Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo Dan Wapres Jusuf Kalla Melepas Bantuan Untuk Pengungsi Rohingya (Foto: BNPB)
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla melepas keberangkatan tim pengirim bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya di Bangladesh. Tim pengirim berangkat dari Lanud Halim Perdanakusuma pada Rabu sore, 24 Januari 2018.
" Bantuan ini sangat dibutuhkan sekali, terutama obat-obatan dan makanan," ucap Jokowi, dikutip dari bnpb.go.id.
Jokowi berharap punya waktu yang cukup luang. Sang Presiden mengaku sangat ingin mengunjungi langsung para pengungsi.
Pengiriman bantuan kemanusiaan juga menunjukkan komitmen Pemerintah Indonesia untuk terlibat menangani permasalahan kemanusiaan dan perdamaian, khususnya yang dialami para pengungsi Rohingnya.
Bantuan kemanusiaan disalurkan terdiri dari 12 jenis. Beberapa di antaranya seperti makanan tambahan gizi bayi dan ibu hamil, peralatan sekolah, lampu darurat dan family kits. Jenis bantuan ini ditetapkan berdasarkan kajian lapangan terkait kebutuhan pengungsi.
Bantuan seberat 10,43 ton akan didistribusikan kepada para pengungsi sesuai rekomendasi dari otoritas setempat.
" Organisasi maupun institusi mitra dari pemerintah setempat yang akan mendistribusikan bantuan," kata Direktur Tanggap Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Junjungan Tambunan, yang turut melepas keberangkatan tim pengirim bantuan Indonesia.
BNPB memimpin tim kemanusiaan yang diangkut dengan pesawat Hercules TNI Angkatan Udara. Tim yang dipimpin Junjungan Tambunan akan bertolak ke Bangladeh pada esok hari Kamis, 25 Januari 2018.
Bantuan kemanusiaan kepada pengungsi Rohingnya juga wujud dari implementasi terhadap semangat One ASEAN One Response dalam konteks penanggulangan bencana di kawasan Asia Tenggara.
Komite Internasional Palang Merah (ICRC) mencatat sejak krisis kekerasan terjadi di Rakhine, Myanmar, sejumlah 655.000 warga mengungsi ke Bangladesh. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya