Raja Charles III Ternyata Pernah Belajar Bahasa Arab demi Pahami Alquran

Reporter : Nabila Hanum
Senin, 12 September 2022 13:00
Raja Charles III Ternyata Pernah Belajar Bahasa Arab demi Pahami Alquran
Ulama Inggris, Syekh Abdal Hakim Murad, mengatakan bahwa Raja Charles pernah belajar Bahasa Arab demi memahami Alquran.

Dream - Raja Charles III menjadi sorotan dunia setelah resmi menjadi pemimpin Kerajaan Inggris pasca sang ibu, Ratu Elizabeth, meninggal dunia pada Jumat, 9 September 2022.

Publik pun ikut penasaran dengan masa lalu ayah Pangeran William dan Pangeran Harry ini, termasuk soal dirinya yang disebut pernah belajar Alquran.

Ulama Inggris, Syekh Abdal Hakim Murad, mengatakan, Raja Charles pernah belajar Bahasa Arab demi memahami Alquran.

1 dari 5 halaman

Syekh Abdal mengungkapkan, Raja Charles III pernah belajar bahasa Arab saat masih berstatus pangeran.

Keinginan belajar bahasa Arab itu didengar sendiri oleh Syekh Abdal saat Raja Charles berkunjung ke Chambridge beberapa tahun lalu.

" Ketika dia datang ke Chambridge bertahun-tahun yang lalu, bukan sebagai kunjungan resmi, dia ingin berbicara tentang Alquran. " Ada banyak makna dalam Alqur'an" . Saya mendengar dia berkata begitu. Dia bisa saja membicarakan hal lain di Universitas, tapi itulah yang menarik baginya," ujar Syekh Abdal dalam video yang diunggah akun Twitter @CambCentMosque

2 dari 5 halaman

Tindakan Charles tersebut ternyata diketahui media di Inggris dan menimbulkan kontroversi. Padahal menurut Syekh Abdal, niat Charles belajar bahasa Arab bukan serta merta untuk tujuan negara.

" Sepuluh tahun yang lalu, Daily Mail menjadi sangat marah ketika ternyata pangeran Charles telah belajar bahasa Arab," ujarnya.

" Mengapa dia ingin belajar bahasa Arab? Supaya dia bisa pergi ke teluk dan menjual pesawat tempur atau semacamnya? Tidak. Dia mengatakan itu agar bisa memahami Alquran," imbuh Syekh Abdal.

3 dari 5 halaman

Ia kemudian menantang pejabat parlemen lainnya di Inggris apakah berani untuk lakukan hal serupa seperti Raja Charles saat itu.

Syekh Abdal mengaku jika Islam masih menjadi isu sensitif di Inggris. Di tengah perbedaan antara timur dan barat, muslim, non muslim, juga warga imigran, Raja Charles III dinilai mampu keluar dari isu tersebut dengan bersikap berbeda.

Terlepas dari berbagai kontroversi tentang Raja Charles III, Syekh Abdal mengatakan bahwa sikap itu patut dipuji.

" Dia ingin mengatasinya (isu agama), dan itu layak mendapat pujian. Mengapa kita tidak memberinya pujian karena berpikir out of the box?" ucapnya.

Syekh Abdal mengatakan bahwa dirinya mengenal Raja Charles III memang sebagai sosok yang menyukai kebudayaan juga karya seni Islam.

4 dari 5 halaman

 

5 dari 5 halaman

Beri Komentar