Ilustrasi Kim Jong-un Yang Mengeksekusi Pamannya Sendiri (Foto: Shutterstock)
Dream – Kim Jong-un dikabarkan memajang kepala pamannya yang tewas karena dieksekusi. Kabar itu diungkapkan Donald Trump dalam wawancara eksklusif dengan seorang jurnalis yang berhasil memecahkan skandal Watergate, Bob Woodward.
Donald Trump mengatakan, Kim Jong-un menceritakan tentang eksekusi pamannya, Jenderal Jang Song-thaek.
Kim Jong-un bahkan menunjukkan kepala sang paman dan keluarganya setelah dieksekusi oleh regu tembak.
Apakah benar Kim Jong-un memajang kepala sang paman setelah dieksekusi mati?

Donald Trump mengatakan kepada jurnalis veteran Bob Woodward bahwa Presiden Korea Utara itu telah menceritakan tentang eksekusi keluarga pamannya.
Hal ini tertulis dalam buku karya Bob Woodward ‘Rage’ yang disusun berdasarkan serangkaian rekaman wawancara dengan Trump. Dalam buku itu juga diceritakan bagaimana Kim Jong-un mengeksekusi pamannya tersebut.
Jenderal Jang Song-thaek menjadi sasaran regu tembak atas perintah keponakannya sendiri, Kim Jong-un. Eksekusi itu dilakukan dengan cara yang mengerikan.
Kim Jong-un menunjukkan tubuh pamannya yang ditelanjangi kemudian diumpankan ke anjing galak.

Kim Jong-un kemudian memajang kepala pamannya itu untuk ditunjukkan kepada orang lain.
Tak hanya pamannya saja, seluruh pembantu sang jenderal juga dieksekusi menggunakan senjata anti pesawat. Sedangkan keluarganya juga dibunuh atas perintah Kim.
Jenderal Jang Song adalah paman Kim yang sempat mengambil alih pemerintahan sementara Korea Utara setelah ayah Kim, Kim Jong-il, jatuh sakit sebelum akhirnya meninggal pada 2011.

Selama wawancara dengan Bob Woodward, Donald Trump memuji pemimpin diktator tersebut. Trump sempat bertanya kepada Kim tentang apa yang dilakukannya selain membuat roket.
“ Apakah anda pernah melakukan hal lain selain mengirim roket ke udara?” tanya Trump yang juga tertulis di dalam buku ‘Rage’.
Trum mengajak Kim menonton film dan bermain golf bersama. Trump juga mengatakan kepada Bob Woodward bahwa ia menyukai surat dari Kim Jong-un karena disebut ‘Yang Mulia’ saat membahas kenangan mereka ketika berpegangan tangan.

Pertemuan pertama Donald Trump dan Kim Jong-un adalah pada saat KTT Singapura tahun 2018. Waktu itu adalah pertama kalinya Donald Trump bertemu dengan pemimpin diktator Korea Utara.
Namun rincian tentang pertemuan itu jarang diekspos ke publik. Hingga pada bulan Februari 2019 Amerika Serikat menyerukan kepada Korea Utara untuk menyerahkan sepenuhnya senjata nuklirnya. Sementara Kim Jong-un menuntut AS untuk melakukan pencabutan sanksinya.
Para pengamat politik melihat bahwa KTT Singapura itu memiliki nilai poin politk untuk pemerintahan Trump. Sementara pengamat yang lain menyebut pertemuan itu sebagai sarana untuk menunjukkan legitimasi Kim Jong-un yang berkemajuan dengan melakukan gencatan senjata.
Advertisement
Ideafest 2026, Serunya Eksplorasi Ide di Rumah Indofood

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah


Masalah Keuangan Berkepanjangan Bisa Berkaitan dengan Penuaan Otak Lebih Cepat, Ini Penjelasannya

Pemeriksaan Kesehatan yang Penting untuk Perempuan Usia 20-an, 30-an, 40-an, dan 50-an


Tembus 21 Juta Views, 'Kasih Aba-Aba 2.0' Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok Untuk Sambut Shopee 9.9


Apa Sebenarnya Gurah Itu dan Seberapa Efektif untuk Sembuhkan Tenggorokan?

7 Aturan Parenting yang Tidak Harus Selalu Diikuti dan 3 Hal yang Wajib Diterapkan Orangtua