Dream - Tim Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Rembang mendapat keterangan ganjil dari Kasrin, tukang becak asal Dukuh Gembul, Desa Sumberrejo, Kecamatan Pamotan, yang mengaku berhaji secara gaib. Keterangan Kasrin dinilai sangat tidak lazim.
“ Kami mengajukan pertanyaan kepada Pak Kasrin mengenai pelaksanaan haji, yang katanya dilakukan oleh Pak Kasrin,” ujarn Ketua MUI Rembang, Zaenuddin Jakfar, sebagaimana dikutip Dream dari laman Muria News, Selasa 11 Oktober 2016.
Menurut Zaenuddin, Tim MUI datang ke rumah Kasrin seperti para tamu lain. Mereka tidak bilang dari MUI. Tim itu terdiri dariZaenuddin; Ketua Komisi Fatwa MUI, Ahmad Toha; dan Abdul Wahid Hasbi.
“ Kami tidak bilang jika kami dari MUI,” ujar Zaenuddin. Dan dalam pertemuan beberapa hari lalu itulah sejumlah pertanyaan diajukan kepada Kasrin.
© Dream
Menurut dia, dari berbagai pertanyaan, Kasrin tidak mengetahui rukun atau syarat haji. Kasrin mengaku tidak mengenakan ihram saat berhaji.
Zainuddin mengatakan, Kasrin juga tidak tahu soal wukuf. “ Pak Kasrin juga menyebut dirinya tidak melihat Kabah,” ujar dia.
“ Ketika kami tanya lokasi tawaf yang menurut Pak Kasrin berada di lapangan, namun apakah itu di Mekah atau tidak, dia mengaku tidak tahu.”
© Dream
Dalam percakapan itu, Kasrin mengaku hanya mengikuti sosok yang disebut sebagai Bu Indi. Entah siapa sosok ini, namun kabar yang beredar di masyarakat menyebut Bu Indi ini adalah makhluk gaib.
“ Dan hanya bilang mengikuti Bu Indi saja. Pun demikian, Pak Kasrin juga tidak hafal bacaan-bacaan yang dilafalkan ketika berhaji,” tutur Zainuddin.
© Dream
Dari investigasi yang dilakukan tim, MUI Rembang menyimpulkan, bahwa Kasrin belum haji. Untuk itu, Zaenudin mengimbau kepada agar Kasrin tidak membuat cerita haji dan membuat kecewa masyarakat.
Zaenuddin menegaskan, Kasrin tidak memiliki kelebihan seperti kabar yang beredar di masyarakat. Masyarakat diimbau arif dalam menyikapi kisah ini, sehingga tak menggeser keimanan kepada Tuhan.