandikan Jenazah

Reporter : Puri Yuanita
Senin, 18 April 2016 07:02
Mabuk Saat Berkendara, Dihukum Memandikan Jenazah
Aturan unik itu dikeluarkan setelah pelanggaran mengemudi dalam keadaan mabuk menjadi penyebab kecelakaan jalan raya tertinggi kedua di Negara Gajah Putih.

Dream - Dalam upaya untuk membasmi serta mengurangi pelanggaran akibat mengemudi dalam keadaan mabuk, pemerintah Thailand akan menjatuhkan sanksi khusus. Yakni hukuman memandikan jenazah dan membersihkan kamar mayat bagi si pelaku.

Aturan unik itu dikeluarkan, setelah pelanggaran mengemudi dalam keadaan mabuk menjadi penyebab kecelakaan jalan raya tertinggi kedua di Negara Gajah Putih itu.

Sebagai hukuman jika mengemudi dalam keadaan mabuk, pelanggar harus membantu staf rumah sakit memandikan jenazah. Tidak itu saja, mereka juga harus membersihkan dan menjaga kamar mayat.

" Mereka perlu diberi kesadaran sehingga memiliki perilaku yang lebih baik agar lebih berhati-hati di jalan raya," kata seorang pejabat kesehatan di sana.

Jenis hukuman itu diusulkan, tepat setelah perayaan pesta Songkran yang menyebabkan lebih 160 orang terluka dan dua orang mati dalam setiap jam.

Ini semua gara-gara banyak yang mengemudi dalam keadaan mabuk yang semakin merajalela, lebih-lebih lagi pada hari perayaan besar. (Ism) 

1 dari 3 halaman

Jenazah Wanita Cantik Ditolak Bumi, Ternyata Selama Hidup...

Dream - Sebuah kejadian yang tak biasa terjadi dalam proses pemakaman seorang wanita yang berasal dari daerah di Malaysia. Jenazah sangat sulit saat hendak dimasukkan ke dalam liang lahat.

Kisahnya berawal saat sejumlah warga mengantarkan jenazah yang telah dimasukkan ke dalam keranda.

Meski telah diangkat oleh enam orang pria dewasa. Dengan formasi dua di depan dua di tengah dan dua di belakang. Tapi keranda itu masih terasa sangat berat.

Sehingga ditambah dua orang pria untuk membantu menangkat keranda. Akhirnya keranda itu pun bisa dibawa ke Tempat Pemakaman Umum (TPU).

Setelah jenazah sampai di TPU terjadi sedikit masalah saat hujan turun yang membuat tanah menjadi licin. Beberapa warga sempat tergelincir.

Sepanjang proses pemakaman, kuburan dipenuhi isak tangis keluarga dan sanak saudara.

Si penggali kuburan yang sudah melakukan pekerjaan itu selama 20 tahun. Dia sudah sangat berpengalaman dalam menentukan lokasi dan ukuran jenazah yang akan dimasukkan dalam liang lahat.

" Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!" kata-kata itu keluar dari mulut hampir semua yang hadir dalam pemakaman tersebut setelah satu kejadian aneh terjadi.

Jenazah wanita sudah 3 kali dimasukkan dalam liang lahat namun tidak muat, padahal si penggali kubur sudah melebarkan dua kali dari ukuran asli.

Setelah gagal dalam hal itu seorang ustaz menyuruh anggota keluarga untuk azan di pengebumian itu. Dan barulah jenazah bisa dimakamkan.

Sejumlah laporan menyebut kejadian itu benar terjadi di sebuah desa di Negeri Jiran pada 2010.

Menurut tetangga almarhumah adalah wanita yang suka mengumpat serta memfitnah tanpa bukti. Almarhumah juga tidak pernah menutup auratnya selama hidup. Dia suka memakai pakaian seksi menampilkan bentuk tubuhnya.

Terlepas dari cerita ini tentu dapat dipetik pelajaran bagi kita agar kita tak menjadi umat seperti ini. Wallahu a'lam (Dan Allah Lebih Tahu atau Maha Tahu)

(Ism, Sumber: Beradab.com)

2 dari 3 halaman

Kisah Nyata Pemandi Jenazah: Mayat Itu Meneteskan Air Mata

Dream - Sungguh mulia pekerjaan yang dijalani wanita berusia 70 tahun ini. Puluhan tahun Hj Siti Hawa Gofar menjadi pemandi jenazah.

Siti yang berasal dari Lampung, melakoni pekerjaan itu selama 30 tahun. Profesi itu tidaklah asing baginya. Sebab, almarhumah sang ibu dulu juga berprofesi serupa.

Dari situ, Siti mulai ikut bersama ibunya dan belajar memandikan jenazah. Sekarang, ia bergabung dengan paguyuban pemandi jenazah di Masjid Baiturahman.

Diakui Siti, untuk memandikan jenazah hingga benar-benar bersih, perlu waktu agak lama. Mulai dari ujung rambut, sampai ujung kuku, bisa memakan waktu satu hingga 1,5 jam.

Terpenting pula, jenazah yang dimandikan harus sejenis, yakni perempuan.

Ia mengaku ada pengalaman yang berkesan selama mengurus jenazah.

Kala itu, ada jenazah yang mengeluarkan air mata saat dimandikan Siti. Ia langsung usap matanya dan membisikkan ayat suci Alqurana agar si jenazah dapat ikhlas dengan kepergiannya.

Biasanya, sebelum mendapat job memandikan jenazah, Siti sering mendapatkan firasat. Misalnya bermimpi pada malam hari, didatangi oleh jenazah yang bersangkutan. “ Paginya, yang bersangkutan meninggal dunia,” tuturnya.

Kini, Siti sudah tidak terlalu aktif lagi menjadi pekerjaan itu. Dia bersyukur, sudah mulai banyak generasi penerusnya yang muncul.

Ulasan selengkapnya klik di sini.

3 dari 3 halaman

Azab Pemandi Jenazah yang Tak Jaga Ucapan

Dream - Lisan merupakan salah satu nikmat yang Allah SWT berikan kepada hambaNya. Meskipun merupakan anggota badan yang cukup kecil namun lisan dapat menyebabkan pemiliknya ditetapkan sebagai penduduk surga atau neraka.

Oleh sebab itulah sudah sepantasnya seorang muslim memperhatikan apa yang diucapkan lisannya. Sebab bisa jadi ia menganggap suatu perkataan hanyalah kata-kata ringan dan sepele namun justru dapat mendatangkan murka Allah SWT.

Sebagaimana yang dialami oleh wanita pemandi mayat ini, dimana ia mendapatkan murka dari Allah SWT karena tidak menjaga lisannya ketika memandikan mayat seorang wanita.

Sehingga salah satu anggota tubuhnya menempel pada mayat tersebut. Penasaran bagaimana akhirnya? Berikut kisah selengkapnya. (Ism) 

Beri Komentar