iPhone Ternyata Ponsel Favorit 'Orang Miskin' di China

Reporter : Sugiono
Sabtu, 1 Desember 2018 08:02
iPhone Ternyata Ponsel Favorit 'Orang Miskin' di China
Pengguna iPhone di China umumnya hanya lulusan sekolah menengah dan berjenis kelamin wanita.

Dream - Sebuah laporan survei menyebut bahwa iPhone merupakan ponsel 'orang-orang miskin' di daratan China. Sebaliknya, merek lokal seperti Huawei dan Xiomi disebut sebagai ponselnya orang-orang berpendidikan dan kaya.

Laporan survei perusahaan riset MobData itu menemukan bahwa sebagian besar pengguna iPhone di China adalah wanita.

Mereka umumnya belum menikah dan berusia antara 18 hingga 34 tahun. Pengguna iPhone di China ini rata-rata lulusan sekolah menengah atas.

Jika bekerja, pendapatan mereka 'hanya' 3,000 yuan atau Rp6,2 juta per bulan.

Sebaliknya, pengguna ponsel Huawei adalah pria yang sudah menikah dan berusia 25 hingga 34 tahun.

Mereka memegang gelar diploma atau sarjana dengan penghasilan bulanan 5.000 yuan hingga 20.000 yuan atau Rp10,2 juta hingga Rp41,3 juta.

Lulusan perguruan tinggi dan karyawan dengan gaji lebih dari 20.000 yuan memilih ponsel merek Huawei atau Xiaomi.

Sementara mayoritas orang China dengan pendapatan antara 3.000 yuan atau Rp6,2 juta dan 10.000 yuan atau Rp20,5 juta menggunakan ponsel Vivo atau Oppo.

Selain perbedaan dalam pendapatan, sebagian besar pengguna Huawei juga memiliki barang mewah seperti mobil dan rumah, tulis South China Morning Post (SCMP).

1 dari 2 halaman

Lebih Pilih iPhone Bekas dan Model Lama

Yang mengejutkan dari survei ini adalah iPhone bekas dan model lama ternyata sangat populer di China.

Diluncurkan pada tahun 2014, iPhone 6 mengambil posisi teratas di antara pengguna ponsel Apple dengan pangsa mencapai 16,1 persen.

iPhone 6s dan iPhone 6s Plus berada di posisi kedua dan ketiga dengan pangsa masing-masing 14,4 persen dan 12,5 persen.

Sementara itu iPhone XS, flagship terbaru dari Apple, telah mencatat penjualan yang lemah sejak dirilis di China.

 

2 dari 2 halaman

Gara-gara perang dagang AS-China?

Analis Goldman Sachs, Rod Hall mengklaim bahwa permintaan konsumen yang melambat dengan cepat' di negara itu menunjukkan penurunan 15 persen tahun ke tahun.

Sedangkan analis KGI Securities, Ming-Chi Kuo, mengatakan dalam sebuah laporan bulan Oktober bahwa lambatnya permintaan iPhone di China mungkin dipengaruhi oleh kekhawatiran akan perang dagang dengan Amerika Serikat.

Menurut laporan Kuo yang dikutip Apple Insider menyebutkan perang dagang itu membuat pengguna China lebih memilih model iPhone lama yang lebih terjangkau dan rilis iPhone XR.

Meskipun begitu, iPhone XR ternyata gagal mencapai penjualan yang diharapkan dalam rilisnya di China, tulis SCMP.

Menurut sumber yang dekat dengan masalah ini, Apple mengurangi pesanan dari dua pemasok komponen di China sekitar 30% lebih sedikit dari yang direncanakan semula.

(Sah, Sumber: Nextshark.com)

Beri Komentar