Zakat
Dream - Bank Indonesia (BI) mengharapkan keuangan syariah di Indonesia bisa terus berkembang. Alasannya, ada beberapa manfaat dari sistem perekonomian syariah yang mampu memberikan dampak bagi ketahanan keuangan nasional.
" Dengan mengembangkan sistem bagi hasil atau syariah tidak ada deviasi perkembangan sektor keuangan dengan produksi, potensi yang ada menggunakan sistem syariah bisa meningkatkan kestabilan dan keadilan," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia, Halim Alamsyah di kantornya, Jakarta, Kamis, 28 Agustus 2014.
Halim melihat potensi keuangan syariah salah satunya berasal dari zakat dan wakaf. Potensi zakat di Indonesia ditaksir mencapai US$ 22 miliar atau sekitar Rp 217 triliun. Sayangnya, perbankan di Tanah Air baru bisa mengumpulkan setoran zakat sekitar 1,3-1,4 persen.
" Di dunia, potensinya US$ 600 miliar, jadi ini ada kesempatan potensi besar untuk kembangkan redistribusi pendapatan untuk lebih adil," ujarnya.
Halim yakin, zakat yang dikelola dengan baik dan masuk ke dalam perbankan nasional akan berdampak positif bagi ketahanan sistem keuangan nasional. Lebih jauh, kontribusi zakat bisa meningkatkan pertumbuhan perbankan tanah air.
" Setidaknya kalau kita bisa dorong 1,3-1,4 persen jadi 5 persen sudah bagus. Ini dana murah jadi kami dorong ke situ. Mau ke bank konvensional atau syariah, yang penting niatnya zakat," tandasnya.