Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Foto: Oddity Central
Dream - Jika mendengar ponsel pintar atau jam tangan pintar, mungkin Sahabat Dream sudah tidak asing lagi. Tapi, pernahkah Sahabat Dream mendengar sumpit pintar?
Di Jepang, banyak hal unik diciptakan termasuk sumpit pintar ini. Produsen minuman Jepang Kirin Holdings dan peneliti di Universitas Meiji, Tokyo membuat sumpit pintar yang diklaim dapat membuat rasa makanan lebih gurih.
Profesor Universitas Meiji, Homei Miyashita telah meneliti stimulasi listrik sebagai cara untuk mengubah cara orang mengalami makanan dan rasa selama bertahun-tahun.
Pada tahun 2016, bersama dengan rekan peneliti Hiromi Nakamura, ia sempat menjadi topik berita utama internasional karena mengembangkan garpu listrik revolusioner yang dapat membuat makanan apapun terasa lebih asin dari yang sebenarnya.
Selain itu, dua tahun lalu, peneliti tersebut juga mendapat perhatian publik soal proyek Taste the TV (TTTV), sebuah layar TV yang bisa dijilat dan meniru rasa berbagai makanan.
Hingga akhirnya ia kembali menjadi perbincangan publik berkat penemuan terbarunya, yakni sepasang sumpit pintar yang kabarnya bisa membuat makanan lebih gurih.
Rata-rata orang Jepang mengonsumsi sekitar 10 gram garam dalam sehari, dua kali lipat dari asupan natrium harian yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Namun Miyashita mengklaim bahwa stimulasi listrik dapat membantu mengatasi masalah tersebut.
Sumpit pintar tersebut sukses dihadirkan berkat kerjasama Miyashita dengan Kirin Holdings Co dan tercatat sebagai sumpit pintar pertama di dunia. umpit ini diduga dapat meningkatkan rasa asin makanan rendah sodium hingga 1,5 kali lipat.
Perangkat makan pintar tersebut menggunakan stimulasi listrik dan komputer mini yang dikenakan sebagai gelang di tangan. Entah bagaimana mentransmisikan ion natrium dari makanan lewat sumpit ke mulut pengguna, hingga terciptanya sensasi rasa asin yang ditingkatkan.
Dalam pernyataan resminya, Kirin Holdings Co menjelaskan bahwa sumpit tersebut menggunakan listrik yang sangat lemah dan tidak cukup untuk mempengaruhi tubuh manusia. Hal ini bertujuan untuk menyesuaikan fungsi ion seperti natrium klorida serta natrium glutamat untuk mengubah persepsi rasa dengan membuat rasa makanan lebih kuat atau lebih lemah.
“Jika kita mencoba untuk menghindari mengonsumsi lebih sedikit garam dengan cara konvensional, kita perlu merasa tersiksa karena mengurangi konsumsi makanan favorit dari program diet. Pilihan lainnya yakni dengan mengonsumsi makanan hambar,” ujar peneliti dari Kirin Holdings Co, Ai Sato, yang mengerjakan alat tersebut bersama Profesor Miyashita.
Kedua peneliti tersebut mengatakan bahwa uji klinis yang dilakukan pada orang yang mengikuti diet rendah sodium telah mengkonfirmasi kemanjuran sumpit pintar tersebut. Para peserta yang mencicipi sup miso rendah sodium dikabarkan memuji pengaruh sumpit tersebut menjadikan rasa makanan lebih lezat.
Kabarnya, saat ini Miyashita dan Ai Sato sedang mempersiapkan sumpit pintar tersebut untuk dijual secara umum pada awal tahun depan.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari