Tak hanya di dalam negeri, kiprah lembaga amal, zakat, infak, dan shodaqah (LAZIS) Indonesia juga berkibar di luar negeri bahkan sampai ke Amerika Serikat
Banyak negara yang masih mengalami masalah kemiskinan, tetapi di negara kaya Timur Tengah justru kesulitan mencari orang miskin. Alhasil, para warganya kesulitan mencari penerima zakat.
Bank Indonesia melaporkan potensi zakat di tanah air mencapai US$ 22 miliar atau Rp 217 triliun. Zakat sebetulnya bisa menjadi sumber dana murah bagi perbankan.
Peran zakat dalam membantu masyarakat miskin terus berkembang. UEA bahkan telah menggunakan medium zakat untuk membiayai pengobatan untuk penderita kanker dari kalangan masyarakat miskin.
Bank Syariah mengingatkan perusahaan yang memperoleh untung pada 2013 untuk membayar zakat. Selain kewajiban, zakat juga bisa menjadi pengurang perhitungan pajak penghasilan.