Pebulutangkis RI, Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii (Twitter)
Dream - Pasangan ganda wanita bulu tangkis, Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii menggetarkan Gelora Istora Senayan. Kedua pebulutangkis ini sukses masuk final BCA Indonesia Open Super Series 2015.
Di partai semifinal, pasangan ganda wanita Indonesia ini mengalahkan Yu Yang dan Zhong Qianxin.
Dalam pertandingan yang berlangsung lebih dari satu jam tersebut, Nitya/Greysia harus menguras tenaganya. Pertandingan tiga set harus dilakoni untuk mengalahkan pasangan China tersebut.
Pertandingan sengit terjadi sejak set pertama. Pada set ini, kedua pasangan harus berebut poin ketat untuk memenangan set pertama ini.
Namun, pasangan Yu/Zhong berhasil merebut set pertama dengan skor 20-22. Padahal pasangan Indonesia sempat memimpin 5 poin.
Kalah di set pertama, semangat pasangan ganda wanita Indonesia tak kendur. Perjuangan tanpa lelah akhirnya berhasil direbut Nitya/Grace dengan skor 21-13.
Pertarungan empat pebulutangkis wanita inipun harus diakui di set ketiga. Kali ini, Nitya/Grace tampaknya mulai menemukan titik kelemahan China. Zhong yang baru pertama kali dipasangkan dengan seniornya Yu Yang menjadi titik lemah tersebut.
Angka demi angka terus diraih pangan Nitya/Grace. Kesalahan yang berulang kali dilakukan Zong membuat pundi-pundi angka terus bertambah bagi tim Indonesia.
Sampai akhirnya, pasangan Nitya/Grace berhasil menutup sesi penentuan ini dengan skor 21-14.
Selamat buat Nitya/Grace.
Advertisement

Suhu yang Terus Meningkat Ternyata Memperlambat Perkembangan Anak Usia Dini

Gujarat, Jejak Jalur Dagang yang Ikut Membentuk Islam di Nusantara

Sering Nyeri Sendi Saat Menua? Terlalu Jarang Bergerak Bisa Memperburuk Kondisinya

Serunya Mampir ke Booth AXIS di Cherrypop Festival 2026, Ada Photo Booth AI hingga Charging Station

3 Kebiasaan yang Dilakukan Spesialis Tulang Belakang untuk Menjaga Postur Tubuh

BCA Kumpulkan Desa dan UMKM Binaan dalam Desa Bakti BCA Community Forum 2026

BNI Rangkul 3 Komunitas Beda Fokus, dari Bisnis sampai Gowes Bareng