Dream - Presiden Joko Widodo turut menari Tortor pada acara ngunduh mantu putrinya, Kahiyang Ayu dengan Muhammad Bobby Afif nasution. Jokowi mengaku sampai harus belajar seharian agar bisa Manotor.
" Belajar satu hari. Sudah tahu dan ya karena ini sebuah budaya ya sebuah acara adat yang harus kita ikuti," kata Jokowi.
Selain itu, Jokowi juga memberikan petuah kepada Bobby dan Kahiyang dalam bahasa Batak. Ada beberapa petuah yang diberikan Jokowi.
" Yang pertama pantun Hangoluan teas hamatean, artinya apa bahwa untuk hidup bahagia itu harus menjaga sopan dan santun. Maka kalau tidak menjaga sopan santun, malapetaka yang akan datang," kata Jokowi.
Petuah kedua yaitu suan tobu di bibir dohot di ate-ate, artinya manis bukan hanya di mulut tapi juga di hati. Jokowi berharap keduanya senantianya melakukan kebaikan sepenuh hati.
Petuah selanjutnya adalah tangi di siluluton, inte di siriaon, yang bermakna jika ada kemalangan maka wajib berupaya untuk datang menolong. Tetapi jika ada kegembiraan, maka wajib datang apabila diundang.
" Jelas sekali pesan-pesan di filosofi-filosofi tadi," tutur Jokowi.
Sementara nasihat terakhir Jokowi yaitu bahat disabut sabi, anso adong salongon. Artinya jika tidak menanam, maka tidak akan memetik hasilnya.
" Artinya, banyak berbuat kebaikan agar kita semua menuai kebahagiaan," ucap Jokowi.
Advertisement
Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara


Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Berbahaya, Begini Penampakan Aslinya Saat Diperbesar 2.600 Kali

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya