Kisah Pilu Pelaku Tabrak Lari, Korban Tewas Ternyata Sang Ibu

Reporter : Eko Huda S
Senin, 10 Agustus 2015 19:00
Kisah Pilu Pelaku Tabrak Lari, Korban Tewas Ternyata Sang Ibu
Pria itu tak mau menolong perempuan tua yang dia tabrak. Hingga kemudian dia sangat sedih karena wanita yang dia tabrak hingga tewas itu adalah ibu kandungnya sendiri.

Dream - Ini kisah pilu yang dialami oleh pelaku tabrak lari di Kota Daye, Provinsi Hubei, China. Tindakan abai itu berujung kepedihan, karena korban yang ditabrak hingga meninggal itu ternyata adalah ibu kandungnya.

Xiong Ku. Dialah pemotor yang melakukan tabrak lari itu. Beberapa hari silam, Xiong menabrak dua perempuan di jalanan. Putranya, yang berusia 10 tahun, berniat menelepon polisi setelah insiden itu. Namun Xiong melarang. Dia malah menyuruh sang anak segera naik dan kemudian kabur dari lokasi.

Beberapa hari setelah insiden itu, polisi mengontaknya. Xiong langsung tahu maksud polisi. Telepon itu pasti soal kecelakaan malam itu. Demikian pikir pria berusia 45 tahun tersebut. Dan Xiong bersiap menanggung risiko.

Namun dugan itu keliru. Polisi yang menelepon itu tak menyinggung sama sekali soal tindakan tabrak lari yang dia lakukan. Polisi itu mengabarkan bahwa ibunda Xiong tewas akibat insiden tabrak lari.

Dalam percakapan itu, polisi membeberkan kronologi kecelakaan yang dialami ibu Xiong. Penjelasan itulah yang membuatnya sadar bahwa perempuan yang ditabraknya tempo hari adalah sang ibu. Dan keesokan harinya, Xiong menyerahkan diri.

Juru Bicara kepolisian setempat, Jian Hu, mengatakan, saat kecelakaan itu Xiong tengah dalam perjalanan pulang dari kunjungan ke rumah mertuanya. Saat itu, Xiong yang membonceng putranya melaju dengan kencang. Sudah begitu, dia tak menyalakan lampu. Sehingga menabrak dua perempuan itu, yang satu di antaranya adalah sang bunda.

" Dalam keadaan panik, Xiong meraih anaknya, yang mencoba untuk membantu dua korban, dan kembali ke sepedanya sebelum melaju dari lokasi kecelakaan," kata Jian Hu sebagaimana dikutip Dream dari mirror.co.uk, Senin 10 Agustus 2015.  

Saat tim penyelamat tiba di lokasi, mereka menemukan bahwa salah satu dari dua perempuan tua itu, yang tak lain adalah ibu Xion, telah tewas. Polisi yang menangani kasus itu sempat kesulitan menemukan pelaku tabrak lari itu. Mereka menyebar poster dan menawarkan hadiah untuk warga yang bisa memberikan informasi.

Namun, akhirnya polisi tak perlu susah-susah melakukan pencarian. Sebab, setelah mendapat kabar itu, Xiong kemudian menyerahkan diri dan mengaku bahwa dialah yang menjadi pelaku tabrak lari tersebut.  Baca Juga: Sosmed Ramai Bicarakan Pelanggaran Moge di Bekasi Didiskriminasi, 100 Keluarga Komunitas Dalit Peluk Islam SBY Sindir Kebijakan Presiden Jokowi di Twitter Meydan One, Proyek Menara Tertinggi Pesaing Burj Khalifa Parkir Sembarangan, Balita 3 Tahun Ditilang Polisi Jenazah Pendaki Gunung yang Hilang 45 Tahun Teridentifikasi Blue Beach Resort, Sisi Glamor di Balik Nestapa Gaza Malaysia dan Perancis Beda Pendapat soal Investigasi Lanjutan Modus Baru Perampokan ATM, Uang Rp 2 M Ditinggal di Jalan  

1 dari 3 halaman

Foto Mengharukan, Polisi Hibur Balita Korban Kecelakaan

Foto Mengharukan, Polisi Hibur Balita Korban Kecelakaan

Dream - Foto seorang polisi AS sedang menggendong balita perempuan korban kecelakaan yang menewaskan ayahnya ramai diperbincangkan di dunia maya.

Sambil menggendong bocah berusia dua tahun itu, Polisi Nick Struck menyanyikan `Twinkle Twinkle Little Star` untuk mengalihkan perhatiannya.

Sementara petugas lainnya sibuk menangani kecelakaan yang dialami keluarga anak itu.

Kecelakaan yang terjadi di Brighton, Colorado itu menewaskan ayah dan melukai beberapa kerabatnya.

Ibu dan seorang saudaranya diterbangkan ke rumah sakit sementara dua saudara lainnya dibawa dengan ambulans. Tak seorang pun dalam mobil itu yang mengenakan sabuk pengaman

Struck, yang juga punya anak perempuan seusia gadis kecil itu, adalah petugas ketiga yang datang ke lokasi kejadian dan langsung mengeluarkan anak itu dari rongsokan mobil.

Dia kemudian menggendongnya, menjauh dari lokasi kecelakaan.

" Ketika mendengar ada anak kecil ikut menjadi korban dalam kecelakaan, semua yang menolong pasti merasa iba," ujar Struck.

" Hal pertama yang kami lakukan ketika sampai di lokasi adalah berusaha menenangkan semua orang, termasuk anak-anak," katanya kepada 9News dilansir Metro.co.uk, Selasa 23 Juni 2015.

" Jadi, saya langsung menggendongnya dan memperlakukan gadis kecil itu seperti putri saya."

Sejak diambil dan diunggah oleh rekan Struck pada Kamis pekan lalu, foto itu langsung menyebar dengan cepat di dunia maya. (ism)

2 dari 3 halaman

Pembalap Indonesia Kecelakaan Fatal Saat Selebrasi di Sentul

Pembalap Indonesia Kecelakaan Fatal Saat Selebrasi di Sentul

 

Dream - Pembalap tim Astra Honda, M Fadly Imammudin mengalami kecelakaan fatal saat sedang melakukan selebrasi pada balapan seri 2 Asian Road Racing Championship (ARRC), Minggu, 7 Juni 2015, di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Insiden mengerikan itu terjadi saat Fadly berhasil merebut juara pertama race-2 kelas super sport 600cc. Fadly sedang melakukan selebrasi. Sesaat usai menyentuh garis finis, Fadli langsung mengendurkan gas. lalu menyapa penonton yang berada di tribun.

Nahas, pada saat bersamaan, meluncur pembalap Thailand, Jakkrit Sawangswat, dengan kecepatan tinggi ke arah Fadli.

Brakk!! Keduanya bertabrakan dan terlempar dari motor masing-masing. Fadli langsung tersungkur setelah Jakkrit menabrak keras kaki kirinya. Sementara Jakkrit terkapar dan tak sadarkan diri di sisi sirkuit.  (Sumber: Youtube/iNews)

 

 

3 dari 3 halaman

Ibu Ini Gantikan Wisuda Anaknya yang Tewas Kecelakaan

Ibu Ini Gantikan Wisuda Anaknya yang Tewas Kecelakaan

Dream - Wisuda merupakan momen yang sangat ditunggu oleh setiap remaja, termasuk juga para orangtua. Momen ini begitu mengena, hingga tidak ada satupun orangtua yang mau melewatkan dengan sia-sia.

Tetapi, momen indah itu tidak terjadi pada Katherine Jackson. Ibu paruh baya ini mengenakan toga dan duduk sambil menangis di bangku anaknya ketika wisuda berlangsung di Thornton Fractional North High School, Illinois, Amerika Serikat.

Di saat peserta dan undangan lain begitu gembira, Katherine justru merasa sedih. Ini lantaran anaknya, Aaron Dunigan, 18 tahun, yang seharusnya diwisuda untuk mendapatkan diploma telah meninggal akibat kecelakaan usai menghadiri pesta perpisahan di kampusnya.

Aaron menumpang mobil temannya ketika hendak pulang usai pesta perpisahan. Tetapi, di tengah jalan mobil itu mengalami kecelakaan hingga membuatnya meninggal di tempat kejadian.

Alhasil, Katherine terpaksa menggantikan anaknya untuk mengambil sertifikat diploma. Sembari menangis, dia pun mengaku bangga lantaran anaknya tidak menirunya, yang sama sekali tidak pernah mengenyam pendidikan tinggi.

" Anakku tahu ibunya tidak mungkin pernah berjalan di depan panggung ini. Aku akan menjadi kakinya dan dia akan menjadi sayapku dan kita akan pergi ke sana dan mendapatkan ijazah kami," ujar Katherine kepada NBC, akhir pekan lalu.

Tidak hanya Aaron yang meninggal dalam kecelakaan itu. Seorang kakek 56 tahun bernama Juan Rivera juga meninggal.

Sementara beberapa teman Aaron yang sama-sama naik mobil nahas itu mengalami luka serius. Mereka tetap menghadiri wisuda menggunakan kursi roda.

" Anakku meninggalkan sepotong dirinya dalam diri mereka. Setiap kali aku memeluk mereka, aku merasa mereka adalah anakku," kata Katherine.

(Sumber: independent.co.uk) 

Beri Komentar