Pakai Turban Afghanistan, Jokowi Imami Presiden Ashraf

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 30 Januari 2018 10:33
Pakai Turban Afghanistan, Jokowi Imami Presiden Ashraf
Banyak yang khawatir dengan keselamatan Jokowi, mengingat Afghanistan adalah negara kerap dilanda konflik.

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didaulat menjadi imam sholat jemaah di sela kunjungan ke Afghanistan pada Senin, 29 Januari 2018 waktu setempat. Yang menjadi makmum Jokowi adalah Presiden Afghanistan Ashraf Ghani bersama sejumlah pejabat setempat.

Dalam video yang diunggah pada channel YouTube Sekretariat Kabinet, sebelum melaksanakan sholat berjemaah, rombongan kenegaraan menerjang guyuran salju.

Sesampainya di masjid, Jokowi bertukar peci dengan turban dari Ashraf. Tampak mengenakan turban khas Afghanistan. Sementara itu, Ashraf mengenakan peci hitam khas Indonesia.

Selain berbincang mengenai masalah diplomatik, Jokowi juga menyampaikan kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan ulama internasional.

Pembahasan itu disampaikan Jokowi saat bertemu Ketua Dewan Perdamaian Afghanistan Karim Khalili di Istana Haram Sarai, Kabul, Afghanistan.

“ Indonesia siap menjadi tuan rumah. Saran saya, pertemuan bersifat inklusif,” kata Jokowi, dikutip Dream dari laman Sekretariat Kabinet, Selasa, 30 Januari 2018.

Kunjungan Jokowi ke Afghanistan menjadi sorotan banyak pihak. Sebab, sebelum kunjungan berlangsung muncul aksi bom mobil yang menewaskan lebih dari 100 orang di Kabul.

Menanggap peristiwa itu, Jokowi menyampaikan rasa duka mendalam.

“ Saya turut mendoakan agar keluarga dan sahabat yang ditinggal diberi ketabahan. Kekejian ini tidak akan melunturkan semangat kita. Namun, hanya akan semakin memperkuat keinginan untuk menciptakan perdamaian,” ucap Jokowi.

Melalui kunjungan balasan ini, Jokowi hendak meneguhkan komitmen Indonesia dalam membantu upaya perdamaian di Afghanistan.

“ Kunjungan ke Kabul akan saya gunakan untuk meneguhkan komitmen Indonesia membantu peace building di Afghanistan sebagaimana diminta oleh Presiden Afghanistan,” ujar dia.

 (ism)

Beri Komentar