Misteri 10 WNI Dibebaskan Abu Sayyaf, Tanpa Tebusan!

Reporter : Sandy Mahaputra
Rabu, 4 Mei 2016 18:39
Misteri 10 WNI Dibebaskan Abu Sayyaf, Tanpa Tebusan!
Sepengetahuan para pejabat Filipina, Abu Sayyaf tidak pernah melepaskan sanderanya tanpa uang tebusan. Lalu...

Dream - Sepuluh anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang diculik oleh kelompok Abu Sayyaf dan akhirnya dibebaskan di Pulau Jolo, pada Minggu kemarin, masih menyisakan cerita.

Pembebasan 10 warga Indonesia itu disangsikan oleh beberapa pihak bahwa itu dilakukan secara gratis alias tanpa uang tebusan.

Kepala polisi Jolo, Junpikar Sitin mengaku tidak tahu apakah uang tebusan telah dibayarkan. Tapi sepengetahuan dia, Abu Sayyaf tidak pernah melepaskan sanderanya tanpa uang tebusan.

Dalam video yang diposting di halaman Facebook terkait dengan Abu Sayyaf, kelompok ini mengancam akan membunuh para ABK kecuali ditebus dengan uang 50 juta Peso (sekitar Rp 14,3 miliar) dengan batas terakhir 8 April.

Angkatan Bersenjata Filipina menolak permintaan Abu Sayyaf, karena negara itu tidak mengenal hukum tebusan dengan kelompok pemberontak.

Walikota Jolo, Hussin Amin, menyambut gembira pembebasan warga Indonesia, namun ia juga tidak tahu apakah uang tebusan telah dibayar.

" Jika pembebasan luar biasa ini melibatkan uang tebusan, berarti mereka yang dibayar mendukung Abu Sayyaf," kata Amin.

" Uang itu akan digunakan untuk membeli lebih banyak senjata api dan akan digunakan sebagai dana mobilisasi oleh kelompok penjahat ini," tambahnya.

 

1 dari 2 halaman

Tebusan Dibayar?

Tebusan Dibayar? © Dream

Dream Tapi sumber, yang meminta anonimitas karena ia tidak berwenang untuk berbicara tentang masalah ini, mengatakan uang tebusan sebesar 50 juta Peso telah dibayar.

Mayor Filemon Tan Jr, juru bicara militer Komando Mindanao Barat, sebelumnya mengatakan laporan intelijen menyebutkan bahwa orang-orang Indonesia itu diculik oleh kelompok Abu Sayyaf yang dipimpin oleh Alhabshi Misaya.

Seorang petugas Angkatan Darat Filipina yang telah membantu untuk menangani penculikan oleh Abu Sayyaf mengatakan, seorang komandan pemberontak dari Front Pembebasan Nasional Moro, yang telah menandatangani perjanjian perdamaian dengan pemerintah, membantu bernegosiasi dengan Abu Sayyaf untuk membebaskan orang Indonesia.

Ketika ditanya apakah uang tebusan telah dibayar, petugas Angkatan Darat yang tidak mau disebutkan namanya itu mengatakan, tidak tahu tentang pembayaran uang tebusan.

Tetapi ia menambahkan bahwa sulit untuk membayangkan Abu Sayyaf membebaskan sandera tanpa menerima uang.

 

2 dari 2 halaman

Dibebaskan Setelah Eksekusi

Dibebaskan Setelah Eksekusi © Dream

Dream Ke-10 warga Indonesia itu dibebaskan enam hari setelah Abu Sayyaf memenggal sandera asal Kanada, John Ridsdel.

Ridsdel, 68, seorang mantan eksekutif pertambangan, dieksekusi pada tanggal 25 April setelah tenggat waktu untuk membayar uang tebusan sebesar 300 juta Peso berakhir.

Presiden Filipina Benigno Aquino III pada tanggal 27 April bersumpah untuk 'menghabisi' Abu Sayyaf setelah kepala terpenggal Ridsdel dilemparkan di luar gedung pemerintah di Jolo.

(Ism, Sumber: Asione.com)

 

Beri Komentar