Pengertian Kalimat, Jenis dan Macam-Macam Pola Pembentuknya

Reporter : Arini Saadah
Kamis, 29 September 2022 11:18
Pengertian Kalimat, Jenis dan Macam-Macam Pola Pembentuknya
Kalimat ialah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna lengkap.

Dream - Kalimat merupakan susunan kata yang ada dalam bahasa tulis maupun lisan. Kalimat terdiri dari kata atau klausa dan dilengkapi dengan konjungsi. Kalimat akan membentuk pesan yang disampaikan kepada individu atau kelompok.

Singkatnya, kalimat ialah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna lengkap.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, memiliki pola intonasi final dan secara aktual ataupun potensial terdiri atas klausa. Kalimat digunakan untuk mengungkapkan ide dan pikiran secara utuh baik lisan maupun tulisan.

Kalimat dalam bahasa tulisan diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda baca titik, tanda seru atau tanda tanya. Sedangkan dalam bahasa lisan, kalimat ditandai dengan alunan titinada, keras lembutnya suara, disela dengan jeda, dan diakhiri dengan nada selesai.

Agar lebih jelas memahami apa itu kalimat beserta contohnya, simak ulasan selengkapnya berikut ini dirangkum Dream dari berbagai sumber.

1 dari 8 halaman

Pengertian Kalimat

Telah disinggung apa itu pengertian kalimat secara umum. Ada pengertian yang lain menurut para ahli, berikut beberapa di antaranya:

Soenjono Dardjowidjojo: Kalimat ialah bagian terkecil dari suatu ujaran atau teks (wacana) yang mengungkapkan pikiran yang utuh secara ketatabahasaan.

Slamet Muljana: Kalimat sebagai keseluruhan pemakaian kata yang berlagu, disusun menurut sistem bahasa yang bersangkutan.

Gorys Keraf: Kalimat merupakan bagian ujaran yang didahului dan diikuti oleh kesenyapan.

2 dari 8 halaman

Jenis-jenis kalimat

Kalimat dibedakan menjadi empat jenis berdasarkan pengucapan, frasa, fungsi, dan unsur kalimat. Berikut penjelasan selengkapnya tentang keempat jenis kalimat tersebut:

Jenis Kalimat Berdasarkan Pengucapan

1. Kalimat Langsung

Kalimat Langsung yaitu kalimat hasil kutipan dari ucapan seseorang tanpa melalui perantara dan tanpa mengubah sedikit pun apa yang diutarakan. Ciri dari kalimat langsung ialah ditandai dengan penggunaan tanda petik dua.

Contoh: " Inilah evolusi kendaraan bermotor, yang tadinya bermotor bakar jadi berlistrik, bersih lingkungan dan hemat. Biaya listriknya juga semakin lama semakin kompetitif," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif.

2. Kalimat Tidak Langsung

Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang menceritakan kembali isi atau pokok ucapan yang pernah disampaikan seseorang tanpa perlu mengutip keseluruhan kalimatnya.

Contoh: Menurut Arifin, beralihnya ke mobil listrik atau motor listrik akan memberikan dampak yang lebih baik untuk lingkungan.

Jenis Kalimat Berdasarkan Jumlah Frasa

Jenis kalimat berdasarkan jumlah frasa terdiri dari dua macam yaitu:

1. Kalimat Tunggal

Kalimat tunggal yaitu kalimat yang hanya terdiri dari satu klausa dan terbentuk dari satu pola saja.

2. Kalimat Majemuk

Sementara kalimat majemuk ialah kalimat yang terdiri dari dua atau lebih kalimat tunggal yang saling berhubungan.

3 dari 8 halaman

Jenis Kalimat Berdasarkan Isi

1. Kalimat Berita atau Pernyataan (Kalimat Deklaratif)

Kalimat ini merupakan kalimat yang tujuannya menyampaian informasi. Kalimat pernyataan diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda baca titik. Pada akhir kalimat biasanya memiliki intonasi yang menurun saat diucapkan.

2. Kalimat Tanya (Kalimat Interogatif)

Kalimat tanya digunakan untuk mencari tahu suatu informasi atau jawaban atau respons dari lawan bicara. Penulisannya diakhiri dengan tanda baca tanya.

3. Kalimat Perintah (Kalimat Imperatif)

Sementara kalimat perintah bertujuan untuk memerintah atau meminat seseorang melakukan sesuatu. Kalimat perintah akan diakhiri dengan tanda seru (!) dan dibaca dengan intonasi meninggi pada akhir kalimatnya.

4. Kalimat Seruan

Kalimat seruan adalah kalimat yang dipakai untuk mengungkapkan perasaan. Pada akhir kalimat seruan biasanya ditandai dengan intonasi yang tinggi karena terdapat tanda seru (!).

5. Kalimat Pengandaian

Kalimat pengandaian adalah kalimat yang digunakan untuk menggambarkan keinginan atau tujuan dari penulis atau pembicara yang belum atau tidak terwujud. Seperti kalimat pernyataan, dalam penulisan kalimat pengandaian juga diakhiri dengan tanda baca titik (.).

4 dari 8 halaman

Jenis Kalimat Berdasarkan Unsur

Ilustrasi© Pexels.com

1. Kalimat Lengkap

Kalimat lengkap adalah kalimay yang minimal terdiri dari sebuah subjek dan predikat. Kalimat yang terdiri dari majas tertentu dapat dikategorikan sebagai kalimat lengkap.

2. Kalimat Tidak Lengkap

Sedangkan kalimat tidak lengkap ialah kalimat yang tidak sempurna karena hanya memiliki satu subjek, predikat, atau bahkan hanya terdiri atas objek dan keterangan. Kalimat tidak lengkap seringkali dipakai untuk kalimat semboyan, salam, perintah, pertanyaan, ajakan, jawaban, seruan, larangan, sapaan, dan pernyataan kekaguman.

5 dari 8 halaman

Macam-macam Pola Kalimat

Selain mengetahui jenis-jenisnya, Sahabat Dream juga perlu mengetahui pola di dalam kalimat. Dengan mengetahui polanya, akan memudahkanmu dalam membuat kalimat. Berikut pola kalimat yang perlu dipahami:

1. Pola SP (Subjek-Predikat)

Pola kalimat ini hanya memiliki unsur subjek dan predikat. Predikat di dalamnya bisa berupa kata kerja, ata sifat, kata benda, atau kata bilangan.

Contoh:

Petani bercocok tanam.

2. Pola S-P-O

Pola yang kedua adalah tipe kalimat berpola S-P-O yaitu terdiri dari unsur subjek, predikat dan objek. Subjeknya berupa nomina atau frasa nominal, predikatnya berupa verba transitif, dan objeknya berupa nomina atau frasa nominal.

Contoh:

Kucing makan tikus.

3. Pola S-P-Pel

Tipe kalimat berpola S-P-Pel memiliki unsur subjek, predikat dan pelengkap. Subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif atau kata sifat, sementara pelengkapnya berupa nomina atau adjektiva.

Contoh:

Langit malam ini bertaburan bintang.

6 dari 8 halaman

4. Pola S-P-O-Pel

Tipe dalam pola ini terdiri dari unsur subjek, predikat, objek, dan pelengkap. Subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba transitif, objek berupa nomina atau frasa nominal, dan pelengkap berupa nomina atau frasa nominal.

Contoh:

Dinda membelikan sepatu baru untuk adiknya.

5. Pola S-P-K

Pola kalimat yang satu ini terdiri dari unsur subjek, predikat, dan harus memiliki unsur keterangan karena diperlukan oleh predikat. Subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif, dan keterangan berupa frasa berpreposisi.

Contoh:

Ayah bercukur dengan pisau cukur.

6. Pola S-P-O-K

Pola ini terdiri dari subjek, predikat, objek, dan keterangan. Subjek berupa nomina atau frasa nomina, predikat berupa verba transitif, objek berupa nomina atau frasa nominal dan keterangan berupa frasa berpreposisi.

Contoh:

Sarah membeli buku di toko buku ternama.

7 dari 8 halaman

7. Pola S-P-Pel-K

Kalimat ini terdiri dari unsur subjek, predikat, pelengkap, dan keterangan. Subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitive atau kata sifat, pelengkap berupa nomina atau adjektiva, dan keterangan berupa frasa berpreposisi.

Contoh:

Tubuhnya berlumuran keringat karena bekerja keras seharian.

8. Pola S-P-O-Pel-K

Terdiri dari unsur subjek, predikat, objek, pelengkap dan keterangan. Subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif, objek berupa nomina atau frasa nominal, pelengkap berupa nomina atau frasa nominal dan keterangan berupa frasa berpreposisi.

Contoh:

Reyhan membelikan kucingnya makanan kucing dengan uang sakunya sendiri.

8 dari 8 halaman

Cara Membuat Kalimat yang Benar dan Efektif

Cara Membuat Kalimat yang Benar dan Efektif© Unsplash.com

Setiap orang sebenarnya bisa membuat sebuah kalimat dengan mudah. Namun, tidak semua orang bisa membuat kalimat yang benar dan efektif. Karena menyusun sebuah kalimat memiliki persyaratan tersendiri agar kalimat tersebut enak dibaca, mudah dipahami, dan bisa menyampaikan informasi dengan sebaik mungkin. Mengingat bahwa kalimat sendiri merupakan bagian dari hasil pemikiran seorang penulis yang disampaikan melalui sebuah tulisan.

Nah, berikut adalah beberapa cara membuat kalimat yang benar dan efektif yang perlu sahabat Dream perhatikan:

  • Menggunakan diksi atau pemilihan kata yang tepat.
  • Memastikan bawah kalimat tersebut terdiri dari unsur-unsur yang utama, yakni berupa subjek dan predikat.
  • Menggunakan kaidah penulisan yang baik, yakni sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).
  • Menekankan pada pokok kalimat yang hendak disampaikan.
  • Menggunakan bentuk bahasa yang konsisten.
  • Bersifat koheren dan kalimatnya paralel.
  • Tidak melakukan pemborosan kata-kata. Misal: Arma naik ke atas kursi. Sebaiknya menjadi kalimat “ Arma naik ke kursi”.

Demikian itulah penjelasan tentang pengertian kalimat lengkap dengan jenis-jenis dan contohnya.

Beri Komentar