WHO: Masker Kain Wajib 3 Lapis, Berikut Jenis Bahan dan Kombinasinya

Reporter : Sugiono
Rabu, 10 Juni 2020 11:00
WHO: Masker Kain Wajib 3 Lapis, Berikut Jenis Bahan dan Kombinasinya
Masker kain sekarang wajib dibuat dengan minimal tiga lapis menggunakan jenis material dan kombinasi bahan yang direkomendasikan.

Dream - Sebagai badan dunia yang menangani kesehatan seluruh umat manusia, WHO terus memperbarui panduan mereka dalam mencegah penularan virus SARS-CoV-2 atau corona baru yang menyebabkan Covid-19.

Baru-baru ini, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebutkan beberapa perubahan panduan mengenai masker kain untuk menyaring droplet atau percikan mulut pemakainya.

Dalam pidato tanggal 5 Juni 2020, Ghebreyesus menyebutkan bahwa masker kain sekarang wajib dibuat dengan minimal tiga lapis.

" Panduan kami yang diperbarui berisi informasi baru tentang komposisi masker kain, berdasarkan penelitian akademis yang diminta oleh WHO," kata Ghebreyesus.

Berdasarkan panduan baru tersebut, WHO menyarankan warga masyarakat untuk memakai masker kain yang memiliki setidaknya tiga lapis bahan yang berbeda.

" Tentang detail lapisan yang kami rekomendasikan ada dalam panduan," tambah Ghebreyesus.

1 dari 4 halaman

Masker Kain Sudah Ada Standarnya

Dalam panduan berjudul Advice on the use of masks in the context of COVID-19 keluaran 5 Juni 2020, WHO menyebut masker kain sebagai masker non-medis.

Masker non-medis dapat dibuat dari berbagai material kain dengan jumlah lapisan berbeda. Kombinasi berbagai material kain dan jumlah lapisan berbeda ini menghasilkan kemampuan untuk menyaring yang berbeda terhadap virus.

Menurut panduan WHO itu, standar masker kain saat ini telah dikembangkan oleh French Standardization Association (AFNOR Group).

2 dari 4 halaman

Rekomendasi WHO tentang Bahan Masker Kain

Standar baru ini menyebutkan bahwa kemampuan filtrasi atau penyaringan terhadap partikel solid atau droplet minimal harus mencapai 70 persen.

Berikut ini beberapa bahan yang direkomendasikan WHO untuk membuat masker kain:

  • Polypropylene (spunbond)
  • Katun (woven)Katun (knit)
  • Polyester (knit)
  • Cellulose (tisu)
  • Cellulose (paper towell)
  • Silk (woven)
  • Nylon (woven)

WHO menyarankan untuk tidak memakai bahan yang bersifat elastis untuk membuat masker kain. Masalahnya, selama pemakaian, bahan mungkin menjadi melar hingga ukuran pori kain melebar dan mengurangi efisiensi penyaringannya terhadap droplet.

3 dari 4 halaman

Tiap Kain Punya Efisiensi Penyaringan Berbeda

Setiap bahan kain memiliki efisiensi penyaringan antara 0,7% dan 60%. Semakin tinggi efisiensi penyaringannya, semakin bagus dalam menahan laju virus.

Kombinasi bahan kain Nylon dan 100% Polyester, misalnya, jika dilipat menjadi dua lapis, akan memberikan efisiensi filtrasi dua hingga lima kali lipat jika dibandingkan satu lapis saja.

Dalam membuat masker kain, WHO mewajibkan minimal tiga lapisan tanpa mengorbankan kenyamanan pemakainya untuk bernapas dengan leluasa.

4 dari 4 halaman

Kombinasi Bahan Masker Kain Menurut WHO

Karena itu WHO memberikan panduan kombinasi bahan yang ideal agar masker kain tetap nyaman dipakai saat beraktivitas selama pandemi Covid-19.

  1. Lapisan terdalam yang menyentuh hidung dan mulut sebaiknya menggunakan bahan katun atau campuran katun.
  2. Lapisan tengah yang berfungsi meningkatkan filtrasi dan menahan droplet menggunakan bahan sintetis seperti Polypropylene atau katun.
  3. Lapisan terluar yang berfungsi membatasi kontaminasi eksternal hingga ke hidung dan mulut pemakai sebaiknya menggunakan bahan Polypropylene, Polyester atau kombinasi keduanya.

Sumber: WHO

Beri Komentar