Advertisement
Sebanyak tiga anggota polisi yang dijadikan tersangka merupakan sosok pemberi perintah untuk menembakkan gas air mata.
Gas air mata menjadi salah satu yang membuat suporter panik hingga berujung jatuhnya korban akibat terhimpit ketika mencari jalan keluar.
Polisi dinilai kurang latihan untuk mengendalikan massa, dan tragedi Kanjuruhan mengungkap masalah-masalah yang ada di kepolisian.
Mirisnya, satu keluarga tersebut baru pertama kalinya menonton pertandingan Arema FC lantaran permintaan sang anak.
Presiden Hongaria, Katalin Novak, juga turut menyampaikan bela sungkawa lewat Twitter.
Kapolda Jatim, Irjen. Pol. Dr Nico Afinta memberikan penjelasan terkait menembakkan gas air mata.
Jokowi memerintahkan Menpora, Kapolri dan Ketua umum PSSI melakukan evaluasi.
Korban mencapai 153 meninggal dunia.
Dukung UMKM sebagai Tulang Punggung Ekonomi Nasional, Polytron Luncurkan Program 'UMKM Naik Level bareng Polytron'
Ingin Rutin Ikut Turnamen Padel Jakarta Tapi Masih Main Sendiri? Prio Padel Club Bisa Jadi Jawabannya
Upgrade Gaya Hidup Digitalmu dengan eSIM XL PRIORITAS, Pilihan Premium Masa Kini
Ibadah Lancar, Komunikasi Aman: Tips Itinerary Umroh & Internet Hemat
Liburan Akhir Tahun Keliling Dunia Tanpa Ribet? Nikmati Internet Unlimited Luar Negeri dengan XL PRIORITAS
Sadewi Resmikan Pop-Up Store di Kota Kasablanka: Hadirkan Ruang Mindful Beauty untuk Perempuan Urban