Advertisement
Salah satu kabar bohong yaitu penyebaran virus Corona dalam radius 5 kilometer.
Ada juga hoaks mengenai wudhu sebagai penangkal virus Corona Wuhan.
Disebut menyebabkan kerusakan jaringan sel otak.
Simulasi berjalan sukses.
Warga menduga, ikan-ikan yang mati itu berhubungan dengan gempa besar atau tsunami yang akan muncul.
Bocah yang mengenakan baju berwarna merah itu terduduk dengan menaruh kepalanya di dengan sambil memegang karung.
Ruangan di rumah sakit itu kabarnya tidak dihuni oleh orang tua, tapi hanya pasien muda.
Media massa turut andil.
Benarkah ada penolakan?
Berita tersebut viral dan membuah heboh netizen.
Shigeo Tokuda disebut sebagai profesor dan ahli kungfu.
Pengacara mengajukan surat ke polda.
Laporan diterima dari Bareskrim Polri.
Membuat hoaks agar diakui sebagai ahli IT.
Minta masyarakat cerdas tanggapi isu yang beredar.
Lebaran juga jadi momen untuk hentikan hoaks.
WHO tak mengeluarkan rekomendasi.
Polisi ,menemukan banyak akun yang menyebarkan konten provokatif
Pimred Harian Rakyat Kalbar meminta maaf karena menulis ulang kabar bohong itu.
KPU belum merilis hasil pencoblosan di luar negeri.
Review Timbangan Digital MODENA Smart Body Scale untuk Tracking Progress Diet selama Ramadan
Dukung UMKM sebagai Tulang Punggung Ekonomi Nasional, Polytron Luncurkan Program 'UMKM Naik Level bareng Polytron'
Ingin Rutin Ikut Turnamen Padel Jakarta Tapi Masih Main Sendiri? Prio Padel Club Bisa Jadi Jawabannya
Upgrade Gaya Hidup Digitalmu dengan eSIM XL PRIORITAS, Pilihan Premium Masa Kini
Ibadah Lancar, Komunikasi Aman: Tips Itinerary Umroh & Internet Hemat
Gelar Akademik Bukan Lagi Jaminan: Pergeseran Cara Pandang Orang Tua Pasca Pengumuman SNBP 2026
Hj.Erni Makmur Berdayakan Perempuan Kalimantan Timur Lewat PKK
Alarm untuk Orang Tua: 93% Anak Indonesia Alami Karies Gigi, Kandungan dalam Susu Formula Perlu Dicermati!