Kematian Wanita Cantik Dimakan Buaya Disebut Tak Wajar

Reporter : Ahmad Baiquni
Sabtu, 19 Januari 2019 10:00
Kematian Wanita Cantik Dimakan Buaya Disebut Tak Wajar
Banyak yang mengira buaya itu sudah kenal dengan Deasy sehingga jinak.

Dream - Tewasnya Deasy Tuwo, 44 tahun, akibat dimakan buaya menimbulkan tanda tanya. Banyak kejanggalan muncul terkait kasus kematian ini.

Wanita cantik ini ditemukan tewas secara mengenaskan di kolam kandang buaya di Tomohon. Warga sempat mengira jenazah Deasy adalah boneka.

Sahabat Deasy, Merry Supit, menilai kematian itu tidak wajar. Sebab, menurut Merry buaya tersebut sudah jinak.

" Saya sendiri sering melihat cara korban memberi makan buaya itu," ujar Merry, dikutip dari Pojoksatu.id.

Deasy, kata dia, selalu berinteraksi dengan buaya tersebut sebelum memberi makan. Seolah antara Deasy dan buaya itu sudah saling kenal.

" Sebelum diberi makan justri korban sering berinteraksi dengan buaya, menepuk-nepuk punggung lantas mulut buaya terbuka. Di saat itulah korban melemparkan makanan," kata Merry.

1 dari 6 halaman

Sebab Kematian Masih Misterius

Kapolres Tomohon, AKBP Raswin Bachtiar Sirait melalui Kapolsek Tombariri, Iptu Jantje Untu, memgatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus ini. Sehingga, dia belum bisa memberikan jawaban terkait penyebab kematian Deasy.

" Ini kan masih dilidik, belum bisalah kita berasumsi yang lain-lain," kata dia.

Jantje membantah kematian Deasy termasuk tidak wajar. Apalagi jika ditautkan dengan kabar yang menyebut properti seperti sandal ditemukan jauh dari lokasi kematian Deasy.

" Siapa yang bilang sandal korban ditemukan beda tempat? Cerita karangan itu," kata Jantje.

Dia juga menjelaskan terdapat sejumlah fakta baru dalam kasus ini namun tidak bisa diungkapkan ke publik. Alasannya, Jantje menyebut dapat berpengaruh pada penyidikan.

" Intinya kita terus bekerja, mencari bukti-bukti dan fakta baru, saat ini berkas penyidikan sudah kita limpahkan ke Satreskrim Polres Tomohon," kata dia.

Jantje berharap segera mendapatkan hal yang mendukung. " Guna menyimpulkan sebenar-benarnya kematian korban," ucap dia.

Sumber: Pojoksatu.id

2 dari 6 halaman

Ada Kejanggalan Kematian Wanita Diterkam Buaya Peliharaan Bos

Dream - Deasy Tuwo, 44 tahun, wanita ditemukan tewas di kolam berisi buaya di Ranowangko, Tombariri, Minahasa, Sulawesi Utara. Diduga, Deasy diterkam buaya peliharaan berukuran besar.

Dikutip dari Fajar Online, petugas kepolisian menemukan sejumlah petunjuk di lapangan. Namun demikian, terdapat sejumlah kejanggalan terkait peristiwa kematian Deasy.

Kejanggalan pertama, alas kaki yang biasa dipakai Deasy ditemukan jauh dari titik tewasnya korban. Mayat korban ditemukan di kolam kandang buaya.

Kejanggalan kedua, tiga saksi menyebut saat ditemukan, tubuh bagian atas korban tidak menggunakan pakaian. Padahal, sebagian tubuh korban masih dalam keadaan utuh.

3 dari 6 halaman

Sebab Kematian Belum Bisa Disimpulkan

Secara terpisah, Kapolsek Tombariri, Iptu Jantje Untu, mengatakan kepolisian berusaha memanggil pemilik tempat pemeliharaan buaya sekaligus bos Deasy, Mr. Ochiai. Tetapi, hingga saat ini belum membuahkan hasil.

Diketahui, wanita cantik itu bekerja di perusahaan pembibitan mutiara, CV Yosiki milik Ochiai yang merupakan Warga Negara Jepang.

Jantje mengatakan penyidikan masih difokuskan ke tiga objek yaitu pemilik perusahaan, pemilik hewan, dan pemilik lahan. Menurut dia, hal ini sesuai instruksi pimpinan.

" (Penyidikan) masih terus berproses, belum bisa kami simpulkan apakah benar-benar murni kecelakaan atau tidak, karena ada fakta-fakta baru di lapangan yang janggal," kata dia.

Sumber: Fajar Online.

4 dari 6 halaman

Tragis, Bocah 7 Tahun Diseret Buaya Disaksikan Sang Ibunda

Dream - Kisah tragis dialami oleh bocah laki-laki berusia 7 tahun, Rahmad Andika Saputra. Ia harus kehilangan nyawa saat terjadi banjir di daerahnya di di Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau.

Kisah pilu itu bermula dari meluapnya sungai yang ada di Desa Sontang. Sungai itu dikenal dihuni oleh buaya. Saat banjir, buaya naik ke daratan untuk mencari makan.

Ketika itu, korban sedang berada di teras rumahnya yang berbentuk panggung. Teras itu juga tergenang air banjir.

Nahas, dalam waktu bersamaan ada buaya lapar yang langsung menyeret putra dari Darman itu.

" Korban sempat hilang beberapa jam hingga akhirnya ditemukan tak bernyawa," kata Kapolres Rokan Hulu, Ajun Komisaris Besar Hasyim Risahondua dikutip dari laman Liputan6.com, Jumat 16 November 2018.

5 dari 6 halaman

Ibu Korban Saksikan Anaknya Diseret Buaya

Hasyim menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 9 pagi. Ketika itu, korban meminta izin mandi di teras depan rumah. Ibu korban pun mengizinkan sambil memantau buah hatinya itu.

Korban pun mulai masuk ke air, selang beberapa saat, muncul gelombang seolah ada sesuatu datang dari bawah air. Rupanya, gelombang itu berasal dari buaya yang siap memburu anaknya.

" Ibu korban lalu berteriak minta tolong ke suaminya. Pencarian dibantu warga tapi korban tak ditemukan," ucap dia.

Orangtua korban bersama warga langsung mencari korban yang diseret buaya. Hasyim berujar, berdasarkan kesaksian warga yang melihat, buaya itu memiliki panjang sekitar dua meter.

6 dari 6 halaman

Ditemukan dengan Luka Parah

Sekitar pukul 1 siang, korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa dengan jarak 20 meter dari lokasi pertama hilang.

" Korban mengalami luka parah diduga akibat terkaman buaya. Korban sempat divisum, tapi keluarganya menolak dilakukan autopsi," kata Hasyim.

Hasyim mengimbau kepada seluruh orangtua agar melarang anaknya mandi di depan rumah. Karena, ketika banjir datang banyak buaya yang naik ke darat.

(Sumber: Liputan6.com/M Syukur)

 

Beri Komentar
Terima Kritik Pedas, Nada Zaqiyyah: Ternyata Adik Kelas Aku Sendiri