Penyesalan Nakes Berprasangka Buruk Soal Covid-19: `Ngeri, Seperti Orang Mabuk`

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 1 Oktober 2020 17:00
Penyesalan Nakes Berprasangka Buruk Soal Covid-19: `Ngeri, Seperti Orang Mabuk`
"Saya pikir Covid-19 cuma politik saja agar dananya turun (cair), rupanya beneran ada"

Dream - Seorang pasien positif Covid-19 asal Kabupaten Nagan Raya, Aceh, bernama Teuku Muhammad Fajar, 24 tahun, berbagi kisah tentang beratnya melawan corona.

“ Ngeri terinfeksi covid, bawaannya pusing seperti orang mabuk,” kata Fajar, Kamis 1 September 2020, dikutip dari Merdeka.com.

Fajar merupakan tenaga kesehatan asal Kecamatan Tripa Makmur, Nagan Raya, Aceh. Menurut dia, gejala awal saat terserang Covid-19, dia merasakan perasaan gelisah dengan kondisi jantung berdebar-debar.

" Serta disertai pusing dan mual," katanya.

Bahkan dirinya merasakan sakit di bagian perut dan disertai pusing di bagian kepala dan mual.

Saat merasakan gejala itu, Fajar sudah menduga jika dirinya terpapar Covid-19. Dugaan itu muncul karena dia merawat pasien positif Covid-19 di rumah sakit di Nagan Raya, Aceh.

1 dari 3 halaman

Sejak merasakan gejala yang tidak biasa, ia kemudian melakukan pemeriksaan kesehatan dan melakukan tes usap (swab) untuk memastikan apakah positif terinfeksi Covid-19 atau tidak.

Tes usap itu ia lakukan pada 17 September 2020 lalu di Nagan Raya, Aceh.

Namun berdasarkan data hasil pemeriksaan kesehatan dirinya yang dirilis dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Aceh di Banda Aceh pada Selasa, 22 September lalu, ia dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

 

2 dari 3 halaman

Awalnya Tak Percaya

Fajar juga mengaku sudah melihat langsung bagaimana kondisi pasien yang positif terinfeksi Covid-19, karena bisa menyebabkan pernapasan seseorang terganggu dan menyebabkan kematian.

" Saya pikir Covid-19 cuma politik saja agar dananya turun (cair), rupanya beneran ada, kesusahan kalau sempat terinfeksi," katanya menuturkan.

Belajar dari pengalaman yang ia rasakan saat ini, ia meminta kepada masyarakat di Aceh agar percaya bahwa penyakit yang disebabkan oleh virus COVID-19 memang benar-benar ada dan bukan rekayasa, seperti banyak informasi palsu (hoaks) yang selama ini beredar luas.

Ia juga mengaku saat ini masih menjalani proses penyembuhan di sebuah mess di Suka Makmuel, Kabupaten Nagan Raya, Aceh.

3 dari 3 halaman

Imbau Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan

Fajar juga berpesan agar masyarakat percaya bahwa virus corona memang ada.

Ia juga turut memberi semangat kepada rekan-rekan medis yang saat ini berjuang dan membantu masyarakat yang ikut terpapar virus corona.

Meski masih menjalani penyembuhan, TM Fajar juga turut membagi pengalaman dirinya agar tidak terinfeksi COVID-19 yakni dengan meningkatkan daya tahan tubuh, agar tubuh dapat melawan serangan virus.

Tentunya juga disertai dengan mengonsumsi vitamin, berjemur di terik matahari pagi, dan mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

" Insya Allah, kalau tidak ada penyakit bawaan (penyakit penyerta) akan sembuh, yang penting jangan panik," kata TM Fajar mengingatkan.

Sumber: merdeka.com

Beri Komentar