Secarik Kertas Pesan Terakhir Mendiang Adnan Buyung Nasution

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 23 September 2015 14:10
Secarik Kertas Pesan Terakhir Mendiang Adnan Buyung Nasution
Dalam kondisi kritis dan kesulitan komunikasi, Adnan Buyung menuliskan pesan dalam secarik kertas. Apa isinya?

Dream - Pengacara senior Adnan Buyung Nasution menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu 23 September 2015. Beliau meninggal setelah dirawat sekitar satu pekan di rumah sakit.

Putra ketiga Adnan Buyung Nasution, Rasyid Alam Perkasa Nasution menyampaikan ayahnya sempat meninggalkan pesan dalam secarik kertas sebelum menghembuskan nafas terakhirnya. Salah satu pesan itu berisi pesan agar anak-anaknya melanjutkan perjuangannya.

" Lanjutkan perjuangan di LBH (Lembaga Bantuan Hukum) untuk rakyat miskin yang tertindas, terutama masalah hak asasi manusia dan demokrasi," kata Rasyid di kediaman pribadi Adnan Buyung, di Jalan Poncol Lestari, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Rasyid menceritakan, ayahnya sempat kritis akibat sakit komplikasi ginjal dan jantung sebelum menghembuskan nafas terakhir. Saat itu juga pengacara kondang ini sempat dipasang selang dan sulit untuk berkomunikasi.

" Karena susah untuk komunikasi, makanya beliau menuliskan pesannya itu melalui secarik kertas," ucap dia.

Seperti diketahui, advokat senior, Adnan Buyung Nasution, pria berusia 81 tahun meninggal setelah dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada pukul 10.15 WIB pagi tadi. 

" Adnan Buyung adalah tokoh yang tidak tergantikan. Kepergiannya memukul kita semua," kata mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto.

Adnan Buyung merupakan pengacara kelahiran Jakarta 20 Juli 1934. Selama hidupnya, Buyung dikenal sebagai pengacara jempolan.

Sejak muda, Adnan Buyung dikenal sebagai aktivis yang konsisten berjuang di bidang hukum. Salah satu organisasi yang dia dirikan adalah Lembaga Bantuan Hukum (LBH). Dia juga menjadi salah satu tokoh yang lantang menyuarakan reformasi pada 1997. 

(Laporan: Rohimat Nurbaya)

Baca Juga: Adnan Buyung, `Pendekar Hukum` Putra Tukang Cendol JK: Adnan Buyung Penegak Hukum, HAM dan Demokrasi Cuit Duka Boediono dan Hatta Rajasa untuk Adnan Buyung Adnan Buyung Nasution Wafat

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More