Foto: Ilustrasi/Shutterstock
Dream - Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta bersama Danone-AQUA meresmikan kerja sama pengembangan Bank Sampah Induk pada Selasa, 2 Maret 2021 kemarin.
Kolaborasi ini merupakan langkah maju Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menanggulangi masalah sampah plastik di Ibu Kota.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Drs. Syaripudin M. Si, menyebutkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini sedang menyusun rancangan Peraturan Gubernur tentang Bank Sampah, yang di dalamnya terdapat birokrasi terkait operasional Bank Sampah.
“ Kelembagaan Bank Sampah Induk kedepannya dapat dikelola oleh masyarakat, dunia usaha, maupun dengan lainnya dalam bentuk koperasi, PT, yayasan, maupun BUMD,” jelas Syaripudin dalam Virtual Tour #BijakBerplastik Danone-AQUA & Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Ia juga menyebut bahwa ke depannya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengembangkan sistem informasi yang terintegrasi untuk menunjang pelaporan data sistem pembayaran, penjemputan sampah, pengawasan dan pengendalian Bank Sampah, serta evaluasi pelaporan data Bank Sampah.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta nantinya juga akan mengakomodir sistem pembayaran bank sampah sehingga bisa melakukan pembayaran kepada nasabah melalui tunai, transaksi bank, dompet elektronik, maupun sistem pemabayaran lainnya yang berkembang di masyarakat.
Laporan: Silmi Safriyantini
Dream - Menyambut peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2021 yang jatuh pada 21 Februari mendatang, PT Unilever Indonesia, Tbk bekerjasama dengan Perkumpulan Pemulung Indonesia Mandiri (PPIM) untuk ikut berkontribusi dalam rantai pengelolaan sampah serta merupakan upaya peningkatan kualitas hidup.
Kenapa pemulung?
Info dari Dr. Alin Halimatussadiah, Ph.D selaku Ketua Kajian Ekonomi Lingkungan, LPEM FEB UI pada konferensi pers virtual Kamis, 18 Februari 2021 kemarin, pemulung memiliki peran sentral yang patut diperhatikan.
Alasannya, karena pemulung berjasa mengumpulkan sampah sebagai bahan baku yang mendukung industri daur ulang.
" Oleh karena itu, sudah saatnya kita melekatkan para pemulung ke dalam kesatuan rantai nilai pengelolaan sampah yang lebih utuh,” tuturnya.

© © Shutterstock
Hal ini sejalan dengan hasil studi Unilever Indonesia dan Suistainable Waste Indonesia (SWI) yang mengungkap, lebih dari 80% sampah plastik terkumpul di Pulau Jawa berasal dari pemulung.
Sedangkan 20% sisanya berasal dari bank sampah, TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle) serta penampung sampah plastik lainnya.
Namun sayangnya, sebagian masyarakat kerap menyematkan stigma negatif kepada pemulung sebagai masalah sosial yang mesti segera diatasi sehingga kehadiran mereka kerap mendapatkan tentangan.
" Banyaknya pembatasan juga membuat mereka sulit bermobilisasi, belum lagi sebagian besar perumahan masih ditutup untuk mencegah penyebaran Covid-19. Untuk dapat terus menyambung hidup dan berkontribusi dalam mengurai permasalahan sampah, mereka membutuhkan dukungan dari kita semua,” jelas Prispolly Davina Lengkong selaku Ketua Umum PPIM di kesempatan yang sama.
Untuk itu, Unilever Indonesia dan PPIM luncurkan kerjasama baru yang menargetkan 3000 pemulung sebagai penerima manfaat dari rangkaian program edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Program edukasi ini antara lain meliputi pelatihan literasi keuangan, keterampilan berkomunikasi, hingga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang diharapkan dapat menjadi modal dasar bagi para pemulung untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
Program Unilever Indonesia dan PPIM ini melanjutkan kerjasama kedua institusi yang berawal di 2020 melalui penyerahan sarana mesin press sampah plastik untuk membantu meningkatkan nilai ekonomis yang kemudian dijual para pemulung kepada para pengepul sampah.
" Jika dikelola dengan baik, sampah plastik justru dapat memberikan nilai ekonomi, sehingga transisi menuju konsep ekonomi sirkular, yang kini menjadi semakin krusial untuk mengubah permasalahan sampah plastik menjadi peluang menuju pemulihan ekonomi nasional,” jelas Nurdiana Darus selaku Head of Corporate Affairs and Sustainability PT Unilever Indonesia, Tbk.
Reporter: Yuni Puspita Dewi
Advertisement
Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara


Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Mengapa Kaki Kecil Pernah Dianggap Cantik di China? Sejarah Tradisi Ikat Kaki yang Menyakitkan

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah