Ini Muslimah Pertama Pembangun Masjid di Turki

Reporter : Syahid Latif
Senin, 12 Mei 2014 10:13
Ini Muslimah Pertama Pembangun Masjid di Turki
Fadillioglu menerima tawaran mendesain interior Masjid Sakirin yang dibuka pada 2009 itu dengan penuh haru.

Dream - Muslimah tak harus hidup terkungkung. Seperti laki-laki, perempuan muslim bisa berkarya. Menggapai mimpi. Inilah prinsip Zeynep Fadillioglu. Muslimah perancang Masjid Sakirin di Instanbul, Turki.

Fadillioglu membangun Masjid Sakirin bersama arsitek Husrev Tayla. Proyek ini digarap selama empat tahun, hingga akhirnya dibuka pada Mei 2009. Seluruh interior masjid menjadi kewenangannya.

Perempuan kelahiran Istanbul 59 tahun silam ini punya alasan kuat menerima tawaran membangun Masjid Sakirin. Melalui desain interior, dia ingin menunjukkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan di dalam masjid ini.

" Saya melihat kaum perempuan ditempatkan di lokasi buruk di dekat tangga, tempat yang sempit. Semacam tak diinginkan di dalam masjid. Itu bukan ajaran Islam. Perempuan dalam Islam setara dengan laki-laki," ucap Fadillioglu dikutp BBC.

Oleh sebab itu, Fadillioglu sangat memperhatikan ruang untuk perempuan. Area yang kerap diabaikan oleh arsitek pembangun masjid. Area laki-laki dan perempuan di masjid memang harus dipisah. Namun, Fadillioglu memberi tempat yang lebih layak bagi para perempuan.

Ini Muslimah Pertama Pembangun Masjid di Turki

Sumber foto: loveisspeed.blogspot.com

Sebenarnya, perempuan yang juga pengajar di Universitas Bilqi Istanbul ini mulanya bukanlah seorang arsitek. Saat masuk kuliah dia memilih jurusan ilmu komputer di Universitas Sussex dan Institut Data Kontrol di Inggris.

Ketertarikan pada arsitektur, khususnya desain interior, baru muncul pada 1978. Masuklah Fadillioglu ke Sekolah Desain Inchbald London, mengambil jurusan sejarah seni dan desain.

Masjid bukan pula bangunan yang biasa dia garap. Sebelum mengerjakan Masjid Sakirin, Fadillioglu lebih banyak membangun restoran, hotel, dan rumah-rumah mewah di New Delhi, Abu Dhabi, dan London, di bawah bendera Zeynep Fadillioglu Design atau yang sohor dengan nama ZF Design.

Sakirin benar-benar menjadi pengalaman pertama bagi Fadillioglu dalam membangun masjid. Dan itu membuatnya haru. " Saat saya ditawari proyek ini, saya menangis," tutur Fadillioglu.

Tangis haru itu memang pantas dia tumpahkan. Sebab, dia akan menjadi perempuan pertama di Turki yang memimpin pembangunan sebuah masjid. Kesempatan yang mungkin hanya datang sekali seumur hidup.

" Apalagi saat itu banyak terjadi perdebatan yang menyatakan Islam tidak memberi persamaan hak pada perempuan. Bukti bahwa perempuan bisa membangun masjid telah menyangkal itu," kata Fadillioglu.

Buah karya Fadillioglu ini memang luar biasa. Sentuhan perempuan tangannya membuat interior masjid yang diklaim paling modern di Istanbul ini tampak indah.

Masjid Sakirin juga diklaim sebagai yang paling modern di antara masjid-masjid lain di Istanbul. Meki demikian, gayanya masih mengadopsi unsure-unsur Ottoman tempo dulu. Yuk.. kita intip keindahan interior Masjid Sakirin.

1 dari 4 halaman

Kubah Raksasa

Kubah Raksasa © Dream

Masjid Sakirin dibangun selama 4 tahun. Masjid ini memiliki luas 10 ribu meter persegi. Namun hanya mampu menampung 500 jamaah.

Masjid ini dibangun dengan gaya Ottoman. Kubah berukuran sangat besar yang mencakup area utama salat menjadi ciri khas gaya itu. Dua menara berdiri masing-masing tegak setinggi 35 meter.

2 dari 4 halaman

Mihrab dan Mimbar Unik

Mihrab dan Mimbar Unik © Dream

Masjid Sakirin memiliki mihrab yang unik. Bentuknya oval, pada bagian bawah terpotong lantai. Di tengah-tengah berwarna emas, sedangkan di lapisan luar biru.

Yang tak kalah unik adalah mimbar. Tempat yang biasa dipakai berceramah itu dibuat bertangga. Setidaknya ada 12 anak tangga. Bagian belakang mimbar berwarna kuning gading itu dibuat menjulang.

Dinding masdjid dibuat penuh ukiran. Sehingga banyak celah yang memungkinkan cahaya menerobos masuk. Kala siang, ruang utama pun terang tanpa bantuan lampu.

Seperti masjid pada umumnya, dinging pada Masjid Sakirin ini juga dihiasi dengan ornament-ornamen dari ayat-ayat Alquran.

 

3 dari 4 halaman

`Cahaya Tuhan`

`Cahaya Tuhan` © Dream

Di bawah kubah, tergantung hiasan kaca. Butiran-butiran bening terpasang melingkar di atas ruang utama. Indah, kadang-kadang kaca-kaca bening itu terlihat berkilau.

Namun ini bukan hanya sekedar hiasan indah tanpa makna. Menurut Fadillioglu, hiasan ini sebagai symbol cahaya Ilahi yang selalu memancar untuk para jamaah.

4 dari 4 halaman

`Ruangan Emansipasi`

`Ruangan Emansipasi` © Dream

Inilah ruangan yang diperjuangkan oleh Fadillioglu. Ruang untuk para perempuan. Ruangan ini diberi pembatas

Dia mendesain agak luas ruang khusus untuk jamaah perempuan itu. Sehingga para perempuan bisa leluasa. Tak lagi ditempatkan di sudut ruangan maupun di bawah tangga.

Beri Komentar