Duh! Istri Memilih Divaksin Covid-19 Malah Diancam Akan Dicerai Suami

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Rabu, 1 September 2021 14:45
Duh! Istri Memilih Divaksin Covid-19 Malah Diancam Akan Dicerai Suami
Ada-ada saja tingkah laku manusia.

Dream - Vaksinasi masih menjadi satu-satunya cara medis untuk mengurangi potensi tertular Covid-19. Dalam beberapa kasus, mereka yang sudah mendapat vaksin memang masih bisa tertular namun dengan potensi sembuh lebih besar.

Namun sayangnya masih ada saja orang yang memilih menolak menerima vaksinasi Covid-19 dengan beragam alasan. Yang lebih menyakitkan jika sifat berbeda soal vaksin Covid-19  terjadi di dalam keluarga. 

Belum lama ini beredar di media sosial curahan hati seorang istri soal rumah tangganya yang berantakan karena vaksinasi Covid-19.

Dilansir dari World of Buzz, Rabu 1 September 2021, kisah wanita tersebut viral setelah sang pengacara melalui Twitter @wafda_k membagikan tangkapan layar pesan antara dirinya dan klien.

" Ada-ada saja manusia, aneh-aneh menjatuhkan talak. Ini kedengaran jangkal, tapi tak mustahil ada juga orang lain yang menghadapi hal serupa. Nasi sudah mjd bubur, lafaz taklik tak boleh ditarik balik karena melanggar aturan. Bila sudah dilanggar, segeralah ke mhkmh syariah," tulis pengacara Malaysia itu dalam bahasa Melayu.

 

1 dari 8 halaman

Ancam Jatuhkan Talak

Menurut Harian Metro, wanita tersebut mengaku diancam akan diceraikan suami dengan menjatuhkan talak jika tetap nekat menjalani vaksinasi.

Wafda menjelaskan bahwa istri yang curhat padanya ini menjalani pernikahan jarak jauh dengan sang suami. Menurut pengakuan sang istri, ia harus melakukan suntik vaksin Covid-19 tanpa sepengatahuan suaminya.

Dia baru memberitahukan sang suami ketika mereka berbincang lewat telepon. Saat berbincang sang suami langsung melarangnya menerima suntikan kedua. Tanpa berpikir panjang, suami langsung mengancam jika istrinya nekat vaksin dia akan menjatuhkan talak.

Istri yang gundah itu langsung meminta nasihat hukum pada Wafda. Namun menurut Wafda, firma hukumnya menolak kasus tersebut. Dia menasihati wanita itu untuk segera mendatangi langsung Pengadilan Syariah.

Menurut sang pengacara, ini juga bukan pertama kalinya ia diminta menghadapi kasus serupa. Selama pandemi, dirinya sudah menemukan empat kasus serupa karena suami ternyata seorang antivaksin.

2 dari 8 halaman

Netizen Ikut Dibuat Geram

Unggahan Wafda langsung ramai komentar dari warganet. Bahkan tak sedikit dari mereka yang membagikan pengalaman serupa.

" Baru saja putus dengan antivaksin. Katanya vaksin ini membuat batal salat," curhat salah satu komentar.

" Pesan untuk diri sendiri: jauhi laki-laki antivaksin."

" Jika kau seorang antivaksin, jangan berkencan denganku."

" Terlepas ini, jika ingin mencari pasangan, tanyalah tentang vaksin lebih dulu," tambah komentar warganet lainnya.

 

 

3 dari 8 halaman

Para Istri Ramai-ramai Cerai Gugat Suami Selama Pandemi: Malah Sibuk Urusi Ayam

Dream - Pandemi Covid-19 berdampak pada perekonomian yang mengakibatkan menurunnya daya beli masyarakat, terutama dari kalangan menengah ke bawah.

Selain menurunnya daya beli masyarakat, pandemi yang disebabkan virus corona ini juga meningkatkan terjadinya kasus perceraian.

Hal ini terlihat dari data Pengadilan Tinggi Agama Banjarmasin yang memperlihatkan jumlah kasus perceraian yang meningkat sejak Januari sampai Maret 2021.

4 dari 8 halaman

Kasus Perceraian Meningkat Selama Pandemi Corona

Menurut Plh Panitera Pengadilan Tinggi Agama Banjarmasin, Hj Murijati, kasus perceraian yang diputus PA seluruh Kalimantan Selatan pada bulan Januari 2021 hanya sekitar 342 perkara.

Namun, memasuki bulan Februari, perkara meningkat hingga dua kali lipat menjadi 752 perkara.

" Pada bulan Maret naik lagi, ada 878 perkara perceraian yang diputus," kata Hj Murijati.

5 dari 8 halaman

Didominasi Kasus Istri Gugat Cerai Suami

Dari jumlah perkara perceraian yang diputus setiap bulannya, kebanyakan akibat istri menggugat cerai suami atau yang biasa disebut dengan istilah cerai gugat.

Kasus cerai gugat ini sering terjadi lantaran adanya perselisihan dan pertengkaran terus-menerus antara pasangan suami-istri.

Perselisihan tersebut terjadi karena beberapa faktor. Namun sebagian besar karena faktor ekonomi yang dipicu pandemi Covid-19.

6 dari 8 halaman

Faktor Ekonomi Akibat Suami Tak Bekerja

Di tengah pandemi Covid-19, ekonomi masyarakat makin turun hingga menyebabkan kasus perceraian meningkat.

" Tahun lalu masih belum terasa. Meskipun ada yang kena PHK, mereka masih punya cadangan uang.

" Tahun ini, kasus perceraian mulai meningkat lantaran banyak masyarakat yang sudah kesulitan ekonomi," jelas Hj Murijati.

7 dari 8 halaman

Gugat Cerai Karena Suami Lebih Sibuk Mengurus Ayam

Salah satu contoh perceraian yang dipicu faktor ekonomi akibat pandemi Covid-19 ini dialami wanita bernama Marlina.

Wanita berusia 35 tahun itu belum lama ini bercerai dari suaminya. Katanya, suaminya tidak punya pekerjaan.

Namun, bukannya berusaha mencari pekerjaan, suaminya malah sibuk dengan ayam jagonya.

" Suami saya cuma sibuk ngurusin ayam jagonya," keluh Marlina.

 

8 dari 8 halaman

Kasus perceraian yang dialami Marlina ini termasuk perkara cerai gugat yang meningkat di Kalsel.

Pada Januari misalnya, cerai gugat mencapai 260 perkara. Sedangkan, cerai talak cuma 82 perkara.

Di bulan kedua, cerai gugat meningkat jadi 584 perkara sementara cerai talak naik menjadi 168.

" Sedangkan pada Maret, cerai gugat mencapai 699 perkara dan cerai talak hanya 179," pungkas Hj Murijati.

Sumber: Radar Banjarmasin

Beri Komentar