Credit Via Kominfo
Dalam menghadapi pandemi penyakit infeksi, vaksin menjadi senjata utama untuk membentuk kekebalan pada tubuh manusia. Vaksin beragam jenisnya sesuai dengan bahan baku utama yang digunakan. Apa saja ragam jenis vaksin? Mari kenali vaksin lebih jauh.
Pertama, ada vaksin murni. Vaksin ini dibuat dari virus atau bakteri yang telah dimatikan atau dilemahkan, hingga tidak berbahaya bagi manusia. Kedua, vaksin berbasis gen, vaksin dapat berbentuk DNA atau RNA makhluk hidup.
Ketiga adalah vaksin berbasis vektor adenovirus. Saat disuntik, vaksin tidak mengandung virus namun hanya berupa vaksin. Adenovirus adalah grup virus yang menyebabkan infeksi pada mata, usus, paru dan saluran pernapasan. Kemudian yang lain adalah vaksin sub-unit, yang berbasis protein.
Dari ragam jenis vaksin yang ada, vaksin murni adalah yang paling sering digunakan dalam menghadapi wabah penyakit infeksi pada manusia. Untuk vaksin inaktif seperti vaksin Sinovac yang sedang diujicobakan di Indonesia, itu memang vaksin yang paling lazim dipakai pada manusia sehingga regulasi untuk approval-nya atau penerimaannya akan jauh lebih ringkas. Sementara yang lain, vaksin DNA dan vaksin adenovirus itu belum ada contoh vaksin yang sudah beredar pada masyarakat.
"Dalam pembuatan vaksin, keamanan menjadi prioritas utama," ujar Profesor Ngurah Mahardika, Ahli Virologi Universitas Udayana dalam Konferensi Pers di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).
Percepatan pengadaan tetap memperhatikan aspek keamanan dan dipastikan tidak mengurangi khasiat, dan manfaat vaksin. "Sehingga untuk pandemi memang dimungkinkan untuk diakselerasi atau dipercepat sehingga approvement-nya lebih cepat. Sedangkan untuk vaksinnya aman atau tidak aman, itu sebenarnya adalah prosesnya sangat panjang termasuk untuk vaksin pandemi ini. Untuk aspek kualitas, aspek daya guna, dan aspek keamanan tidak ada kompromi sama sekali," pungkas Prof Mahardika.
Penulis: Kiwantoro
Editor: Raihan Lubis (RL)
Advertisement