Jubir Penanangan Covid-19 Achmad Yurianto
Dream - Angka kesembuhan pasien positif corona di Indonesia terus bergerak naik. Bahkan kini jumlahnya lebih banyak dibandingkan agka kematian.
Juru bicara pemerintah untuk penangangan Covid-19, Achmad Yurianto, melaporkan terdapat kenaikan jumlah kasus positif Covid-19. Per Jumat, 17 April 2020 pukul 12.00, terdapat penambahan pasien positif sebanyak 407 kasus.
" Sehingga total menjadi 5.923 pasien," ujar Yurianto di Jakarta.
Kasus sembuh juga meningkat sebanyak 59 orang sejak Kamis, 16 April hingga hari ini. " Sehingga total menjadi 607 pasien," kata Yurianto.
Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan angka kematian. Sejak kemarin, terdapat penambahan pasien meninggal sebanyak 24 orang.
" Sehingga menjadi 520 pasien (meninggal)," kata Yurianto.
Sejauh ini, kata Yurianto, telah ada spesimen sebanyak lebih dari 42 ribu dan sebanyak lebih dari 37 spesimen telah diperiksa. Dari pemeriksaan tersebut didapat 31.211 spesimen dinyatakan negatif Covid-19.
" Kewaspadaan kita terhadap orang dalam pemantauan yang kita harus betul-betul perhatikan ada lebih dari 117 ribu. Pasien dalam pengawasan adalah 12.610 yang nantinya ini akan menjadi priotritas untuk pemeriksaan PCR secara real time," kata dia.
Lebih lanjut, Yurianto mengingatkan kasus penularan masih terus terjadi. Dia meminta masyarakat untuk memberikan perhatian serius terhadap kasus ini.
" Ini sudah menjadi bencana nasional, oleh karena itu perlu kita perhatikan secara serius. Pastikan kita tidak tertular dan tidak menulari," kata dia.
Dream - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menyebut terus memeriksa spesimen di lebih dari 32 laboratorium. Spesimen yang diperiksa mendekati angka 40 ribu.
" Kasus yang kita diperiksa hampir 35 ribu." kata Yuri, Kamis, 16 April 2020.
Dari pemeriksaan itu sebanyak 29.459 kasus dinyatakan negatif.
Meski demikian, dari pemeriksaan itu total pasien positif Covid-19 mencapai 5.516 orang. Jumlah harian pasien Covid-19 bertambah 380 orang.
Sementara itu, pasien yang sudah dinyatakan sembuh berjumlah 548 orang. Jumlah ini berasal dari 102 orang yang selama satu hari terakhir dinyatakan sembuh.
Sementara itu, kasus pasien meninggal mengalami kenaikan 27 orang. Dengan penambahan ini total pasien meninggal berjumlah 496 orang.
Yuri menyebut, saat ini ada penambahan sebanyak 3.897 orang dalam pemantauan (ODP). Dengan penambahan itu, jumlah ODP di Indonesia saat ini berjumlah 169.446 orang
Sedangkan pasien dalam pemantauan (PDP) mengalami penambahan 708 orang. " Sehingga PDP 11.873 orang," ucap dia.
Melihat kondisi ini, Yuri mengajak masyarakat untuk memastikan dirinya tidak tertular dan menulari. Dia juga berharap masyarakat tidak mendiskriminasi pasien Covid-19 yang sudah sembuh.
" Dan jangan tolak jenazah pasien Covid-19," ucap dia.
Dream - Juru bicara pemerintah untuk penangan Covid-19, Achmad Yurianto membagikan data terkini pasien Covid-19. Berdasarkan 15 april 12.00 WIB, tim Gugus Tugas Percepatanan Penangan Covid-19 telah memeriksa 36.431 spesimen dari 33.001 orang.
" Hasilnya positif reaktif akumulatif sampai dengan hari ini 5.136 orang," kata Yuri, Rabu, 15 April 2020.
Berdasarkan data harian, pasien positif Covid-19 yang tercatat sejak 14 hingga 15 April 2020 sejumlah 297 orang. Sementara itu, uji spesimen juga menunjukkan hasil negatif pada 27.865 orang.
Yuri bersyukur, saat ini masih ada sebanyak 446 pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh. " Bertambah 20 orang," ucap dia.
Terdapat lima provinsi teratas dengan pasien sembuh, diantaranya, DKI Jakarta 164 orang sembuh, Jawa Timur sebanyak 81 orang sembuh, Sulawesi Selatan sebanyak 42 orang sembuh, Jawa Barat 23 orang sembuh, Bali 23 orang sembuh. " Sementara 29 provinsi yang lainnya didapat yang sembuh," kata dia.
Yuri juga membagikan data berjenjang sejak dari dinas kesehatan kabupaten kota hingga dinas kesehatan provinsi mengenai jumlah orang dalam pemantauan (ODP). Diakumulasi secara nasional kasus ODP berjumlah 165.549 orang.
" Kasus PDP 11.165 di mana yang terkonfirmasi positif Covid-19, sebanyak 5.136 orang," ucap dia.
Sementara itu, kasus meninggal bertambah 10 orang. Sehingga total kasus pasien Covid-19 yang meninggal berjumlah 469 orang.
Dream - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan ada kelompok masyarakat yang termasuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP). Jumlahnya, tercatat mencapai 139.137 orang.
Yuri menyebut, kelompok inilah yang menjadi perhatian pemerintah saat ini. Sebab, tidak menutup kemungkinan ada pasien positif Covid-19 yang bergejala ringan.
" Inilah yang menjadi perhatian besar karena tidak menutup kemungkinan masuk dalam pemantauan yang kondisi tidak sakit kondisi yang sakit ringan," kata Yuri, Selasa, 14 April 2020.
Menurut Yuri, ribuan orang yang masuk kelompok ODP tersebut bisa berpotensi menjadi sumber penularan apabila tidak segera dirawat dengan baik. " Apabila tidak segera melaksanakan isolasi diri, karantina diri dengan cara sebaik-baiknya," ucap dia.
Sementara itu, menurut catatannya, pasien dalam pemantauan (PDP) di seluruh Indonesia telah mencapai 10.482 orang. Dari jumlah tersebut, 4.839 orang dinyatakan positif Covid-19.
Hasil itu didapat setelah proses pengujian antigen berbasis realtime PCR di 32 laboratorium. Hingga saat ini, tim Kementerian Kesehatan telah telah memeriksa sebanyak 33.678 spesimen.
" Ada 31.628 orang (spesimen diuji) dan hasil positif 4.839 orang, hasil negatif 26.789 orang," kata dia.
Dari data tersebut, Yuri menyarakan masyarakat di 10 wilayah, kota dan kabupaten yang sudah berstatus pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk menaati aturan yang berlaku. Upaya ini semata-mata untuk memutus kemungkinan penularan Covid-19 dari orang per orang.
Yuri juga terus mengingatkan agar masayarakat untuk tinggal di rumah, menjaga jarak fisik saat berkomunikasi, dan menggunakan masker kala keluar dari rumah.
Dream - Sebuah riset terbaru mendapat temuan mengejutkan tentang kemampuan virus corona melayang di udara. Dalam riset yang dimuat jurnal Emerging Infectious Diseases diketahui virus penyebab Covid-19 ini bisa melayang hingga 4 meter dari seorang pasien yang terinfeksi.
Jarak terbang virus ini setara dengan dua kali lipat dari standar physical distance atau jaga jarak yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Dalam artikel yang dimuat jurnal tersebut, tim peneliti asal China menemukan virus corona dalam sampel udara yang diambil di ruang perawatan pasien positif. Tetapi para ahli belum bisa memastikan virus tersebut dapat menular atau tidak.
Dikutip dari Straits Times. penelitian yang dijalankan tim Akademi Ilmu Kedokteran Militer Beijing yang mengambil sampel permukaan dan udara dari unit perawatan intensif bangsal Covid-19 di RS Houshenshan di Wuhan. RS Tersebut menampung 24 pasian pada 19 Februari hingga 2 Maret 2020.
Para peneliti mengungkapkan virus paling banyak mengendap di bagian lantai bangsal.
" Hal ini terjadi karena gravitasi dan aliran udara yang menyebabkan sebagian besar tetesan virus jatuh ke tanah," demikian isi riset tersebut.
Kontaminasi tingkat tinggi juga ditemukan pada beberapa benda yang sering disentuh. Seperti pada mouse komputer, trashcans, bed rails dan kenop pintu.
" Selain itu, setengah sampel lain yang terkontaminasi virus antara lain sol sepatu staf medis ICU. Maka dari itu sol sepatu staf medis kemungkinan besar sebagai carier (pembawa virus)," tulis tim tersebut.
Tim peneliti juga melakukan tes transmisi aerosol, di mana terdapat ancaman persebaran virus melalui udara. Hal ini juga masih dalam perdebatan ilmuwan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga meragukan virus ini dapat tersebar melalui aerosol.
Mereka menemukan penularan aerosol yang sarat virus sebagian besar terkonsentrasi di dekat hilir dari pasien berjarak 4 meter.
" Tindakan yang tepat dapat secara efektif mencegah persebaran virus," jelas penulis.
Para ilmuwan ini menawarkan saran yang bertentangan dengan ortodoksi. " Temuan kami menunjukan isolasi rumah bagi orang yang diduga Covid-19 mungkin bukan strategi yang tepat mengingat adanya tingkat kontaminasi pada lingkungan sekitar," jelas penulis.
WHO telah mengeluarkan beberapa himbauan untuk menekan persebaran. Juga mendesak masyarakat untuk selalu menggunakan masker ketika berbicara dengan orang lain.