Anak Buruh Potong Ayam Lolos Taruna Polisi

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 10 Agustus 2018 06:01
Anak Buruh Potong Ayam Lolos Taruna Polisi
Riyaldi lolos dalam seleksi calon Bintara Polisi.

Dream - Supono, 60 tahun, dan Sri Mulyani, 52 tahun, tak kuasa menahan tangis. Seolah seperti sedang bermimpi.

Nama anak semata wayangnya, Muhammad Riyaldi Wijaya, 20 tahun, dibacakan dalam sidang terbuka penerimaan Bintara Polri di Gedung Serba Guna Mapolda DIY. Tidak pernah terbayang Riyaldi bisa menjadi aparat penegak hukum.

Supono hanyalah seorang buruh potong ayam dengan penghasilan seadanya. Sementara istrinya adalah pembantu. 

" Mudah-mudahan lancar dan bisa menjadi anggota polisi yang mengayomi dan menjalankan tugasnya dengan baik," ujar Supono, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 9 Agustus 2018.

Menurut Supono, anaknya sudah lima kali mendaftar seleksi Bintara sejak lulus sekolah. Namun tak pernah sekalipun lolos. Tahun ini adalah momen terakhir bagi Riyaldi karena usianya sudah tidak memenuhi persyaratan jika mendaftar tahun depan.

 

 

1 dari 2 halaman

Anak Sempat Jadi Driver Ojol

Anak Sempat Jadi Driver Ojol © Dream

Supono mengatakan tidak mengeluarkan uang sepeserpun selama anaknya menjalani seleksi. Jika harus merogoh kocek, Supono tentu tidak mampu.

" Penghasilan saya saja tidak tentu. Kadang sehari dapat Rp20 ribu hingga Rp65 ribu."

Bahkan Riyaldi, kata Supono, sempat menjadi driver ojek online. " Untuk mendapatkan uang," kata dia.

 

2 dari 2 halaman

Kata Kapolda DIY

Kata Kapolda DIY © Dream

Kapolda DIY, Brigjen Ahmad Dofiri, mengatakan ada 120 calon yang lolos seleksi Bintara umum, terdiri dari 116 laki-laki dan 4 perempuan. Sedangkan Bintara khusus, ada 25 orang lolos seleksi, terdiri dari 22 pria dan 3 wanita.

Selanjutnya, Dofiri menegaskan semua generasi muda yang memenuhi syarat bisa menjadi polisi. Menurut dia, proses seleksi penerimaan Bintara semakin baik dan transparan dari tahun ke tahun.

" Mereka akan menjalani pendidikan selama 7 bulan di SPN Selopamioro. Semua orang, baik dari kalangan tidak mampu atau mampu punya kesempatan yang sama untuk bisa bergabung dengan Polri," kata Dofiri.

Sumber: Liputan6.com

Beri Komentar