Ilustrasi (Metro.co.uk)
Dream - Seorang pria pemerkosa merasa 'tertekan dan marah' setelah mengetahui pria yang ia perkosa ternyata Orang dengan HIV AIDS (ODHA).
Philip Donald Jason mengaku bersalah atas pemerkosaan, pencurian, dan serangan di tempat umum yang dilakukannya terhadap pria lain di Brisbane pada Juni tahun lalu.
Korban yang diperkosa Jason awalnya setuju untuk disodomi. Namun saat diminta korban untuk berhenti, Jason tidak menghiraukannya.
Pria 48 tahun ini terus melakukan hubungan seks dengan pria itu. Dan itu adalah hubungan pertama Jason dengan seorang pria secara seksual.
Jason akhirnya dilaporkan telah melakukan pemerkosaan dan perampokan. Dia diberitahu bahwa korbannya adalah penderita HIV positif.
" Dia pertama kali diberitahu setelah ditangkap dan jelas dia sangat tertekan dan marah," kata pengacara Jason, Andrew O'Brien.
Jason diberi waktu enam bulan untuk menjalani tes kesehatan sebelum diberi hukuman. Kepada hakim, O'Brien memohon agar penderitaan akibat ketakutan terhadap AIDS yang dialami kliennya harus dipertimbangkan selama hukuman.
Namun Hakim Fleur Kingham menolak dengan mengatakan, " Itu adalah konsekuensi dia karena melakukan hubungan seks tanpa pelindung."
Jason, yang ternyata mantan narapidana, dijatuhi hukuman dua setengah tahun penjara atas kasus pelanggaran seksual pertamanya.
(Sumber: Metro.co.uk)
Advertisement
Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru

Sempat Terpeleset 20 Menit, IHSG Bergerak Menguat di Paruh Pertama Perdagangan

Sosok 2 Orang Terkaya Indonesia yang Masuk Wantimpres Presiden Prabowo

Sederet Alasan untuk Investasi Emas 'Hijau'


Hotel Terbesar di Dunia Ternyata Ada di Malaysia, Punya 7.351 Kamar

Cara Membuat Tubuh Tetap Sehat Walau Hanya Miliki Satu Ginjal Saja

El Niño dan La Niña: Dua Wajah Berlawanan dari Satu Siklus Iklim Pasifik

Kapan Waktu Terbaik Makan Sebelum Olahraga agar Energi Tetap Terjaga?

Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru
